Liputan: ‘Bagoyang’ dari Rumah di Flavs Virtual 

• Aug 19, 2020

Flavs Virtual berlangsung meriah dari tanggal 15 dan 16 Agustus 2020. Sebanyak empat panggung Boombox Stage, Rhyme & Grind Stage, Bounce Stage, dan Downtown Cypher Stage memberikan suguhan layaknya berada di sebuah festival musik secara nyata. 

Lama tak melewati antrean di pintu masuk secara nyata, penonton selama dua hari di Flavs bisa melakukan interaksi dengan menyalakan kamera laptop sekaligus berkomentar via ruang obrolan dari tempatnya masing-masing. 

Festival milik Visicita Network dan Dyandra Promosindo ini memang berbeda, ditayangkan langsung dari studio bilangan Ceger, Jakarta Timur berkat kecanggihan teknologi meski sambungan internet kadang menyebalkan. 

Hari pertama di antara yang tampil seperti Sonjah, De La House Live (Ezra Kunze & Pryanka Alexandra), Yura Yunita, Rontak, Eyefeelsix, Boogieman & Kenny Gabriel, Dekat, Matter Mos, Boyz Got No Brain, Imaniar, Ramengvrl, Saykoji, Rinni Wulandari, Marion Jola, The Bakuucakar Reminiscing Glenn Fredly, Teza Sumendra, Iwa K, Ras Muhammad, dan Brown Sugar. 

Rontak salah satu grup pionir hip hop Indonesia memberikan penghargaan kepada mendiang Glenn Fredly. Tak hanya Rontak, Yura Yunita yang juga sangat kehilangan Bung Glenn mempersembahkan lagu duet mereka berjudul “Cinta dan Rahasia”.

Cukup sulit memilih, ketika yang ingin kita tonton tampil di waktu yang berbarengan. Trio Dekat berkesempatan membawakan “Money” dan di panggung lain, Boyz Got No Brain alias BGNB melantunkan “Belaga Belgi”. Dedengkot hip hop Saykoji bersama rombongan menghidupkan suasana lewat “Tetap Hip Hop”.

Sesuai tema Flavs tak semuanya hip hop, Rinni Wulandari mewakili R&B/Soul turut ambil bagian. “Ini performa pertama kalinya setelah 5 bulan di rumah aja. Thank you Flavs for having me tonight,” kata Rinni yang kemudian membawakan single “Born Ready”.

Selain penyanyi solo, adapula The Bakuucakar format yang setia menemani setiap penampilan Glenn Fredly. Band kali ini ditemani Teddy Adhitya membawakan nomor macam “Sekali Ini Saja” dan “You are My Everything” yang bisa mengobati rindu penggemar Bung Glenn.

Band lama yang berdiri sejak 1999, Brown Sugar menutup Bounce Stage dengan membawakan lagu-lagu hip hop maupun R&B yang hit di masanya antara lain “Gangsta’s Paradise” Coolio dan “In a Rush” Blackstreet. Di waktu yang sama, Iwa K menghibur penonton Boombox Stage dengan “Tolong Dong” dan “Tikus Got”.

***

Hari Kedua Flavs Virtual makin seru karena pemenang B-Boy Battle dan Open Style Battle sudah ditemukan. Joe Million dan Sade Susanto di waktu yang sama memiliki penontonnya masing-masing sebagai pembuka. 

Sade membawakan “Excuses” dan “The Man Who Has Hurt Me” di Rhyme & Grind Stage. Joe balik ke rilisan empat tahun yang lalu berjudul “Si Miskin Omdonesia” di Downtown Cypher Stage.

Hanya butuh klik nama panggung di halaman dalam menelusuri panggung ke panggung lainnya di Flavs Virtual. Laze bareng kolaboratornya Ayub Jonn suarakan “Mengerti” dan bersama kolaborator lain Kara Chenoa nyanyikan “Turun dari Langit”. 

Selain Teddy Adhitya, Bounce Stage kedatangan Gamaliel. Tanpa Audrey dan Cantika, ia membawakan tembang “Gelap Malam”. Gamaliel pun memperkenalkan kembali “/ forever more /“, single perdana karier solonya yang rilis Januari 2020. “Bayi aku. Semoga kalian bisa nikmatin di rumah.”

Menjelang pergantian hari menuju tanggal kemerdekaan, Tuan Tigabelas memeriahkan Flavs Virtual dengan membawakan sederet nomor dari album perdananya, Harimau Soematra serta single “Westwew”.

T-Five sukses menutup Boombox Stage menjadi pertanda festival telah usai. Rombongan yang dikenal dengan setelan FUBU, tetap kompak tampil berseragam. Mereka membawa kenangan dari lagu-lagu hitnya “Tak Akan Hilang”, “Jangan Pernah”, “Di Ujung Mimpi”, “Mendua”, dan “Yang Terindah”.

Flavs memberikan penyegaran di tengah rindu serindu-rindunya akan keriaan festival musik. Musik tak pernah kehabisan akal untuk terus bergerak, disajikan dan dinikmati. Bertemu lagi di babak berikutnya! Semoga.

 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.

Eksplor konten lain Pophariini

Resensi: Sunwich – Storage

jika anda penyuka katalog gelombang baru band indiepop vokalis perempuan, anda harus memberikan Sunwich kesempatan untuk dipasang kencang-kencang.

Mau Tau Banget?: Mentor Interview – Laleilmanino

Selamat datang di edisi perdana Mentor Interview! Sekilas mengenai Mentor Interview, kami berkeliling menemui nama-nama yang sudah tidak asing lagi di industri musik Indonesia saat ini. Nama-nama yang kami temui, mempunyai keahliannya masing-masing di …