Amazing in Bed Kabulkan Mau Fans dan Sinyal Manggung Lagi

Nov 13, 2021

Band riot grrrl/post-punk asal Jakarta, Amazing in Bed kembali dengan membawa kabar baik. Album penuh satu-satunya dalam karier mereka, self-titled yang beredar tahun 2008 lalu dirilis format digital tanggal 24 November 2021.

Penggarapan album saat itu melibatkan Joseph Saryuf sebagai sound engineer. Album diproduksi Sinjitos menampilkan total sepuluh lagu, “Riot Girl”, “Huru Hara”, “Hedonism Clanirism”, “Dance”, “Video Game”, “Sit All Day”, “Jakarta Lovely City”, “My kick Ass lover”, “The Day You Cheated”, dan “Romansick” nomor yang menjadi anthem band. 

Ketika rekaman, Amazing in Bed beranggota Dyana Savina Hutadjulu (vokal), Nicko Krisna (gitar), Pondra Novara (bas), Aldien Haekalani (gitar), dan Vembi Wiraseba (drum). Mereka sempat tampil di berbagai acara, dari mulai kampus, pentas seni sekolah, komunitas, maupun panggung underground selama 2008 – 2011. 

Amazing in Bed sempat tiga kali berganti vokalis. Pertama, Dyana Savina Hutadjulu vokalis asli mereka yang hengkang karena menempuh pendidikan di Belanda. Hengkangnya Vina di waktu yang bersamaan dengan perilisan album self-titled

Setelah Vina keluar, Amazing in Bed merekrut Lani Leyli yang menjadi vokali kedua band. Ternyata Lani hanya bertahan satu setengah tahun. Hingga posisi vokal terakhir band diisi Maya Mayow.

 

Band sebenarnya memiliki status ambang, antara bubar dan vakum. Kami pun coba menanyakan hal tersebut kepada Nicko Krisna hari Jumat (11/11). Ia mengatakan, Amazing in Bed terakhir manggung di festival musik Java Rockin’land tahun 2011. 

Mereka juga sudah menyiapkan materi album kedua saat itu yang sudah masuk tahap mixing dan mastering. Album kedua yang berisi sepuluh lagu dengan vokalis Maya Mayow.

“Sudah mau dirilis sama Lil’ Fish Records punyanya Agus Sasongko. Tapi enggak jadi. Ada beberapa dealing point yang menurut kami agak kurang OK. Dari akhir 2011 sudah enggak tau lagi kabarnya itu lagu-lagu nasibnya seperti apa. Sebenarnya beberapa materinya sudah sering banget dibawain dari zaman si vokalis kedua Lani Leyli, sudah sempat keluar videonya juga. Meski agak-agak kureng juga sih videonya [tertawa]. Ya, video standar zaman itulah,” kata Nicko.

 

Kemungkinan band untuk jalan lagi pasti ada. Namun, Nicko tidak terlalu ambisius mengingat sudah sepuluh tahun lamanya sesama personel tanpa pertemuan yang intens membicarakan kelanjutan karier mereka. 

Album pertamanya ini dirilis ulang dalam format digital bukan tanpa alasan melainkan banyaknya permintaan dari fans yang sangat menginginkan album bisa didengarkan secara streaming.

“Ini juga inisiatif gue masukin lagunya ke digital streaming platform karena sayang saja. Kami pernah punya fans fanatik gitu yang ngikut setiap AiB (Amazing in Bed) manggung, dan kalau lihat-lihat di Twitter, YouTube, Instagram, masih banyak yang rindu band ini,” jelas Nicko.

Meski begitu, fans Amazing in Bed perlu waspada. Nicko mengungkapkan, bahwa band bisa saja jalan lagi, “Kemarin sama salah satu teman yang jadi program director salah satu festival musik terbesar di Indonesia saat ini, sudah ada obrolan untuk reunian di acara tersebut. Ya, kalo personel lainnya OK semua. Kami cus dengan formasi personel yang ada di album pertama.”


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
gegen
gegen
2 years ago

gokil! akhirnya band yg lagu-lagunya nemenin masa kuliah go’ut come back! semoga beneran comeback deh. rindu liat mereka manggung coy, tiap bawain romansick epik abis siiiiihhh

Eksplor konten lain Pophariini

5 Alasan MALIQ & D’Essentials Enggak Bubar

Menyambut perilisan album baru MALIQ & D’Essentials, Can Machines Fall In Love? tanggal 30 Mei 2024, kami menemui mereka di sela-sela waktu latihan hari Selasa (21/05) di studio Mad Haus.   View this post …

Pudar Lanjutkan Karier Bermusik dengan Merilis 3 Single Sekaligus

Setelah terinspirasi Weezer untuk single “Satuperdua” yang meluncur tahun lalu, kini Pudar langsung merilis 3 single sekaligus dengan memakai nama band sebagai judulnya. Di antara judul-judulnya seperti “Buatlah Kelam Terdiam”, “Dalam Pertanda”, dan “Ruang …