Farid Stevy: Jenny Mati, Main Lagi, Itu Swasembada

Aug 27, 2023

Bulan Februari 2023, Cherrypop Festival mengumumkan band rock asal Yogyakarta, Jenny masuk ke daftar Line Up Ronde 1. Di kolom komentar, tidak ada tanggapan yang berlebihan dari pengikut menyambut keputusan tersebut.

Lima bulan dari pengumuman itu, saya bertemu Farid Stevy dalam perhelatan We The Fest (21/07) di Gelora Bung Karno Sports Complex, Jakarta Pusat. Sudah jelas, pentolan Jenny ini hadir untuk The Strokes di hari pertama festival.

Bukan pendengar The Strokes, Jenny, apalagi band yang masih dijalani Farid, FSTVLST. Namun, saya berkesempatan untuk menyaksikan band yang sudah mati manggung kembali di hari terakhir Cherrypop Festival percis seminggu yang lalu (20/08).

Menonton Jenny teringat The Strokes adalah hal yang wajar karena Farid memang mengidolakan Julian Casablancas cs. Seingat saya, beberapa tahun yang lalu dalam sebuah wawancara, ia mengaku, salah satu album The Strokes telah mengubah hidupnya.

Jenny bukan hanya Farid Stevy. Di band yang terbentuk 20 tahun yang lalu ini, ia dikawal Asta, Roby Setiawan, Arjuna Bangsawan, dan Anish Setiadji. Mereka berempat membawakan materi dari album satu-satunya, Manifesto saat tampil di Cherrypop.

 

Pophariini sempat merekam video Jenny membawakan lagu terakhir “Matimuda” yang bisa ditonton via Instagram.

Setelah menutup payung hitam, Farid berlari menuju barikade penonton. Ia mengangkat buku hitam, buku yang dulu selalu dibawa saat Jenny manggung dan melakukan crowd surfing ditemani Ugo Majelis Lidah Berduri. 

Jenny di backstage Cherrypop Fest 2023 / Dok. Pohan

Setiap momen berlalu cepat, dari melihat Farid meladeni penggemar yang mengajak foto bersama usai manggung di balik pagar, hingga kami berada di tenda Jenny sekitar setengah jam kemudian.

Memang hanya beberapa pertanyaan, namun terjawab dengan sangat baik oleh Farid. Simak langsung di bawah ini. 


Pendapat tentang Cherrypop Festival?

“Seperti yang kusampaikan di atas panggung (Baru sekarang kita merayakan pertemuan keluarga ini. Kita membuktikan, bahwa Yogyakarta selalu punya ruang untuk percobaan apapun. Malam ini kalian menyaksikan band yang sudah mati manggung kembali. Pun begitu dengan harapan-harapan kalian yang sudah mati. Hidupkan kembali, kita rayakan bersama. Tepuk tangan Cherrypop 2023). Salah satunya adalah mengambil keputusan buruk untuk memainkan band yang sudah mati di penghujung acara. Tetapi, menurut saya itu statement kuat tentang Jogja dan segala sejarahnya. Tentang hal yang sedang diupayakan bersama-sama terus-menerus. Tentang ekosistem musik Jogja, dan bagaimana upaya setiap pelakunya untuk punya pernyataan yang kuat. Dengan begitu menurut saya, Cherrypop sejak 2022 sampai hari ini 2023 akan lebih membaik untuk Jogja lebih khususnya dan juga narasi pembanding, narasi alternatif untuk ekosistem musik yang dianggap lebih established di luar sana. Jadi, saya pribadi. Mungkin mewakili Jenny hormat dengan Cherrypop.”

 

Tahun ini Cherrypop mengangkat tema Swasembada Musik. Arti Swasembada buat Farid?

“Agak naif kalau misalnya sebenarnya saya menyetujui tanpa proper context ya karena sebagai manusia kita didesain untuk tidak swasembada sebenarnya. Kita didesain untuk bergantung kepada orang lain. Kita didesain untuk menjadi makhluk sosial yang juga harus berjuang dengan orang lain. Terus saja kemudian, swasembada musik itu juga bagaimana konsensus sosial, konsensus komunitas untuk bisa mandiri. Bersama-sama tapi ya. Jadi, ini bukan tentang selanjutnya saya egois dan merasa mampu melakukannya sendiri. Tapi, bagaimana kemudian elemen-elemen dalam sebuah ekosistem kemudian bekerja sama untuk mandiri. Arti kata mandiri, misalnya kemudian bukan tentang hal-hal yang berbicara teknis. Tapi kemudian bahwa kita yakin, kita bisa melakukan ini, melakukan apa yang kita cintai, melakukan apa yang kita sukai sampai kapanpun. Esensi dari swasembada per malam ini, ini saya juga menerka hari-hari sebelumnya. Kenapa kemudian swasembada menjadi title gitu ya. Tapi, menurut saya adalah bagaimana kemudian melakukan apa yang kita sukai terus-menerus itu adalah swasembada dan itu tidak ada nilai tukarnya. Bahkan, nilai tukar industri pun kemudian tidak disahkan untuk itu. Terbukti dengan Jenny ya. Maksudnya, Jenny itu band yang mati. Malam ini kemudian dirayakan kembali oleh kami berempat dan kami bagikan. Itu swasembada kami. Kami bersenang-senang sejak bandnya masih hidup, sampai sekarang sudah mati. Kemudian main lagi. Itu kami swasembada. Kami tidak membutuhkan penilaian orang lain untuk tetap bisa berjalan.”

Aksi Jenny di Cherrypop Festival 2023 / Dok. Pohan

 

Semenjak bubar, sekarang manggung lagi. Apa sih pertimbangan main di Cherrypop?

“Kami berempat sejak Jenny berlangsung, kami tuh punya slogan. Bukan slogan ya, kayak pemerintah. Kita punya spirit independent family dalam sebuah band, itu dalam sebuah keluarga. Dan hanya itu saja sebenarnya yang menghubungkan kami. Bahwa kami malam ini tampil tidak sebagai band, tapi sebagai keluarga dan itu truly happen. Benar-benar terjadi. Yang dipertunjukkan malam ini adalah sebuah makan malam keluarga yang kemudian pintunya dibuka saja gitu.”

 

Ceritakan kesibukan para personel Jenny saat ini!

“Mas Anis Setiadji bertani, Mas Arjuna Bangsawan mengajar, Mas Roby Setiawan bermusik tentu saja, dan saya adalah pengacau dari semuanya. Saya, aku ngopo yo. Saya mau jadi calon legislatif, menurut banyak orang begitu. Enggak, saya berkesenian.”


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Lalahuta Rilis Ulang Lagu Sheila On 7 Dan… untuk Proyek Album Mini Baru

Lalahuta tengah seru bernostalgia. Setelah membawakan ulang lagu Rio Febrian “Aku Bertahan”, kini mereka merilis ulang lagu Sheila On 7 “Dan…” hari Jumat (14/06).    Vokalis baru Lalahuta, Kevin Widaya mengiyakan band menghadirkan nuansa …

D’MASIV – 8

Dalam album 8, D’Masiv kembali ke warna yang sudah dikenal sebelumnya dan kali ini dengan pengaruh soft-rock dan pop-balada 80/90an yang jitu