5 Lagu Naif Pilihan Franki Indrasmoro

Apr 13, 2024

Akhir Februari lalu, Franki Indrasmoro atau Pepeng resmi merilis single perdana untuk proyek musik solonya. Karya bertajuk “Ceriakan Dunia” tersebut merupakan pembuka untuk beberapa single yang bakal berujung album penuh di akhir tahun ini.

 

Dalam kunjungannya ke Mad Haus awal Maret lalu, Pepeng sempat menjelaskan tentang kegiatannya beberapa tahun ini.

“Sepanjang 2020 nganggur. Tahun 2021 mikir, kayaknya gak kelar-kelar nih pandemi. Akhirnya bekerja di satu record label. Tahun 2023 pindah dari record label ke perusahaan publishing musik sampai sekarang,” kata Pepeng (01/03).

Pepeng juga sempat mengungkapkan bagaimana saat ia yang lebih dulu pamit dari Naif di bulan September 2020, sebelum akhirnya band resmi bubar tahun 2021. 

“Terakhir kontakan itu sama Emil, sekitar bulan Oktober 2023. Konteksnya waktu itu, si Acum (Bangkutaman) minta izin untuk meng-cover satu lagu unreleased-nya Naif. Tapi gak jadi karena sama gue boleh karena gue bikin lirik lagu itu. Terus sama Emil juga asik-asik aja, begitu nyampe ke yang lain gak boleh [tertawa],” kisah Pepeng.

Kabarnya, album penuh proyek musik Franki Indrasmoro bakal banjir kolaborator, baik bersama musisi muda maupun musisi yang tumbuh bersama Naif. Sambil menunggu sang album, simak dulu 5 lagu Naif pilihan Pepeng di bawah ini.


 

Nanar

 

Liriknya gue yang buat. Lagu ini sangat personal, jadi gue menaruh di daftar pertama.

 

Johan Dan Enny

 

Yang gue suka adalah konsep dari lirik lagunya. Lagu ini merupakan sambungan dari cerita lagu “Piknik 72”. Nah ini fun fact nih, jarang ada yang tau.

 

Yts: Ibu

 

Tidak populer, tapi sebetulnya lagunya bagus. Aransemen yang dibikin sama anak-anak, terutama strings-nya sangat indah. Pada saat gue bikin lirik ini kebetulan memang pas momen Nyokapnya Jarwo habis meninggal. Ini juga lagi-lagi fun fact. Personally, gue menulis lirik “Yts: Ibu” itu dedicated to Nyokapnya Jarwo.

 

Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia

 

Gue suka lagu ini karena kalau dibawakan di panggung selalu seru. Jadi kalau misalnya teman-teman mau melihat bagaimana serunya versi panggung lagu “Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia”, lihat di YouTube aja. Pasti kelihatan beda sama versi recording-nya.

 

Karena Kamu Cuma Satu

 

Menurut gue, yang menyatukan masing-masing personel Naif itu karena kebetulan kami semua suka sama The Beatles. Lagu “Karena Kamu Cuma Satu” dari sisi permainan drum dan bagaimana cara gue recording, itu mengadaptasi caranya Ringo Starr. Sampai sound-sound-nya gue coba untuk adaptasi di lagu ini, dan menurut gue berhasil.

Kalau recording kan musik itu pasti drum dulu, yang lainnya nyusul. Kayaknya sih yang membuat output lagu ini menurut gue jadi kayak Beatles di album Anthology gitu karena treatment gue nge-take drumnya. Jadi yang lain tuh seakan-akan kebawa secara gak sadar. Begitu udah jadi, gue langsung senang aja sih, dan merasa ini kayaknya lagu terbaik Naif yang pernah gue alami deh.

Ini fun fact lagi. Lagu ini kan ada di album Planet Cinta ya, tahun 2011, tapi recording-nya tahun 2004. Jadi suara vokal David yang kalian dengar itu suara vokalnya dari tahun 2004, cuma dirilisnya 2011. Semua isian-isian yang ada di lagu “Karena Kamu Cuma Satu” direkam pada saat usia gue 28 [tertawa].

 

Penulis
Gerald Manuel
Hobi musik, hobi nulis, tapi tetap melankolis.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Band Pop Punk Bulukumba, Filthy Muck Beri Motivasi di Single Baru

Band pop punk asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, Filthy Muck merilis single ke-2 tahun ini dalam tajuk “Dreams and Fantasies” hari Kamis (23/05). Di bulan Februari lalu, mereka merilis sebuah lagu kolaborasi bersama ENKO1995 berjudul …

Wawancara Arswandaru ALI: Tur Eropa dan Permintaan Global

“Kami berusaha untuk tidak ‘yang penting main aja di luar negeri’, tanpa mendiskreditkan venue mana pun di luar negeri,” ujar Arswandaru, basis ALI.