Dekat dan Kisah Golok Krisis Eksistensial Bernama Machete

152
Dekat / foto: Musik Dekat

Penghujung Januari kemarin, Dekat merilis single terbaru bertajuk “Machete”. Sebuah lagu yang bercerita tentang pengaruh buruk media sosial akan kondisi mental seseorang yang terlalu banyak menghabiskan waktu di sana.

Machete berawal sebuah fakta bahwa media sosial memaparkan cerita sukses orang di sekitar, sementara ada orang lain yang hanya bisa diam di tempat. Ini diumpamakan mereka seperti menggali kuburnya sendiri di dunia maya. Parahnya, hal ini pernah dialami Kamga, Chev, dan Tata tahun 2019.

Bertiga, mereka mengalami ‘krisis eksistensial’ akibat media sosial.

Kita follow-follow-an sama temen-temen yang karirnya jauh lebih sukses dari kita, dan sosmed mereka ya, tentang kegiatan karirnya terus. Karir yang kita mau tapi kita nggak punya,” ujarnya.

“Lama-lama mulai dateng perasaan ‘kok gue gabisa kayak mereka ya?’ yang akhirnya berkembang ke ‘apa sih, mereka emang harus post terus ya’ atau ‘perasaan lagunya biasa aja tapi kok terkenal ya, gimana sih orang’, dan lain-lain.” akunya.

Kepada kami, Kamga mengaku perasaan yang harusnya bisa dihentikan dengan beristirahat dari media sosial sampai hati tenang, namun di sisi lain media sosial sudah menjadi candu, harus ‘dikasih makan terus’.

“Sampe ngiris hati kita pelan-pelan setiap harinya hingga habis. Perasaan ini kita ibaratkan seperti machete (golok) tumpul yang ngiris kepala kita setiap hari. Nggak terlalu sakit, tapi lama-lama putus juga,” ungkap Kamga tentang cerita lagu terbarunya.

Judul lagu yang diambil dari salah satu film favorit para personel Dekat yang diperankan Danny Trejo berjudul Machete menjadi kiasan yang tepat. Dekat mengibaratkan media sosial layaknya algojo dengan belati yang tumpul, mengiris perlahan lahan setiap harinya, yang tanpa disadari telah mematikan sejak hari pertama.

____