Dreaming of Greenfields Resmi Melangkah dengan Single Aku Berlari

Band celtic punk asal Jatinangor, Dreaming of Greenfields membuka perjalanan bermusik dengan menghadirkan single perdana berjudul “Aku Berlari” (14/02).
Band yang mengawali cerita mereka di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjajaran ini beranggotakan Aze (vokal), Imanbonyok (bagpipes/irish whistle), Ugem (gitar), Fachira (gitar), Diki (bas), dan Rifki (drum).
Dalam sebuah perbincangan via WhatsApp (25/02), Imanbonyok menerangkan bahwa celtic punk adalah genre yang berangkat dari kegemaran para personel terhadap musik folk bernuansa celtic, serta pemberian irama punk di musiknya.
Imanbonyok mengaku bahwa “Aku Berlari” dirilis sebagai langkah awal menuju album The East yang dijadwalkan beredar pada Maret 2025.
Ia mengungkapkan, “Lagu ini adalah representasi manusia yang dibingungkan dengan tujuan yang akan dicapai. Merasa gusar dengan keadaan jalanan, mencari kehidupan agar lebih bermakna, dan tidak sedikit juga yang mencari keadilan dalam segala aspek.”
Sementara itu, lagu “Aku Berlari” dari segi musik dihiasi irama bagpipes yang membuat kemarahan semakin memuncak.
Ketika ditanya tentang apa yang menjadi tujuan Dreaming of Greenfields bermusik, Imanbonyok menjelaskan bahwa mereka ingin memajukan scene musik celtic punk di Jatinangor.
“Terlebih scene ini termasuk unik, belum banyak musisi di Indonesia memainkan genre tersebut,” katanya.
Imanbonyok melihat keberadaan The Panturas memantik berkembangnya musik di Jatinangor yang hingga saat ini menjadi scene yang cukup dilirik karena keunikan karya dan variasi genre.
“Contohnya, Ruh dan ASYLM dengan psychedelic-nya dan Tokoh Fiksi dengan black metal-nya,” pungkasnya.

Eksplor konten lain Pophariini
- #hidupdarimusik
- Advertorial
- AllAheadTheMusic
- Baca Juga
- Bising Kota
- Esai Bising Kota
- Essay
- Feature
- Good Live
- IDGAF 2022
- Interview
- Irama Kotak Suara
- KaleidosPOP 2021
- KALEIDOSPOP 2022
- KALEIDOSPOP 2023
- KALEIDOSPOP 2024
- Kolom Kampus
- Kritik Musik Pophariini
- MUSIK POP
- Musisi Menulis
- New Music
- News
- Papparappop
- PHI Eksklusif
- PHI Spesial
- PHI TIPS
- POP LIFE
- Review
- Sehidup Semusik
- Special
- Special Video
- Uncategorized
- Videos
- Virus Corona
- Webinar
Band Bandung Era 2000-an, Astrolab Rilis Album Mini Transcending Time
Lama tak merilis karya musik, Astrolab setelah 18 tahun akhirnya meluncurkan album mini bertajuk Transcending Time (25/01). Seorang pelukis, pemahat patung, hingga penari akan selalu menyisakan jejak terakhir yang terawat dengan baik …
RAN Luncurkan Video Musik Kapan? yang Dibintangi Yono Bakrie
Setelah terakhir meluncurkan video musik “Hey Tunggu Dulu” Oktober 2024, RAN menghadirkan visualisasi terbaru masih dari album TEATER NESTAPA berjudul “Kapan?” (21/02). Seperti tiga video sebelumnya “Rahasia #1”, “Rahasia #2”, dan “Hey …