5 Lagu Indonesia Pilihan Lukman Laksmana ‘Buluk’  

1007
Buluk
Buluk / dok. Ardhian Wisnu Pratama

Seorang Lukman Laksmana a.k.a ‘Buluk’ sempat memutuskan tidak berada dalam rutinitas sebagai musisi, MC, maupun entertainer selama 1 tahun 8 bulan. Langkah yang tentu mengejutkan banyak pihak, terutama para penggemarnya.

Keputusan menghilang sementara diambil karena ia berpikir perlu untuk menenangkan diri dan menenangkan hati dari permasalahan yang pelik. “Yang boleh dibilang, gue punya permasalahan duniawi yang memang harus gue selesaikan,” kata Buluk (10/9).

Sekarang Buluk sudah menjalani kesehariannya seperti semula kecuali manggung yang mungkin juga dialami semua band yang saat ini karena sikon pandemi COVID-19 ruang geraknya masih terbatas.

Bandnya, Kausa tengah ancang-ancang mengeluarkan album terbaru berjudul Una In Perpetuum yang dijadwalkan rilis 9 Oktober 2020.

Di edisi 5 Lagu Indonesia kali inim kami persembahkan 5 lagu Indonesia pilihan Buluk sebagai berikut:

 

1. Buku Ini Aku Pinjam – Iwan Fals 

Lagu yang memang kena dalam kehidupan sehari-hari di zaman gue itu ya. ‘Di kantin depan kelasku, di sana kenal dirimu’. Ngeliat sosok cinta monyet yang lagi beli gorengan. Sampe akhirnya memang mengenakan liriknya si lagu ini ‘buku ini aku pinjam, ‘kan kutulis sajak indah’. Jadi gue sampe pinjem buku ke si cewek itu. Trus gue nulis puisi deh. Jadi emang benar-benar apa yang ada di lagu ini liriknya, kejadian sama gue. Gue jalanin, maksudnya gue ngikutin cerita romantika gue dari lirik itu gue jalanin ke orang yang gue suka di saat itu.

 

2. Desire – Pure Saturday 

Karena memang lagu ini buat gue simple, liriknya catchy. Seperti biasalah lagu PDKT buat cewek, ha.. ha..

 

3. Atur Aku – Puppen 

Pertama kali gue dengar lirik yang cerdas, musik yang cerdas. Itu gue dapetin dari Puppen, dan gue banyak belajar juga sama Arian. Dalam arti penulisan lirik Arian tuh buat gue jenius. Puppen adalah band yang gue berkaca di saat mereka ‘kan dulu kalau ke Jakarta. Setiap dari Bandung ke Jakarta pasti nginap di rumah gue kalau manggung. Dari situ gue melihat sistem kerja Puppen, dari mulai crew-nya, sound engineer, dan segala macam. Di saat itu band gue Waiting Room, boleh dibilang masih sangat amatir yah manggung tanpa crew. Sedangkan Puppen sudah menjalani sound check. Buat gue album Mk II Puppen dengan lagu Atur Aku yang mungkin saat ini tuh orang taunya lagu Burgerkill. Padahal itu aslinya lagunya Puppen. Buat gue hal yang sangat luar biasa liriknya.

 

4. Kurnia dan Pesona – Fariz RM 

 

‘Kala kusapa hari ini, secerah mata terbuka’. Keren asli. Pas banget buat berduaan sore-sore. Mungkin kalau sekarang itu kayak lagu-lagu kopi senja ya. Tapi tuh lagu buat gue siapa yang nggak kenal seorang Fariz RM dengan musik dan liriknya yang tidak standar dan cutting edge. Nggak lazim di zamannya, hanya Fariz yang berani mendobrak itu semua. Dan buat gue Kurnia dan Pesona lagu cinta yang nggak cengeng. Lirik pintar dan juga bikin gue merasa mencoba untuk pengin bermusik seperti itu tapi nggak bisa.

 

5. Bersuka Ria – Bung Karno

Ini dinyanyiin sama Lekra ‘kan dulu, sempat menjadi lagu rakyat yang luar biasa tuh. ‘Siapa bilang siapa bilang Bapak dari Blitar, Bapak kita dari Prambanan. Siapa bilang rakyat kita lapar, Indonesia banyak makanan’. Itu sebenarnya lagu ini juga dirilis bersamaan kalau nggak salah dengan lagu “Genjer-Genjer” yang akhirnya menjadi katanya “lagu Partai Komunis Indonesia” yang gue juga nggak ngerti apa itu benar apa enggak. Padahal sebenarnya lagu rakyat sih menurut gue. Yang pasti seorang presiden yang menulis lirik untuk rakyatnya, ini luar biasa.

______