Dub House Merilis Kompilasi Dub Nusantara, Nusantara Dub Connection

Dec 16, 2019

Dub House Records, sebuah label musik asal Bandung yang telah berdiri sejak tahun 2012 ini baru saja merilis sebuah kompilasi berjudul Nusantara Dub Connection. Kompilasi bertema musik Dub ini berisikan para musisi dan produser lintas kota di Indonesia.

Antara lain Angkatan Udara dari gabungan Aceh & Jakarta, Roadblock Dub Collective dari Lampung, High Therapy dari Tangerang, Yella Sky Sound System dari Jakarta yang berkolaborasi dengan Youthtman dari Bali, Anjing Dub & Kusni Kasdut dari Bandung, Baxlaxboy dari Cirebon, King Masmus & Magixriddim dari Surabaya, Radit Echoman dari Gili Trawangan, dan Tragic Sound System dari Makassar.

Ide pembuatan kompilasi ini datang dari Dub House Records, setelah rencana kompilasi ini sempat tertunda sejak tahun 2010 karena pada saat itu masih terbilang sedikit musisi / produser yang memainkan musik bertema dub di Indonesia. Seiring jalannya waktu dan mulai bermunculannya musisi / produser yang memproduksi musik dengan tema ini, di tahun 2019 ini, Dub House Records dapat mengumpulkan setidaknya 10 grup / produser untuk berpartisipasi di kompilasi ini dan berhasil merealisasikan rencana 9 tahun lalu tersebut.

Kehadiran kompilasi ini diharapkan dapat mewarnai skena reggae di Indonesia karena musik dub sendiri adalah subgenre dari musik reggae. Kompilasi Nusantara Dub Connection sudah bisa didapatkan melalui rilisan fisik berupa kaset atau CD yang dijual terbatas melalui Dub House Records. Info lebih lanjut bisa dilihat lewat Instagram: @dubhousebdg. Dan untuk rilisan digital akan segera menyusul.

https://www.instagram.com/p/B59sFEQHu8c/

 

____

Penulis
Jonathan
Cuma sok tahu tentang musik. Suka foto-foto stage juga.

Eksplor konten lain Pophariini

Album Ningrat, Jamrud: Kontrasepsi dan Duka Surti

21 Tahun album Ningrat milik Jamrud , gitaris dan penulis lagu Azis M.Siagian sempat bikin geger tahun 2000 lewat “Surti-Tejo”.

Selesai Vakum, Audrey Tapiheru Bocorkan Tanggal Rilis EP Debutnya

Audrey Tapiheru merasa bahwa EP debut ini adalah sebuah ‘hutang’ kepada para pendengarnya yang telah setia menunggunya selama vakum.