25 Tahun Berkarya Padi Siap Gelar Konser Perak

Jul 28, 2022

Merayakan 25 tahun berkiprah, Padi (sekarang menjadi Padi Reborn) akan menggelar perayaan dalam konser tunggal untuk pertama kalinya dalam sejarah band bentukan tahun 1997 ini. Bertajuk Konser 25 Tahun Padi Reborn, konser tunggal ini akan digelar pada 20 Agustus mendatang di Tennis Indoor Senayan, Jakarta.

Dalam konser yang direncanakan akan berlangsung selama dua jam tersebut Andi Fadly Arifuddin (vokal), Satrio Yudi “Piyu” Wahono (gitar), Ari Tri Sosianto (gitar), Rindra Risyanto Noor (bas) dan Surendro “Yoyo” Prasetyo (drum) akan membawakan beragam track dari album debut Lain Dunia (1999) sampai mini album Indera Keenam (2019).

“Di momen 25 tahun ini kami tidak hanya merayakan tapi bersyukur dari band kampus sampai sekarang,” jelas Fadly dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada Selasa (26/7) lalu.

Piyu menjanjikan konser yang menggandeng Denny Chasmala sebagai music director ini akan memasukkan lagu lagu yang menurutnya punya tingkat kesulitan tinggi jika dibawakan secara live.

“Mungkin kita bawakan lagu yang non-hits,” ujarnya. Ia menambahkan kemungkinan akan ada lagu-lagu Padi yang belum pernah dibawakan di panggung-panggung sejak mereka masuk ke industri musik nasional  lewat sepotong single “Sobat” di album kompilasi Indie Ten tahun 1998 silam.

Menurut Denny Chasmala, dirinya akan berusaha membuat lagu-lagu dari band yang pernah masuk jajaran million copies band lewat album Sesuatu Yang Tertunda itu memiliki dinamika yang berbeda dan lebih sing-along.

“Lagu-lagu hits Padi pun akan diset dengan aransemen yang berbeda,” tuturnya.

Suasana konferensi pers yang digelar hari Selasa (26/07) lalu. / Dok: Istimewa.

Menggelar konser di situasi pandemi yang belum sepenuhnya pulih tentu masih menyisakan keraguan. Namun menurut Rindra, hiatusnya mereka selama tujuh tahun membuat lima sekawan mahasiswa Universitas Airlangga ini lebih bijak.

“Vakum tujuh tahun itu membuat kami siap dengan situasi pandemi. Dampak pasti ada tapi kita bisa lihat lebih jernih bahwa akan ada jalan keluar,” ungkapnya.

“Ketika kami jalan sendiri-sendiri kami merasa bukan siapa-siapa hanya jadi musisi biasa. Tapi ketika kumpul berlima kami menjadi luar biasa,” tambah Yoyo.

Ari menjelaskan usia 25 tahun sebagai angka keramat yang diumpamakan seperti perkawinan.

“Sepuluh tahun pertama adalah belajar mengenal. Sepuluh tahun kedua memutuskan apakah tetap lanjut. Kami sempat mengalami masalah justru karena sudah kenal karakter masing masing tapi itu semua bisa terlewati sampai sekarang,” jelasnya.

Konser yang dipromotori oleh Boart Indonesia ini membandrol tiket mulai dari harga Rp 400 ribu untuk kelas Tribun Right dan Tribun Left, Rp 425 ribu untuk kelas Festival, dan Rp 625 ribu untuk Tribun Center. Tiket dapat dibeli di Tiket.com dan aplikasi Livin’ By Mandiri.


 

Penulis
Fakhri Zakaria
Penulis lepas. Baru saja menulis dan merilis buku berjudul LOKANANTA, tentang kiprah label dan studio rekaman legendaris milik pemerintah Republik Indonesia dalam lima tahun terakhir. Sehari-hari mengisi waktu luang dengan menjadi pegawai negeri sipil dan mengumpulkan serta menulis album-album musik pop Indonesia di blognya http://masjaki.com/
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Dzee Rilis Video Musik “Epik”, Simak Langsung di PHI Eksklusif

Di PHI Eksklusif kali ini, saksikan lebih dulu video musik “Epik”, salah satu single dari album debut Dzee sebelum tayang di berbagai platform.

Maut dan Rayuan: 10 Tahun Dunia Batas Payung Teduh

Dunia Batas Payung Teduh menginisiasi subgenre, membangun generasi fans yang melekatkan diri dengan satu identitas, memiliki lagu yang dikenali dari intro.