189

Agterplaas, Penantian 13 Tahun The Adams

The Adams, 2019 / dok. The Adams.

Adalah klise jika ada jawaban yang menyebutkan soal kesibukan masing-masing personil untuk sebuah pertanyaan kepada band yang setelah 13 tahun baru membuat album barunya. Untuk kasus The Adams, kami yakin ada jawaban lain yang mungkin tak ingin diketahui publik. Apapun alasannya, kami (tentunya juga fans) tetap menyambut baik dirilisnya Agterplaas, album terbaru dan ketiga dari The Adams.

Agterplaas (dibaca “Akhterplas”) istilah Afrika yang berarti backyard atau halaman belakang adalah judul sederhana yang dipilih band yang saat ini digawangi Ario Hendarwan (vokal, gitar), Saleh Husein (vokal, gitar), Gigih Suryo Prayogo (vokal, drum) dan Pandu Fathoni (vokal, bas) untuk menggambarkan 11 lagu yang sebagian besar direkam di Studio Teras Belakang, Tangerang Selatan dan Kamar Aryo, Bekasi secara berkala antara 2015 hingga 2019. Lagu-lagu ini pun dirilis oleh Belakang Teras Records, label mereka.

Baca juga:  Elephant Kind Rayakan Kebebasan Berekspresi Lewat Pleaser

Kami tak mau masuk lebih dalam ke dalam musiknya sebelum menyimaknya, namun menurut pengakuan mereka unsur-unsur khas musik The Adams tak luntur. Raungan distorsi gitar bertemu harmonisasi vokal manis dan kord-kord rumit tapi mudah dicerna masih ada. Secara musikalitas juga tema, menyebut kata dewasa adalah kata yang pas untuk album ini nanti. Dulu mereka bercerita tentang pulang jam 9 malam dan berwisata, kini lagu-lagu The Adams mengenang masa muda, menghadapi rasa takut demi orang kesayangan dan merindukan mereka yang sudah tiada. Salah satu lagu The Adams “Pelantur” yang sudah dirilis terpisah sejak tahun lalu masuk dalam album barunya.

Album ketiga The Adams, diedarkan sendiri di bawah payung Belakang Teras Records dalam format box set eksklusif yang akan tersedia 6 Maret 2019 dan sudah bisa dipesan di belialbumfisik.com. Belum ada kabar soal kapan mereka merilis album ini dalam format digital.