12952

10 Album Terbaik Indonesia Versi Pop Hari Ini

9. Mooner – O.M

Album kedua Mooner makin menegaskan bahwa grup ini memang taman bermain yang indah bagi Rekti. Gitaris yang jadi bassis Mooner ini berhasil menemukan partner tek tokannya. Bersama Fahri, Rekti membuat Detourn menjadi sebuah mahakarya, sedang di Mooner, Absar punya karakter menarik. Mereka berdua saling mengoper ruang kosong untuk diisi satu sama lain. Namun jangan pula lupakan peran Shella, sumbangsih vokal yang melengking ala Suzy Quatro atau Grace Slick ini kian menambah karakter Mooner menjadi kian tebal.

 

10. Densky9 – Deeper Than This

Pria asal Jambi yang sedang kuliah di Bandung ini adalah produser hip hop/nu-soul dan beatmaker paling produktif di Indonesia saat ini. Total 5 album, 3 album terakhir dirilis sekaligus di tahun 2018 dengan jeda beberapa bulan. 3 album itu adalah Retrospecto yang memaksimalkan penggunaan sampling hingga 5 layer, Deeper Than This album peralihan penggunaan sampling dengan live instrument, dan yang terbaru Kalimatila yang sama sekali bebas dari bebunyian sampling. Deeper Than This menjadi lebih menarik karena merupakan peralihan Densky ke arah live instrument. Album Deeper Than This juga memperlihatkan keunggulan Densky dalam menggabungkan sampling dan memiliah intstrumen live sehingga menghasilkan album instrumental neo-soul kental yang mungkin cuma satu-satunya dirilis di Indonesia di tahun 2018 kemarin.

Baca juga:  Album Ketiga Plastik Membungkus Kesepian, Melepaskan Kesalahan

____

Honorable Mention: Mini Album Yang Tidak Boleh Dilewatkan Di 2018.
Tahun 2018 juga dihiasi dengan munculnya banyak mini album. Selalu ada alasan khusus mengapa para musisi ini lebih memilih mengeluarkan 4-6 lagu ketimbang album penuh. Apakah alasan unjuk perkenalan, kepentingan konseptual atau hanyalah jembatan kepada sesuatu yang menarik berikutnya. Berikut ini 5 mini album yang tidak boleh dilewatkan di tahun 2018.

 

.Feast – Beberapa Orang Memaafkan 

Harus diakui bahwa Beberapa Orang Memaafkan adalah konsep rekaman yang matang dari .Feast, grup yang namanya kian melambung ini. Mini album ini seperti ditakdirkan memang menjadi mini album ketimbang album penuh, entah apapun alasan mereka. Termasuk ketika album ini lebih meledak dibanding sebelumnya.

 

Baca juga:  Musik Pop di Indonesia dan Kontrol Negara

ILP – Sacred Geometry

Konsep yang kuat menjadikan Sacred Geometry adalah album terbaik sekaligus karya Indra Lesmana non-pop/jazz yang patut dijadikan catatan. Sebuah album konseptual yang kuat secara tema dan musiknya. Kesuksesan mini album ini sangat bisa menepiskan anggapan bahwa proyek rock progresif Indra Lesmana ini hanya muncul sesekali. Debut album pun dinanti. 

 

Rayssa Dynta – Prolog

Salah satu penyanyi perempuan yang juga masih belia ini merilis mini album Prolog di awal 2018. Meskipun tergolong belia, di tahun 2018 kemarin Rayssa pernah mendapatkan 4 nominasi dari ajang bergengsi nasional AMI Awards 2018. Yaitu kategori Album Terbaik Terbaik, Pendatang Baru Terbaik, Artis Solo Wanita R&B Terbaik, serta Duo/Grup/Grup Vokal/Kolaborasi R&B Terbaik. Dengan latar belakang Rayssa yang menyukai musik yang lebar, dari pop, jazz hingga psikadelik dan dipadukan dengan produser musik elektronik Arrio menjadikan album ini sangat menarik, dan yang tetap dalam jalur musik pop.

Baca juga:  May Day Bukan Sekadar Hari Buruh