6195

Album Ketiga Plastik Membungkus Kesepian, Melepaskan Kesalahan

Lalu apa yang datang berikutnya? Balada kesakitan yang menawarkan harapan dari organ yang merayap serta suara yang serasa gabungan harmonika dan akordeon menari pelan. Gitar blues datang, masih juga mengingatkan pada kesedihan yang harus dihadapi. Seperti tamu yang tersesat, saksofon menjerit-jerit ditemani koor yang syahdu berjeda-jeda, untuk alur lagu memelan dan berhenti, meninggalkan gamang tanpa menyertakan sandaran.

Plastik meningkatkan hentakan di lagu ketiga, “Dari Semua”.  Groove yang menggoyang cukup mengobati sempoyongan. Tapi di bagian interlude, warna-warni mengunjungi lagi sejak senjata koor tak juga mereka simpan. Ada pula bagian seperti jamming yang penuh hasrat dan pesona.

Sehabis semua kekacauan sekaligus ketenangan itu, Plastik justru bertanya di lagu “Harus Mulai Dari Mana”. Vokalis Ipang berkisah lagi, selirih-lirihnya: “Kau bisikkan tentang kesedihan yang tak pernah selesai”.  Lagu ini adalah salah satu yang paling dikenal dari album Dengarkan Pada Saat Tenang, terlebih juga menyertakan kalimat yang menerbangkan perasaan: “Hidup di antara kebodohan, ternyata harus selamanya. Apakah orang salah tak ada sisi baiknya?”, dan gitar solo bervirus lunglai datang untuk kemudian menjadi unison dengan notasi nyanyian, setelahnya berpencar hingga spektrum-spektrum memberi silau di kabut yang sudah setinggi leher. Shaker pun menyebarkan guncangan statis pelan-pelan.

Baca juga:  Musik Indonesia Dalam Film: Satu Dekade OST. Laskar Pelangi