Bosen Musik Zaman Sekarang? Dengerin Bossanova lah!

Oct 26, 2021
Kolom Kampus

Yup, isn’t it boring just to think that we all listen to templated-popular-music nowadays? Kita disuguhi lagu-lagu ‘ngena’ alias easy listening. Lagu-lagu tersebut beredar dengan sangat cepat hingga kamu bisa bilang lalu lintas musik penuh dengan musik dengan tipe yang sama, kalau enggak lagu galau menye, ya lagu upbeat dengan formula yang mirip dari lagu ke lagu.

Enggak jadi masalah sama sekali, memang lagu populer akan terus berubah setiap dekade, pastinya lagu “populer” akan sama tipe musiknya, saya enggak bilang itu adalah sebuah masalah, justru bagus untuk perkembangan musik di seluruh dunia. Di satu sisi, selalu update dengan perkembangan musik adalah hal yang sangat baik, dan kita sebagai pendengar musik dapat dengan langsung melihat perubahan musik pop saat ini dan mendukung musisi-musisi tersebut, tapi tidak ada salahnya jika kita kembali mendengarkan lagu yang pernah menjadi gaya lagu ‘pop’ pada masa lalu, yaitu Bossanova. 

Bossanova pernah cukup populer di telinga masyarakat indonesia pada tahun 1970-an dengan aksen lagu mereka yang santai, bisa membuat kepala mengangguk-angguk dan membuat kita terbawa oleh alur musiknya yang membuat perasaan seolah senang yang kalem begitu. Jika kita mengambil contoh, mungkin mirip ketika kita ada di fase mencintai orang yang sudah pasti mencintai kita balik, senang tapi ya kalem saja karena sudah tau kalau dia sudah pasti menerima kalau ditembak (cie). Lagu Bossanova ini sendiri, seringkali membawakan perasaan seakan bagaimana kita menikmati hidup yang mewah. Bossanova ini lahir di Brazil pada tahun 1950-an, Bossanova di Indonesia mengalami beberapa modifikasi agar dapat lebih mudah dicerna oleh masyarakat Indonesia. 

 

Bossanova lahir dari aliran musik jazz, sehingga kita dapat mendengar aksen-aksen musik yang crispy dan nyentrik. 

Di jaman dulu, Bossanova juga dijadikan alternatif dalam meng-cover lagu keroncong Jawa yang dianggap lagu orang tua, hasilnya? Bossanova sukses melakukan rebranding pada lagu Jawa dan pada akhirnya cukup banyak lagu Bossanova yang menggunakan bahasa Jawa.

Perkenalan Bossanova di masa kini juga dilakukan oleh Danilla Riyadi, pada lagu “Senja di Ambang Pilu” di album Telisik. Nah, menurut kalian lagu yang kayak begitu enak didengar enggak sih? Kenyataannya lagu “Senja di Ambang Pilu” menjadi populer kan? Apa kalian enggak kepengin dengerin lagu yang tipenya sama kayak begitu? Nah, terus sekarang juga lagi banyak banget anak muda yang mulai dengerin lagu-lagu jadul, mungkin dimulai dari Dewa 19 dan mulai ngedengerin lagu dari artis/band yang lebih senior entah itu Chrisye, Utha Likumahuwa, atau masih banyak lagi artis lain. Bahkan, iklan-iklan sekarang juga banyak yang pakai lagu dari artis jadul itu dan dengan lagu mereka yang bernada ‘catchy’ dan beda dengan lagu populer jaman sekarang, justru itu yang jadi bikin kita terngiang-ngiang. Btw sebelum kita lanjut, kita sebut Bossanova jadi Bossas saja ya, biar lebih simpel. 

Di genre Bossas (fun fact: sebutan ini hanya ada di Indonesia, tidak ada julukan tersebut di Brazil, kota asalnya) juga ada beberapa artis yang bisa dibilang sukses dan menghasilkan lagu-lagu timeless dan masih eksis di playlist jadul spotify anak muda, seperti Yanti Kosasih, Rafika Duri, juga Harvey Malaiholo. Nah, ada juga nih yang mungkin kalian belum pernah dengar namanya, tapi kalau dicari lagunya enak-enak dan enggak bikin rugi buat kalian yang masih mikir mau nyemplung ikutan dengar lagu Bossas, contohnya seperti Ireng Maulana, Margie Segers, Candra Darusman, dan masih banyak lagi sebenarnya.

Tapi kalau ngomongin begitu sih orang-orang juga bisa dan enggak ada habisnya ya kan? Terus kenapa sih saya bikin artikel ini? Kenapa saya ngajak kamu semua buat dengerin Bossas? Sekarang saya mau ngobrol dan diskusi sama kamu semua.

Saya berani menyarankan kamu buat dengerin lagu Bossas karena selain itu bisa me-refresh telinga kamu dalam permusikan, lagu Bossas juga seperti yang saya bilang di atas, bisa buat kamu ngerasa santai dengan “bossy” dan tentunya ramah banget juga di telinga kamu. Saya juga bisa bilang lagu Bossas ini adalah lagu yang bisa dibilang easy listening di mana kamu enggak harus mikir “Di mana enaknya nih lagu?”, “Seni lagu begini di mana sih?” atau pikiran-pikiran lain untuk menilai lagu ini tuh lagu bagus dan worth it buat kamu dengerin. Kamu cukup duduk santai, buka aplikasi musik kamu, dan ya sudah dengerin saja sambil santai karena lagu ini cocok banget buat didengerin sambil santai.

 

“Jangan takut atau malu kalau teman-teman kamu bilang kamu jadul selera musiknya. Memang kenapa kalau suka lagu jadul? Memang enak kok!”

Lagu jadul juga kan lagi naik nih dan banyak didengerin bareng anak-anak tongkrongan kamu buat karaoke atau cuma sekadar nyoba dengar lagu era mama papa kamu dan ternyata kamu suka dan liriknya juga masih relate banget sama kehidupan kamu padahal berbeda era. Bahkan saya pribadi sering ngerasa amazed dengan lirik-lirik lagu jadul yang masih relate sama saya dalam percintaan ataupun kehidupan sehari-hari.

Nah, lagu Bossas ini juga sangat kompatibel buat masuk ke playlist lagu jadul yang kamu bikin. kalau kamu masih bingung atau bimbang mau masukin lagu-lagu apa saja, saya kasih beberapa lagu buat referensi kamu:

  1. Dara – Harvey Malaiholo
  2. Semua Bisa Bilang – Margie Segers
  3. Tersiksa Lagi – Rafika Duri
  4. Pelangi Cinta – Jamal Mirdad
  5. Asmaraku – Dian Piesesha
  6. Indahnya Sepi – Candra Darusman, Linda Marlina
  7. Lho – Iwan Fals
  8. Senja Dibatas Kota – Nia Daniaty

Nah kamu bisa dengerin lagu-lagu di atas dan langsung saja pilih lagu Bossas mana yang kira-kira cocok buat masuk ke playlist kamu untuk menemani lagu jadul kesukaan kamu. Dengan dengerin Bossas ini, mungkin bermanfaat buat menambah referensi musik kamu biar lebih luas dan mengenal lagu “pop” era 70-80an di Indonesia.

 

“Kamu mah sukanya lagu pop, lihat dong saya sukanya jazz yang berkelas”. Kenapa kita harus membuat kelas buat dengerin lagu yang diciptakan buat dinikmati?

Buat kamu yang memang suka dengan musik jazz, kamu enggak akan kesulitan buat suka atau setidaknya relate sama Bossas, sih! Buat kamu yang suka lagu pop juga, saya bisa bilang kalau kamu enggak perlu effort yang banyak untuk bisa menikmati lagu Bossas, karena seperti yang saya bilang, Bossas tuh easy listening tapi ada aksen jazzy-jazzy yang classy. Saya menyarankan kamu yang belum pernah dengerin Bossas buat dengerin Bossas setidaknya sekali seumur hidup kamu, karena menurut saya Bossas ini bisa menggaet dua pasar sekaligus, pasar jazz maupun pop pada saat itu, dan menurut saya sampai sekarang juga masih kok!

Jangan khawatir juga buat kamu para bucin dan bucin yang tertolak, kalau kamu cuma suka lagu dengan lirik cinta-cintaan, lagu Bossas ini banyak yang menceritakan cinta juga. Saya sebagai seorang budak cinta yang mencoba untuk jadi classy sangat menyarankan kamu buat dengerin Bossas, dan stop bilang “Ini musik saya, itu musik kamu”. Musik apapun bisa dinikmati oleh kelas apapun, dan itu dibuktiin oleh bossas. Jadi, yuk dengerin bossas!

Sincerely,
Budak Cinta.

 


Penulis: Mada Nitasara
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unpad yang hobi mendengarkan musik, kebetulan bisa nulis juga. Jadilah suka menulis musik. Ditandai dengan “Sincerely, Budak Cinta” di tiap akhir tulisan.
iG: @mdnits 

Penulis
Pop Hari Ini
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Rizky Febian dan Kejutan-Kejutan Tentang Cinta

Belum puas dengan empat nomor tunggal yang dihadirkan di sepanjang tahun, kini Rizky Febian kembali menghadirkan sebuah nomor tunggal terbarunya.

Makin Banyak Koleksi Lo, Makin Gede Tanggung Jawab Lo

Kalau lo seorang kolektor vinyl, pasti sudah sadar kalau memiliki jumlah records yang bertumpuk-tumpuk bukan hal yang aneh lagi. Tapi dengan tumbuhnya koleksi lo, kalau enggak dirawat pasti ada satu atau mungkin beberapa vinyl …