Di Balik Panggung Left Untold Barefood

Nov 21, 2023

Paguyuban Crowd Surf sukses menggelar Left Untold: A Final Performance by Barefood hari Sabtu (18/11) di Toba Dream, Jakarta Selatan. Sebanyak 500 tiket seharga Rp 200 ribu ludes terjual dalam hitungan jam saat penjualan dibuka awal Oktober 2023.

Tempat pertunjukan terakhir Barefood / Dok. Pohan

Tiba di hari yang dinanti, para pemegang tiket hadir sejak sore hari. “Gascoigne main jam 4,” teriak seorang pria yang memberikan pertanda band pembuka untuk malam perpisahan Barefood siap beraksi.

Sebagian bergegas ke dalam, sebagian lagi mungkin masih menunggu teman atau sebentar menghabiskan rokoknya, mengingat ruang pertunjukan ini bebas asap. Tampak pula calon penonton yang masih asyik membaca fanzine buatan PCS berjudul Sobat Barefood: Left Untold Showcase di luar area.

Penonton Barefood tengah ditodong wawancara oleh tim PCS / Dok. Pohan

Fanzine Sobat Barefood: Left Untold Showcase / Dok. Pohan

Percis dekat area penukaran gelang, PCS menyediakan penjualan merchandise band yang tampil di Left Untold seperti kaos Sharesprings seharga Rp 175 ribu, kaus Barefood edisi Left Untold Rp 200 ribu, dan vinyl Barefood Sullen Rp 300 ribu.

Kaus Left Untold dan vinyl Barefood Sullen yang habis terjual / Dok. Pohan

Bendera Paguyuban Crowd Surf terpampang di area tempat duduk / Dok. Pohan

Kami sempat mewawancarai personel Sirati Dharma, Pandji Dharma yang dipercaya menjadi FOH Engineer untuk penampilan Sharesprings dan Barefood. Ia sempat bercerita soal keterlibatannya dalam acara ini.

“Jadi, gue dihubungi sama Victor, manajer Barefood buat menjadi tim FOH. Terus dikasih tau, kalau itu untuk acara perpisahan mereka. Gue sedih sih mendengarnya. Bagi gue, ini menjadi pertama dan terakhir untuk punya kesempatan enhance energi mereka secara live,” kata Pandji kepada Pophariini.

Pandji Dharma bersama Nabil Favian PPC di FOH / Dok. Pohan

Menurut Pandji, Barefood adalah band yang sangat influential. “Sayang aja harus bubar. Mungkin kalo diterusin lagi, sekarang bisa reach out pendengar-pendengar baru,” ungkapnya.

Semua band yang tampil dalam pertunjukan terakhir Barefood sengaja kami temui usai mereka manggung. Pertama adalah Gascoigne beranggota Alvi Ifthikhar, Dimaz Hafizhan, dan Zaka Sandra Novian.

Gascoigne berpose di sudut balik panggung Left Untold / Dok. Pohan

Alvi berkomentar soal keberadaan PCS, yang ia sebut salah satu event organizer skena paling konsisten. “Dari dulu konsisten dan bikin acara selalu proper, tertata, dan selalu ramai,” katanya.

Mamat bersama Gascoigne di samping panggung Sharesprings / Dok. Pohan

Begitu Sharesprings manggung, Jakarta diguyur hujan. Namun, cuaca tak sedikit pun menghalangi niat mereka yang ingin menyaksikan Barefood, bahkan sejak jauh-jauh hari. Seorang teman yang kondisi kesehatannya sedang tidak mendukung pun rela untuk bisa tetap hadir.

Band-band yang beraksi di panggung Barefood memang orang-orang terdekat para personel. Sharesprings mengaku, Mamat dan Ditto sosok yang bisa tiba-tiba muncul untuk membantu band saat mereka melakukan rekaman.

“Bisa gitu, Ditto sama Mamat nanti ngisi apa. Jadi ketika diajak ada apa ya, kayak yang ngajak orang dekat gitu. Langsung, ayo pentas lagi. Latihan lagi,” ungkap Ardhi Yudho, vokalis sekaligus gitaris Sharesprings mengenang keseruan.

Sharesprings di samping tempat penjualan merchandise / Dok. Pohan

Para personel Sharesprings tengah meladeni fans yang meminta tanda tangan / Dok. Pohan

Tadinya, kami berharap bisa menemui semua band benar-benar di balik panggung. Mengingat akses masuk ke sana harus melewati panggung itu sendiri dan ruangnya terbatas. Kami dengan bantuan pihak PCS tanya-tanya mereka di area luar.

eleventwelfth sebagai band ketiga berkesempatan membawakan materi lama seperti “your head as my favourite bookstore” maupun yang terbaru dari album SIMILAR. Para personel band ini kami temui saat Jirapah sedang manggung.

Vokalis sekaligus gitaris eleventwelfth, Rona Hartriant mengungkapkan bagaimana perasaannya diajak manggung.

“Awalnya, mungkin agak gak nyangka kalau Barefood mau ajak eleventwelfth sih. Tapi, mengingat history-nya eleventwelfth sama Barefood. Ternyata, semua make senses,” kata Rona.

Sementara Jirapah mengaku, mereka lumayan nervous pas diajak PCS untuk memeriahkan pertunjukan terakhir Barefood. Namun, band selalu percaya tentang pemilihan para penampil di setiap acara yang diadakan PCS.

“Diajak manggung sama PCS, lineup-nya badabest,” kata personel Jirapah, Mar Galo.

Ken Jenie dan Mar Galo Jirapah tengah foto bersama penggemar / Dok. Pohan

Waktunya bersiap untuk Barefood. Penonton di dalam area semakin rapat, hingga pendingin ruangan seperti tak lagi berfungsi.

“Miknya bau banget nih. Thank you yang udah datang ya,” canda Mamat sebelum membawakan lagu pertama.

Barefood membawakan semua materi yang pernah dirilis sepanjang tahun 2013 – 2017 selama kurang lebih 2 jam. Baik album penuh terakhir Milkbox, album mini self-titled, maupun Sullen, dan entah sudah berapa kali personel berganti baju karena peluh.

Dalam aksinya, mereka intens ditemani Bagas Encek pada drum dan Tir Saputra pada gitar. Selain itu hadir pula Putriani Mulyadi (Sharesprings) kolaborator Barefood untuk membawakan lagu “Sullen”, serta Pandu Fuzztoni di lagu “Perfect Colour” dan “Teenage Daydream”.

Barefood dan Bedchamber / Dok. Pohan

Di balik panggung Left Untold mendadak ramai oleh rekan-rekan Barefood yang ingin bersilaturahmi. Usai berfoto dan tegur sapa, Mamat dan Ditto meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan, seputar alasan pertunjukan terakhir mereka ini.

“Kami sudah berkeluarga dan lagi punya anak-anak yang masih kecil. Jadi, kami sekarang fokus di keluarga aja sih sama kerja juga. Ini menjadi salah satu alasan kenapa kami memutuskan berhenti, udahan. Ada satu waktu, kami memprioritaskan. Salah satunya keluarga,” kata Ditto.

Banyak yang menyayangkan perpisahan ini. Tetapi mereka memang tak memiliki ambisi. Ditto mengatakan, apapun yang terjadi dengan Barefood, ia dan Mamat tidak berekspektasi tinggi.

“Makanya, sekarang kayak kami memutuskan udahan tanpa beban juga karena gue dan Mamat juga masih sering bertemu, masih berteman, anak-anak kami main bareng. Jadi ya memang sudah menjadi fasenya saja sih,” tutup Ditto.

Tim PCS – Atas: Ponco dan Dede – Bawah: Zaka dan Robby Onggo / Dok. Pohan

Paguyuban Crowd Surf merupakan komunitas yang berisi orang-orang yang awalnya sering bertemu untuk menonton pertunjukan musik bersama, hingga muncul ide dari mereka untuk membuat grup chat.

Komunitas ini terbentuk di tahun 2015 oleh Zaka Sandra, Rachmad Sumantri, dan Faiz Alfarezi. Seiring berjalannya waktu, kepengurusan juga dibantu Robby Onggo, Zaka Sandra, Dede Tri Hutomo, dan Ponco Iskandar.

“Mempersembahkan malam ini untuk Barefood, Mamat dan Ditto,” kata Zaka.

“Sebenarnya, kami nyari cuan sih ya di acara ini,” kata Dede Tri Hutomo.

Tak hanya penantian bagi penggemar, PCS yang mengusahakan Barefood manggung lagi butuh waktu cukup lama sampai akhirnya diiyakan oleh Mamat sekitar 3 bulan sebelum acara.

“Udah setahun belakangan ini bolak-balik hubungi Barefood terus buat main di PCS. Sampai akhirnya mereka bilang, ya udah ini last show aja lah,” kata Zaka.

Berbicara rencana PCS yang berikutnya, mereka tengah mempersiapkan acara perlombaan pingpong antar band, yang bakal menghadirkan antara lain The Jansen dan Perunggu. Tim juga mengabarkan bakal membuat Paguyuban Crowd Surf volume 5 tahun depan.

“Itu juga bakal dijalanin kalau gak malas ya,” pungkas Ponco.


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Siniar Pop – Delpi Suhariyanto

Setelah membuka musim ke-2 dengan perbincangan bersama Ardhito Pramono, kini Siniar Pop kembali hadir dengan bintang tamu Delpi Suhariyanto dari Dongker. Masih dipandu oleh Denboi, Siniar Pop bersama Delpi tidak banyak membahas perihal musik …

Loutspell Mengaku Lebih Eksploratif di Album Kedua Watch The Fear

Berjarak 4 tahun dari perilisan album perdana Burning Last, band hardcore punk asal Bandung bernama Loutspell resmi meluncurkan yang terbaru berjudul Watch The Fear dalam format kaset pita tanggal 7 Juni 2024 dan menyusul …