Ben Utomo – Indo Kid

74
Indo Kid
Indokid. album Ben Utomo

Sejak Def Jam, label hip hop legendaris US yang kini berada di bawah payung Universal Music itu membuka perwakilannya di Indonesia dengan nama Def Jam Indonesia, saya yakin tidak sedikit musisi hip hop lokal kita yang mengirim karyanya ke label ini dengan harapan bisa dirilis dan menjadi sesuatu.

Sebagai label bergengsi, Def Jam pastinya very picky. Semua daftar musisi hip hop label ini adalah wujud perwakilan pribadi masing-masing yang berkarakter dan layak dipertanggungjawabkan sebagai satu dari wajah hip hop Asia.

Ben Utomo beruntung bisa menjadi bagian dari keluarga besar hip hop Def Jam Indonesia, atau mungkin sebaliknya, Def Jam bisa jadi yang beruntung mendapatkan Ben. Rapper asal Indonesia ini memang sudah digadang-gadang sejak 2018 sebagai ‘rapper muda Indonesia dengan kualitas Internasional’ (mengutip judul ulasan sebuah media lokal)

Memadukan Indo dan Inggris dalam setiap guratan kata yang membungkus gaya-gaya trapnya, Ben yang sudah berkarier secara profesional sejak 2014 memang bukan anak kemarin sore.

Dan seperti layaknya manusia dan musisi, tiap tahun, pengalaman membuat gaya dan rasa dari Ben kian matang. Ini tercermin dalam album baru – yang keempat, Indo Kid.

Ini jelas terlintas jelas dari tajuknya, Indo Kid. Judulnya sendiri seperti sebuah pembuktian yang real dari setiap darah dan keringat yang tertumpah sejak Ia menulis “Die Rich” di tahun 2015. Indo Kid menunjukkan rasa asia yang siap didengar di semua belahan dunia dalam satu payung besar hip hop.

Baik sebagai album dan lagu, “Indo Kid” adalah pengenalan ulang Ben Utomo kepada semua orang yang belum ‘ngeh’ atau mungkin lupa dengan dirinya.

“Dulu banyak tanya gua siapa, woy / Anak itu datangnya dari mana, woy / Bekasi, California, lalu Jakarta, woy / Indo Kid Ram ku masih sama, woy / Aku takkan pernah diam di tempat / Senang atau susah semua kudapat”

Butuh pengalaman buat musisi hip hop buat menceritakan ulang kisah. Dan ini berhasil di Ben dengan pengalaman, all of his rocky moment yang kalau dihitung hampir satu dekade ini.

Baca juga:  Resensi: Zigi Zaga - Psycho Mob

“2018 kubuat skena panas / ’19 banyak diss coba panjat / ’20 aku balik lebih ganas”

Cerita-cerita kehidupan yang sama juga ditulisnya di “Masih Di sini” dan “Tak Kenal Lelah” dan “Itu Selalu”. Bukan sebuah ninabobo yang manis sebelum tidur, lagu-lagu ini lebih ke sebuah pidato yang membakar semangat.

Saya tidak bisa membayangkan jika lirik-lirik ini ditulis oleh rapper baru yang hanya punya 1 – 2 tahun pengalaman? Hmm, bukan cerita yang enak buat didengar. Kata-kata kaya “you don’t know me, lo gak tau siapa gue’ yang sering saya dengar di satu dua lirik lagu hip hop di luaran sana akan berarti jika yang menulis adalah ia yang punya banyak pengalaman panjang sebagai musisi hip hop, terutama di negara dunia ketiga seperti Indonesia.

To be fair, hip hop Indonesia / Asia hari ini memang tak lepas dari sosok Rich Brian yang memang meloncat dengan trampolin yang mahal bernama 88 Rising setelah bertaruh ke negri Paman Sam. Namun saya yakin bahwa hip hop lokal kita, dengan kualitas musik dan penulisan kata-kata bisa mencaplok kuping dunia. Def Jam Indonesia saya rasa bisa menjadi trampolin yang tak kalah bagusnya dibanding 88 Rising.

Sama seperti musisi-musisi di ranah musik keras (baca: metal) yang terlebih dulu sudah mencicipi panggung internasional yang cukup. Saya berharap ada banyak lagi musisi hip hop yang bisa membuat taji di kancah internasional. I put high hopes buat Ben Utomo (and Def Jam)

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments