Di Balik Panggung Joyland Jakarta 2023

Nov 27, 2023

Joyland Jakarta sukses berlangsung tanggal 24 – 26 November 2023 di Stadion Baseball GBK Senayan. Meski diguyur hujan yang lebat di hari pertama dan kedua, festival asuhan Plainsong Live ini tetap berjalan lancar dengan situasi yang bisa teratasi dengan cara yang sigap. 

Di tengah barisan penampil internasional yang menjadi incaran penonton seperti Mew, Last Dinosaurs, Fleet Foxes, Otoboke Beaver, dan tentu Interpol, Joyland juga memberikan persembahan dari nama-nama lokal yang tak kalah spektakuler.

Edisi Jakarta di tahun ini, Joyland menghadirkan terobosan yang cukup mencengangkan dengan menyewa satu area Tennis Indoor Senayan untuk menjadi ruang bersantai para penampil lokal maupun internasional.

Area tersebut diberi nama Artist Village yang menyediakan fasilitas seperti meja makan dan minum prasmanan, photo booth, arcade game, biliar, pingpong, dan basket. Joyland pun mendaulat White Shoes & The Couples Company untuk menjadi tuan rumah di area ini dengan menyediakan DJ booth yang memainkan lagu-lagu pilihan para personel band.

Arcade game di Artist Village / Dok. Syauqi Ibrahim

Ring basket di Artist Village / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Ferry Dermawan selaku Program Director Joyland mengatakan, Artist Village tercipta berangkat dari pertanyaan musisi internasional tentang bagaimana sebenarnya musik Indonesia.

“Kami bersama White Shoes & The Couples Company bikin kayak listening bar. Jadi, kalau si international artist nanya musik-musik Indonesia seperti apa, White Shoes bisa ngasih rekomendasi yang tepat,” kata Ferry saat ditemui Pophariini.

Ferry Dermawan, Program Director Joyland Festival / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Kami ditemani oleh LO media berhasil masuk dan mengambil beberapa momen di Artist Village selama 3 hari pergelaran Joyland Jakarta. Kami juga berhasil menangkap kegiatan para musisi saat mereka sedang bersantai di area festival.

Simak di bawah ini.

Hari pertama

Dinginnya cuaca karena hujan tidak menghilangkan kehangatan di Artist Village. Alunan musik Indonesia pilihan White Shoes seakan menjadi soundtrack setiap kejadian di ruangan tersebut.

Booth DJ persembahan White Shoes & The Couples Company / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Sembari rekannya memainkan lagu-lagu pilihan, beberapa personel White Shoes yang lain dapat terlihat menyapa setiap orang yang datang ke ruangan.

John Navid berinteraksi dengan pengunjung Artist Village / Dok. Syauqi Ibrahim

Aprimela Prawidiyanti memainkan lagu-lagu pilihannya / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Kami sempat melihat beberapa penampil usai mengabadikan momen bahagia mereka di photo booth yang tersedia. Bernadya adalah musisi yang berhasil kami tangkap sedang foto bareng temannya di sana.

Meski mengaku sedang tidak enak badan, solois asal Surabaya ini terlihat sangat menikmati waktunya saat berada di Artist Village. Sebagai catatan, Joyland Jakarta 2023 menjadi momen perdana Bernadya unjuk gigi di festival untuk mengisi panggung Lily Pad.

Bernadya sedang melihat hasil foto di Artist Village / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Selain ruang bersantai, Artist Village digunakan untuk menjadi tempat wawancara beberapa musisi pengisi Joyland. Proses wawancara penampil bisa juga dilakukan di ruangan yang terletak tidak jauh dari Artist Village.

Arswandaru dan Absar Lebeh dari Ali sedang diwawancara / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Hujan di hari pertama tidak memadamkan semangat rekan-rekan pers untuk mengejar narasumber yang ingin mereka wawancara. Hal ini terjadi berkat koordinasi yang baik dengan tim LO media Joyland yang sigap mengatur jadwal pertemuan kedua belah pihak.

Perjuangan rekan media menerjang hujan untuk melakukan wawancara / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Joyland dengan cermat juga memikirkan desain interior ruangan wawancara. Ruangan serba pink dengan aksen bulu-bulu menjadi pemandangan yang akrab kami saksikan selama meliput festival ini.

Suasana ruangan interview Joyland 2023 / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Hari kedua

Tidak separah hari pertama, hujan di hari kedua Joyland (25/11) berhasil menciptakan suasana sejuk. Jas hujan seakan masih menjadi barang vital yang harus dimiliki setiap orang yang berada di tempat acara.

Tim keamanan mempersilakan masuk kru yang bertugas di belakang panggung / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Beberapa penampil juga memiliki kendala yang sama dengan adanya kondisi alam ini. Seperti personel The Adams yang harus berjuang melewati hujan ke belakang panggung, sebelum menghajar panggung utama pukul 9 malam.

Ale menyambut Gigih yang masih memakai jas hujan di balik panggung. / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Di balik panggung Joyland hari kedua, kami berbincang dengan Hifdzi Khoir, salah satu komika yang mengisi panggung Shrooms Garden hari itu. Ia sempat berbagi komentar perihal Artist Village yang disediakan Joyland tahun ini.

Hifdzi bercerita, komunitas Stand Up Comedy Indonesia sempat menggunakan area Tennis Indoor Senayan untuk festival mereka di bulan Agustus lalu. Komika yang pernah bergabung di Stand Up Indo Yogyakarta ini mengaku kagum dengan Joyland karena bisa memanfaatkan tempat berkapasitas 5.000 orang tersebut sebagai ruang tunggu.

“Yang jadi tempat nunggu ini tempat acara kami. Sama Joyland cuma buat tempat nunggu [tertawa]. Luar biasa ini memang Joyland,” ucapnya.

Hifdzi Khoir kagum dengan balik panggung Joyland / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Salah satu penampilan yang menarik perhatian kami di Joyland Jakarta 2023 adalah Avhath. Sebagai band dengan musik paling keras di festival ini, mereka menyajikan penampilan luar biasa dengan menghadirkan pemain saksofon dan penari untuk set di panggung Lily Pad.

Kami sempat menemui Ekrig, sang vokalis usai tampil bersama Avhath yang saat itu belum menghapus face paint-nya. Pertemuan berlangsung di Artist Village yang dinobatkan oleh Ekrig sebagai area balik panggung terbaik yang pernah ia dan rekan-rekannya tempati selama 10 tahun karier mereka.

“Niat dan suasananya laid back banget. Jadi, gue yang mau manggung dan habis manggung kayak enjoy aja. Gak ada pressure, benar-benar bikin nyantai,” jelasnya.

Ekrig usai tampil bersama Avhath / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Hari ketiga

Di area dekat Joyland Stage dan Plainsong Live Stage, para pengunjung disuguhkan tulisan raksasa yang berbunyi, “Unfold the magic and seek new adventures in our land of joy”.

Tulisan ini merupakan penggalan dari lagu terbaru Mocca berjudul “Joyful Land”. Lagu diciptakan mereka atas permintaan dari penyelenggara untuk menjadi tema White Peacock, area anak yang selalu ada di setiap perhelatan Joyland.

“Kata-kata ini karena memang ini (Joyland) adalah peristiwa yang sangat magical ya, bisa kumpul bareng-bareng di sebuah tempat, keluarga juga bisa terpuaskan gitu,” jelas Arina Ephipania soal makna kalimat tersebut.

Mocca berpose di depan ‘karya tulis’ mereka / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Kembali ke area balik panggung, kami mengabadikan momen para personel LAIR asal Majalengka yang sedang menikmati fasilitas meja pingpong di Artist Village. Para personel Lair mengaku, pingpong merupakan olahraga favorit mereka.

Tedi dan Aaf dari LAIR adu pingpong / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Ketika memiliki hak istimewa untuk masuk ke area belakang panggung, kami tidak hanya bisa menyaksikan kegiatan para penampil, namun juga bagaimana kinerja pihak-pihak yang jarang mendapatkan sorotan dalam menjalankan tugas mereka yang tidak kalah penting demi berjalannya acara.

Tim logistik yang sibuk ke sana sini untuk mengantar kebutuhan di balik panggung / Dok. Syauqi Ibrahim

 

Sebagai festival yang pernah masuk ke daftar 5 Festival Musik Terpophariini karena kenyamanan, Joyland Jakarta 2023 berhasil meningkatkan pencapaian mereka dari tahun sebelumnya untuk para penampil dengan kehadiran Artist Village.

Dari sisi pengunjung, Joyland berhasil mempertahankan kenyamanan dengan penanggulangan yang cekatan untuk segala kemungkinan. Area merokok kali ini pun diperluas tidak seperti tahun sebelumnya. Semoga bisa tetap terus begitu. Sampai jumpa di Joyland Jakarta 2024.

Penulis
Gerald Manuel
Hobi musik, hobi nulis, tapi tetap melankolis.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Excrowded Menggelorakan Musik di Malang Lewat Album Mini Terbaru

Setelah jeda hampir 2 tahun, Excrowded akhirnya kembali membawa karya baru berupa album mini bertajuk Unite Diversity hari Senin (01/04)   Excrowded beranggotakan Hazbi Azmi (vokal), Gilang Akbar (gitar), Gianni Maldino (bas), dan Rijadli …

Mickmorthy Luncurkan Single Ketiga Berjudul Why Am I Here?

Setelah merilis “Alive” (2021) dan “Greed” (2023), Mickmorthy asal Tangerang Selatan kembali mempersembahkan karya musik terbaru dalam tajuk “Why Am I Here?” hari Jumat (12/04) yang menjadi jembatan mereka menuju penggarapan album.   Mickmorthy …