Apa Kata Musisi Masa Kini Tentang Benyamin

5421

Sebelum Benyamin, tak ada musisi yang seperti dia. Rolling Stone Indonesia menobatkannya di urutan jawara dalam daftar 50 Penyanyi Terbaik Sepanjang Masa.

Tak bisa dipungkiri, Benyamin S adalah seorang maestro. Ia adalah aktor dan  musisi serba bisa, tergantung dari sisi mana orang melihatnya.

Budaya Betawi yang kerap diekspresikan di lebih dari 75 album musik dan 53 judul film membuat dirinya menjadi orisinal, tak ada tandingannya.

Merayakan hari kelahiran Benyamin pada 5 Maret, Pop Hari Ini mengundang vokalis-vokalis band tanah air untuk bersuara tentang sosok almarhum.

Bang Ben dan Ida Royani di Jakarta Fair / arsip perpusnas.go.id

Sedari kecil, David Bayu dikenalkan dengan lagu-lagu Benyamin.

Cuman kalau dulu kagak spesifik banget, baru pas kuliah ada momen di mana gue naik angkot, si supir angkotnya muter lagu yang gue tahu judulnya “Kilik Kuping,” ujarnya. David masih ingat ketika itu ekspresi pertamanya mendengarkan lagu Benyamin adalah tertawa-tawa sendiri kemudian dilihat banyak orang di angkot.

Seiring waktu berjalan, vokalis band Naif ini banyak mendengarkan karya-karya Benyamin, empat di antaranya adalah nomor yang jadi favoritnya.

Di studio rekaman bersama Ida Royani/foto arsip perpusnas.go.id

“Lagu-lagu favorit gue adalah ‘Kilik kuping’, ‘Digebukin’, ‘Koboi Ngungsi’ dan ‘Tarzan Kota’,” katanya.

Seorang seniman sejati, begitu David melihat sosok legenda musik pop dan budaya betawi ini. “Seorang artis yang unik, natural apa adanya dan bisa jadi dirinya sendiri,” ujarnya.  

Benyamin Saat Menang Piala Citra tahun 1973. Foto dari @FILM_Indonesia

Senada dengan David, Jimi Multhazam kali pertama mendengarkan Benyamin sejak di bangku sekolah.  

“Waktu masih tinggal di Jatinegara, umur gue 6 tahun ketika mendengar lagu-lagu Benyamin, nah pas kuliah baru gue kulik lagi. Gue sempet juga punya kaset-kasetnya, tapi pas krisis moneter gue obral di bazaar kampus” kenang Jimi.

Vokalis The Upstairs ini punya kesan tersendiri ketika mendengarkan lagu-lagu Benyamin, “Dia itu pelawak yang jago improve, kalo dari musik ya menurut gue pioneer freestyle hip hop itu ya die,” ujarnya.

Sedangkan soal gaya di atas panggung, Jimi membandingkannya dengan James Brown. “Benyamin itu James Brown-nya Indonesia,” akunya.

Benyamin dikenal dengan banyak hits. Karyanya bisa melebur batas-batas genre menjadi sangat original. Dan “Superman” adalah lagu Benyamin favorit versi Jimi.

Benyamin dan Christine Hakim di Festival Film Indonesia tahun 1977. / arsip perpusnas.go.id

“Gue suka banget Indolish-nya. Dan musiknya agak psych gitu, gue suka,” kata Jimi.

Meski tak mungkin, namun apa jadinya jika Benyamin masih hidup? “Pastinya bakal main di Synchronize Fest dan gue yakin pade ngantri yang mau ngiringin doi. Penontonnya bisa jadi lebih rame dari Payung Teduh, hehehe” tutupnya.

Tiap orang tentunya punya lagu Benyamin favoritnya masing-masing.

Mohammad Tria Ramadhani atau yang disapa Tria sangat tergila-gila dengan “Badminton”. Lagu yang berbicara tentang indahnya permainan yang mengharumkan nama Indonesia di mata dunia ini menurutnya sangat brilian.

“Ide ngangkat tema badminton jadi lagu, untuk disaat itu gue denger sih sangat jenius, dan yang paling jenius ada lirik yang tektokan gitu kan, jadi dia bisa menerjemahkan kegiatan ber-badminton ke dalam sebuah lagu. Edaaaann itu sih buat gue,”ujar Tria.