72

Attracts – Asam Haram

Artist: Attracts
Album: Asam Haram
Label: Smartest Bomb Records
Peringkat Indonesia: 7/10

Oase sekaligus bagi pendengar yang rindu mendengar punk dan power pop Indonesia 

Munculnya nama Attracts dalam skena musik Indonesia hari ini sedikit banyak menarik perhatian saya. Bukan membandingkan, namun kerinduan akan trio yang lahir dari subkultur mods yang diadaptasi di Indonesia yang pupus setelah vakumnya Innocenti telah terobati dengan munculnya revivalis-revivalis muda ini.

Ini mengapa di artikel saya menaruh harapan besar untuk band yang baru menelurkan mini album ini. Menjadi yang unik dari kumpulannya, adalah tugas yang besar untuk memberikan sesuatu yang berbeda kepada pendengar musik tanah air.

Baca juga:  Resensi: Murphy Radio - Murphy Radio

Secara musik, Attracts cukup bergairah. Musik pop dengan power chord guitar, meneruskan tradisi yang dibawa The Who era ’65, The Jam di era 70an sampai ke The Riffles pada hari ini. Sebuah set 3 kunci gitar standar, musik ber-beat cepat dan konstan, pas menjadi teman dansa di klab dan bar terdekat di akhir pekan.

Selain musik, Asam Haram punya tema yang menarik. Liriknya mengkritisi sebuah narasi aktual. Seperti “Asam Haram”, tulis sebagai reaksi akan kasus Fidelis soal penyalahgunaan ganja untuk kebutuhan medis istri, yang kemudian dilontarkan dalam bentuk lagu yang menyoal sistem di tatanan kelas masyarakat. Ada “Sikut Sana Sikut Sini” yang menarasikan kejamnya politik di dunia kerja serta dua lagu lain yang menyoal sisi kehidupan keseharian.

Baca juga:  Resensi : Idhar Resmadi - Jurnalisme Musik Dan Selingkar di Wilayahnya

Di balik visual sampul yang tertata baik dan provokatif, sayangnya sebagai sebuah debut rekaman mini album ini punya sedikit kekurangan. Sebagai sebuah gebrakan, empat mini album ini seharusnya bisa menunjukkan kekuatan mereka sebagai band power pop yang yang gagah ketimbang balada pop gitar akustik yang rawan berujung kebosanan.

Juga ketika didengarkan berulang kali, akan sangat seru jika tempo tiap track di mini album ini bisa sedikit lebih cepat – tempo yang umum dilakukan band saat tampil live. Ini semata-mata saya rekomendasikan agar penonton bisa memvisualiasikan kira-kira suasana panggung seperti apa yang pas untuk band seperti Attracts: sikut-sikutan, berkeringat, meledak-ledak.

Sisanya, saya menunggu debut album mereka. Semoga ‘petasan’ ini bisa menjadi berubah menjadi dinamit di debut albumnya.

Baca juga:  Resensi : Monkey To Millionaire - Bipolar

 

______