Energi ‘Karet’ Sore dan Vira Talisa

Nov 15, 2018

Kalimat pembuka ‘Kolaborasi dua musisi berkarakter selalu menarik untuk disimak’ memang terbukti ampuh untuk menarik pendengar melihat seperti apa ketika dua musisi apalagi misal dua entitas yang berbeda berkolaborasi. Kolaborasi Sore dan Vira Talisa, apakah menjadi satu karya yang menarik atau ‘hanya sekadar lewat’ saja?

Pasca merilis Los Skut Leboys, Sore mulai merekam sesuatu, mungkin mini album mungkin saja album. Dan Rabu (15/11) kemarin, mereka mengumumkan “Rubber”, single terbaru mereka yang menariknya, adalah kolaborasi dengan Vira Talisa.

Sebenarnya Sore dan Vira Talisa memiliki irisan sebagai musisi yang datang membawa ekspresi masa lalu, hanya saja Sore adalah rock 90an yang berdiri di atas landasan pop psikedelia. Sedangkan Vira Talisa, mahasiswa perantauan dari Perancis yang membawa segenap aura chanson 60-an klasik dari negri fashion tersebut.

Memang masih prematur menentukan arahan musik Sore seperti apa nantinya, namun Rubber – lagu yang ditulis Ade Paloh dan Reza Dwiputranto – adalah babak baru Sore yang perlu disimak. Lalu apa cerita dari “Rubber” ini?

“Kami sering bertanya-tanya, kenapa segala sesuatu yang terkesan picisan seringkali
dianggap remeh oleh banyak orang? Padahal di balik itu banyak tersimpan sentimen paling
murni dari semua tema yang sering diangkat. Kegelisahan itu yang menjadi cerita lagu ini,”
tandas Sore.

Vira Talisa / dok. Vira Talisa Dharmawan (Facebook).

Dan ketika menyimak ‘pertemuan kegelisahan’ keduanya ini memang melahirkan perkawinan eksplorasi yang menarik. Hawa alternative rock 90an bertemu apapun yang manis dari masa itu. Lebih berisik, lebih lugas.

“Vira sentuhan ‘emas’ mediterania yang tenang ke lagu yang ‘tropis’ ini. Kemudian, ada rasa sedikit ‘gila’ dari kami untuk membawanya bernyanyi lebih ‘manic’ di tengah kekalutas lagu Rubber Song ini,” tambah Sore.

Babak baru Sore yang menurut kami menarik untuk disimak. Sekadar catatan: Kalau ada yang mendengar jeritan Nina Persson di sana, kami pun merasakan yang sama. Jika yang belum mendengarkan, segera cari “Rubber” dari Sore band (bukan Sore) di streaming service, seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube.

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.

Eksplor konten lain Pophariini

Makin Banyak Koleksi Lo, Makin Gede Tanggung Jawab Lo

Kalau lo seorang kolektor vinyl, pasti sudah sadar kalau memiliki jumlah records yang bertumpuk-tumpuk bukan hal yang aneh lagi. Tapi dengan tumbuhnya koleksi lo, kalau enggak dirawat pasti ada satu atau mungkin beberapa vinyl …

Pengamat Musik Senior Bens Leo, Tutup Usia

Pengamat musik sekaligus tokoh yang penting dalam perjalanan industri musik Indonesia, Bens Leo tutup usia pada Senin (29/11/2021).