268

Dari Jakarta sampai ke London, Simak Jurnal Pemenang Go Ahead Challenge 2018

Pemenang GAC 2018 Gabriela (dua dari kiri) dan Atyho (kanan) berkonsultasi dengan Widi Puradiredja saat sesi rekaman MAD di Abbey Road

Tak bisa dibayangkan bahwa kompetisi Go Ahead Challenge 2018 bisa membawa dua orang dari daerah yang berbeda berkumpul bersama di tempat di belahan bumi yang lain. Gabriela Elisabeth Edawani Fernandez dari Jogja dan Muhammad Fahaad Difinubun dari Maluku menghabiskan waktu berkualitasnya melihat proses rekaman salah satu band terbesar di Indonesia, Maliq & D’Essentials (MAD), di studio legendaris dunia, Abbey Road.

Selama Seminggu, dua pemenang ini mendapat kesempatan berharga untuk melihat Maliq & D’Essentials merekam materi-materinya di dalam studio rekaman yang pernah dipakai The Beatles tersebut. Baik Gabriela dan Muhammad Faad atau yang disapa Atyho ini mendapatkan pelajaran bagaimana teknis rekaman sebuah band yang baik dan benar. Dari mulai persiapan alat, mencari sound yang diinginkan sampai ketika benar-benar siap dan mulai rekaman dari lagu demi lagu, semua diamati mereka secara seksama.

Baca juga:  Konser Kecil Pamitan Bonita & Adoy Pindah ke Salatiga
Suasana persiapan rekaman Maliq & D’Esentials di Abbey Road, London.

Selama proses rekaman di Abbey Road Studio, Widi Puradiredja, drummer Maliq & D’Essentials yang juga menjadi kurator dan mentor Go Ahead Challenge 2018 mengajak serta Gabriella dan Atyho untuk terlibat dalam persiapan dan sound processing bersama Geoff Pesche. Mereka belajar langsung dari Widi dan personil MAD lainnya untuk mengenal lebih dalam perihal persiapan teknis rekaman, kerjasama dan manajemen tim, hingga obrolan soal alat-alat musik dan bunyi yang dihasilkannya. Atyho yang menggeluti bidang musik dan visual art, banyak menggali ilmu di dalam studio, terlebih ketertarikannya terhadap piano yang berumur 200-an tahun yang Ilman mainkan di sela-sela rehearsal.

Gabriela berkonsultasi dengan Widi soal teknis rekaman / foto: Mogot.

Sementara Gabriella banyak mengambil inspirasi untuk karya-karya musik dan stage performancenya dari merasakan langsung magisnya proses rekaman di Abbey Road Studio

Baca juga:  Pesta Suara Disko dan Diskoria Di Tokyo

“Dari sesi rekaman MAD ini, aku bisa belajar banyak dari mas Widi bagaimana cara menanggapi dan menanggulangi perbagai masalah teknis dan non teknis yang ada di dalam proses rekaman. Bagaimana cara menjaga mood dan dinamika agar proses rekaman bia berjalan dengan baik,” tambahnya.

Gabriela sempat berkonsultasi dengan gitaris MAD, Lale soal teknis rekaman / foto: Mogot.

Musisi yang juga pengajar action painting ini bahkan membuat catatan kecil di buku jurnalnya terkait dengan rekaman live Maliq & D’Essentials di Abbey Road ini. Beberapa pertanyaan pun tercatat dengan baik seputar rekaman, baik tentang frekuensi suara, tentang miking, set up rekaman dan lain sebagainya seperti yang sudah dijelaskan secara lengkap oleh Widi, mentornya.

Gabriela bahkan dilibatkan sampai ke control room untuk mengetahui bagaimana proses mixing dan mastering itu dilakukan.

Hal yang sama pun dirasakan Atyho, musisi yang terkenal dengan merakit alat musiknya sendiri ini terkesan dengan alat-alat musik yang ada di studio Abbey Road, salah satunya adalah piano challen. Ia begitu terkesan dengan bebunyian yang dihasilkan oleh piano yang pernah dipakai oleh The Beatles ini. Aytho beruntung bisa merasakan dan mencoba bunyi piano challen, mempelajari bagaimana piano tersebut bekerja.

Baca juga:  Levi’s®️ Band Hunt 2018, Jalan Alternatif Mencari Band Unik dan Otentik

“Dari sini saya menjadi tertantang untuk membuat alat musik dengan bunyi secantik piano tersebut,” kesannya.

Pemenang GAC 2018 bersama Widi dan Geoff Pesche, engineer yang memixing/mastering single baru MAD di Abbey Road / foto: Sheila