Fiersa Besari Angkat Bicara Soal Pembajakan Buku 

936
Fiersa Besari
Fiersa Besari berpesan hindari pembajakan / dok. Facebook Fiersa Besari

Penulis sekaligus musisi, Fiersa Besari terbilang keras setiap berbicara soal pembajakan. Setelah November 2019 lalu sempat berkicau di Twitter mengenai “Jangan beli bajakan”. Belum lama ini, ia kembali menyuarakan keresahannya.

Fiersa berpendapat, e-book atau PDF gratis merupakan bentuk dukungan dari beberapa penerbit agar tetap berada di rumah selama pandemik berlangsung. Namun, ia menegaskan bahwa itu hanya berlaku beberapa hari saja.

“Jadi bukan berarti semua penulis menggratiskan bukunya, dan biasanya nggak lewat grup WA juga. Tapi di akun-akun resmi penerbitnya,” kata Fiersa dalam video tersebut.

 

View this post on Instagram

 

Tag kawanmu dan bantu edukasi. Terima kasih

A post shared by Fiersa Besari (@fiersabesari) on

Musisi yang memiliki band pendukung bernama Kerabat Kerja ini mengingatkan para pengikutnya. Apabila pengikutnya menerima link buku PDF dan menyebarkannya, berarti sudah melakukan tindakan ilegal.

“Dan ilegal ada proses hukumnya. Mungkin yang menyebarkan juga maksudnya baik. Biar kita berada di rumah aja. Tapi kan untuk menyebarkan kegiatan baik juga bukan berarti harus membunuh penerbit, membunuh para penulis,” ungkap Fiersa.

Pria yang akrab dipanggil Bung ini juga menyinggung perihal literasi. “Kita hidup di negara yang kesadaran berliterasinya rendah. Setau saya, mohon maaf kalo salah. Udah gitu, buku yang susah,” lanjutnya.

“Gimana ya, orang masih jarang beli buku udah gitu dibajak lagi. Udah dibajak kadang pembajaknya bangga ngasih tau ke penulisnya atau orang-orang yang emang nggak tau,” jelasnya.

Sepanjang karier, Fiersa sudah merilis enam buku antara lain Konspirasi Alam Semesta, Garis Waktu, Catatan Juang, Arah Langkah, 11:11, dan Tapak Jejak. Fiersa juga single perdana dalam proyek bermusik Sukamaju bareng Anji dan Phopira.

____

Baca juga:  Ginda Bestari Buat Kompetisi Gitar Online