200

Berlayar Bersama Dried Cassava

Dried Cassava, 2018 / dok. Dried Cassava.

Hari Rabu (5/12) kemarin mencatat genap tigabelas tahun sudah band bernama Dried Cassava. Para personilnya: Bassist Bana Drestanta, gitaris dan vokalis Baskoro Adhi Juwono, drummer Kago Mahardono, gitaris Nandie Daniel Febryan juga vokalis Saraswati Widyahapsari merayakannya dengan merilis single terbaru berjudul “Berlayar”.

Absen sekian lama baik di panggung rupanya dimanfaatkan band indierock asal Jakarta ini dengan bersemedi di studio, meramu materi-materi untuk calon album ketiga mereka dan Berlayar didapuk menjadi single pertama dari album ketiga mereka yang akan diriis tahun depan.

Jika pendengar sudah mengetahui bahwa Dried Cassava adalah guitar band dengan emosi yang menggebu-gebu lewat dua album dari Mind Thieves, atau album eksperimental yang cuek, Sensitive Explosive, maka meski prematur, namun “Berlayar” bakal menjadi lagu kunci bakal seperti apa wajah musik Dried Cassava di tahun depan.

Baca juga:  Winky Wiryawan, Still Fine dan Kembali Ke 90-an

“Berlayar adalah karya yang sentimental. Tertuang banyak elemen penting masing-masing personil. “Berlayar” menyiratkan emosi dan energi perjalanan 13 tahun kami. (Berlayar) adalah tentang Kehidupan, pendewasaan, cinta, dan keluarga” ungkap Nandie.

Dari mendengarkan lagu yang diperkaya oleh pemakaian instrumen baru seperti organ dan synthesizer, kita tahu bahwa ke depannya Dried Cassava akan lebih eksperimental, membuka diri bahwa ada harmoni-harmoni lain selain perpaduan gitar saja.

“Meskipun diperkaya dengan instrumen baru, namun mereka tidak akan mengubah karakter musik secara keseluruhan,” ujar mereka.

Bakal seperti apa album ketiga Dried Cassava ini? Sabar dan tunggu kejutan mereka di tahun baru nanti.

Comments
Previous articleHabis Mabuk Laut Terbitlah Ratu Pantai Selatan
Next articleR&B Pop Moe Hummid Yang Tidak Fasih
mm
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.