Alm. Naniel: Sosok Misterius di Balik SWAMI dan “Bento”

1333

Naniel Chusnul Yakin lahir di Surabaya, 18 Juli 1952. Jauh sebelum kehebohan “Bento” dan SWAMI, namanya sudah dikenal di sirkuit Bengkel Muda Surabaya. Naniel berada bersama Gombloh hingga Konser Rakyat Leo Kristi. Bisa dijumpai pula rilisan-rilisan solonya, dengan dua penulisan nama berbeda: “Naniel – Perjalanan Rasa” dan “Nanil: Dari Konser Rakyat Leo Kristi – Potret Kecil Citra Negriku”. Di kedua rilisan itu terdapat lagu “Sebuah Doa”:

 

“Seseorang yang kutemui / Berbicara tentang takdir dan kehidupan / Yang misteri”

…..

“Ada waktu datang / Ada waktu pergi”   

Jumat, 21 Februari 2020, Naniel pergi meninggalkan kita semua. Sudah beberapa tahun belakangan ini Naniel jatuh sakit. Sebelum sakit, Naniel masih kerap dijumpai pada panggung-panggung kesenian, terutama di Surabaya. Duka melanda musik pop Indonesia.

Dalam sebuah wawancara khusus bersama seorang Naniel di sebuah media massa pada era 1990an, sesuatu yang terhitung jarang terjadi semasa hidupnya, Yakin berujar: “Saya Ingin Bento Seperti Bengawan Solo”. Kini sudah lebih dari 30 tahun umur “Bento” dan masih terus berkumandang, sama sekali belum ada tanda-tanda menghilang.

Selamat jalan, Naniel Yakin. Terima kasih untuk sumbangsih karya dan inspirasinya.

Innalillahi wa Innailaihi Rojiun.

 

____