293

Fakta 20 Tahun Album Debut Sheila On 7

Jan Djuhana / dok. Bayu Herdianto KapanLagi.com
  • Butuh 24 jam, 2 kali ban meletus di Gombong dan Tasikmalaya, serta sekali kena tipu dalam perjalanan Jogja-Jakarta naik VW Combi tua milik Duta untuk memenuhi undangan audisi dari Sony Music setelah demo rekaman diterima. “Mungkin kalau sekarang kami sudah berantem,” kata Eross.
  • Sebelum kontrak rekaman diteken, di bulan Oktober 1998, Sony menyarankan untuk mengubah nama Sheila Gank karena kata Gank dianggap berkonotasi negatif. Eross mengusulkan mengganti kata Gank dengan On 7 yang secara aklamasi diterima oleh personel lainnya. “Dulu MC kalau manggil Sheila Gank nggak pernah lengkap. Mendingan dipanjangkan sekalian saja supaya makin susah disebut eh malah setelahnya selalu lengkap dipanggil Sheila On 7,” kata Eross.

    Anton, Eros, Duta, Adam dan Sakti / dok. Sheilaon7.com
  • Nonton konser Slank di Kridonsono adalah hal yang pertama dilakukan anak-anak Sheila On 7 ketika sukses mendapatkan kontrak rekaman dari Sony. “Sore itu kami mau nonton Slank di Kridosono. Duta sudah jemput ke rumahku dan pintu sudah mau aku kunci. Tiba-tiba ada telepon dari dari Jakarta, ternyata dari Pak Jan…,” kata Adam.
  • Tiga studio digunakan untuk proses rekaman: Studio 21, Triple M, dan Midilab. Saat rekaman di Triple M, mereka sempat ditawari narkotika oleh bandar yang kerap mangkal di sana. “Tapi diusir sama Mas Anton,” ungkap Adam. Anton yang dimaksud adalah Anton Kurniawan yang jadi manajer mereka selama 12 tahun sebelum mengundurkan diri tahun 2010 lalu.
  • The Beatles, The Cure, dan Oasis adalah referensi utama dalam penggarapan. “Kami coba-coba untuk masukkan semuanya jadinya vibe lagunya bermacam-macam sampai ada lagu seperti ‘Bobrok’ segala,” kata Eross. Sembilan dari sepuluh lagu digarap oleh Eross, kecuali “Terlintas 2 Kata” yang diciptakan oleh Adam. “Waktu itu aku ingin putus, tapi mutusin cewek pas bulan Ramadhan kok kayaknya nggak berkah. Ya sudah nunggu sampai Lebaran dulu baru putus,” kata Adam.
  • Sheila On 7 menaruh perhatian khusus pada sound drum Anton. Referensi mereka adalah sound drum Bimo saat masih bergabung di Netral dan Ahmad Band. Lebih dari satu shift dihabiskan hanya untuk mencari setelan sound yang pas sampai Pak Jan senewen. “Tapi kami anggap gagal,” kata Eross. Beberapa tahun kemudian, Bimo bertemu dengan Stephan Santoso yang bertindak sebagai penata rekam. “Sound-nya asyik. Bikinin gue sound kayak gitu dong,” kata Eross menirukan perkataan Bimo. Brian pernah mencoba memberi porsi pada sound drum tadi saat pertama kali resmi menjadi penabuh drum Sheila On 7 di album “Tapi itu percobaan gagal. Wis, kapok,” kata Brian.
  • Jan Djuhana mengakui salah menaruh “Tertatih” sebagai track pertama karena dianggap berpengaruh tertatihnya hoki penjualan album di minggu-minggu awal perilisan. Baru di “Dan…” penjualan kemudian melesat naik. “Itu adalah inisiatif dari radio-radio yang memilih sendiri ‘Dan…’ untuk diputar,” kata Eross.
    Baca juga:  Banyak Jalur Menuju Tur
  • Seksi string seluruhnya digarap oleh arranger asal Jogja, Andi “Bayou” Irawan dan dirinya meminta tidak dibayar sepeser pun untuk hasil kerjanya. “Begitu tahu ada band Jogja yang berhasil rekaman di Jakarta, dia menawarkan diri untuk mengisi semua sampling stringnya,” kata Eross. Semuanya berjalan lancar sampai saat mengisi sampling “Dan…”

    Andi Bayou / dok. Kapanlagi.com® – Hendra Gunawan
  • Karena tidak kunjung menemukan sound cello yang pas dari sampling, “Dan…” nyaris dibuang. “Sampling cello versi demo dibuat sama Adit keyboardist-nya Jikustik. Sony akhirnya mendatangkan keyboardist grup jazz Karimata, Aminoto Kosin yang biasa menggarap “Kami kira akan sekalian digarap. Nggak taunya cuma datang, nyari setelan sound cello yang pas kemudian ditinggal pergi lagi,” kata Eross.