5 Lagu Pop Indonesia Pilihan Cholil “Efek Rumah Kaca”

Cholil Mahmud adalah vokalis dan gitaris Efek Rumah Kaca dan Pandai Besi. Bersama Akbar (drum) dan Adrian (bass), Efek Rumah Kaca telah menghasilkan 3 buah album Efek Rumah Kaca (2007), Kamar Gelap (2008), dan Sinestesia (2015). Bersama band Pandai Besi yang merupakan proyek membawakan ulang lagu-lagu Efek Rumah Kaca telah merilis album live, Daur Baur (2013). Lagu-lagu Efek Rumah Kaca yang banyak menyentuh isu-isu sosial dan politis membuat mereka sering tampil mendukung acara-acara sosial politik yang sesuai dengan misi mereka seperti acara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), LBH (Lembaga Bantuan Hukum) dan Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi). Saat ini Cholil tinggal bersama anak dan istrinya di New York. Sambil menemani istrinya yang mendapatkan beasiswa doktoral S3 dan kuliah di sana. Simak penututuran Cholil tentang 5 lagu lokal pilihannya, yang ia ceritakan di sela-sela kegiatannya kembali ke Indonesia di tengah liburan musim panas, sambil manggung kembali dengan Efek Rumah Kaca.

 

Pahama – Himbauan Jiwa

Lagu yang indah untuk didengarkan namun cukup njelimet juga ketika coba dimainkan. Saya berharap mendengarkan lagu ini ketika berkendara dalam taksi konvensional maupun yang berbasiskan aplikasi, atau ketika masuk ke toko kelontong konvensional  maupun waralaba, karena himbauan halus suara vokal dan kibornya , mendinginkan jiwa yang mudah panas ini.

 

Slank – Terbunuh Sepi

Saya pernah menuliskan secara panjang tentang pengaruh lagu ini dalam hidup saya. Saya tidak akan menulis ulang, jadi sila cari jika ada versi daringnya, atau beli bukunya jika masih ada. Intinya, nuansa lagu “Melankolia” nya Efek Rumah Kaca, terinspirasi dari sepinya “Terbunuh Sepi”.

 

Sore – Ambang

Awal-awal terbentuk, sekitar tahun 2001-2005, Efek Rumah Kaca kerjaannya hanya latihan dan latihan, plus nonton panggung-panggung skena Jakarta pada saat itu. Cukup kepayahan dan kerja keras untuk mencari karakter musik yang cocok untuk Efek Rumah Kaca. Nah, lagu ini adalah lagu kesukaan  saya dari band favorit kami semua pada saat itu. Kehadiran SORE, menguatkan kami yang kala itu berada di ambang rasa putus asa.

 

Danilla – Berdistraksi

Senang sekali mendapatkan singer-songwriter Indonesia yang begitu matang dalam menulis lagu (bahu membahu dengan Lafa tentunya) pada album pertamanya. Ibaratnya, dari bayi memang sudah keren. Satu album “Telisik” yang santai ini, sangat cocok untuk menjadi musik latar bagi pagi yang cepat dan berisik. Ketergesaan terdistraksi Danilla.

 

Bin Idris – Rebahan

Haikal harus lebih serius mengurus proyek solonya ini. Lagu-lagunya tak kalah ciamik dari Sigmun, walau berbeda jauah dalam hal genre. Hari-hari saya 2 tahun belakangan ini, yang kebanyakan saya habiskan rebah-rebahan bersama keluarga, di rumah ataupun di taman kota, tak akan berkesan tanpa kehadiran Bin Idris sebagai theme song-nya.

____

____

LEAVE A REPLY