772

Gho$$ Hadirkan Visual Monokrom di Video Klip Carele$$

GHO$$ / dok. Supermusic

Tak banyak grup musik triphop yang ada di skena musik tanah air, jumlahnya mungkin bisa dihitung dengan jari. Untuk itu, kepada Gho$$ yang berani memilih genre ini sebagai bentuk ekspresi musikalnya layak mendapat mendapat apresiasi.

Belum lama ini, grup musik triphop asal Jakarta ini merilis sebuah videoklip dari single hit mereka berjudul “Carele$$” yang menampilkan nuansa serba hitam dan putih alias monokrom. Sejak awal terbentuk pada 2014 hingga kemudian menjadi juara kompetisi band Supermusic Rockin Battle di tahun 2017, Gho$$ konsisten dalam pakem warna-warna monokrom dan cenderung dark yang selama ini menjadi identitas mereka.

Di videoklipnya ini, masing-masing personilnya: Diegoshefa (vokal), Fadhi Perdana (gitar), Diego Aditya (gitar), dan Dhemo Ap (bas) mewujudkan nuansa serba hitam dan misterius di video klip Carele$$.

Baca juga:  Nuansa City-Pop ala Spring Summer
proses syuting video klip di Sawarna dan Sumba / dok. Supermusic

Demi mewujudkannya, mereka bahkan sampai menjelajah Sawarna, Banten dan Sumba, Nusa Tenggara Timur untuk shooting di sana.

“Karena bagi gue, video klip itu sangat critical untuk merepresentasikan dan mendeskripsikan musik yang kita usung secara visual,” tegas Diego.

Bagi mereka, dalam proses kreatif dan produksi video klip ini Gho$$ pun tak mau main-main. Shooting di alam terbuka yang penuh tantangan mereka lakoni dengan serius.

Pemandangan alam Sawarna dan Sumba menjadi latar yang bagus untuk video mereka / dok. Supermusic

Dan visual monokrom, menurut mereka, memang menjadi benang merah Gho$$ dalam konsep stage act, stage fashion hingga sinematografi dalam video klip terbarunya.

“Konsep video klipnya sih enggak berbeda jauh sama pakem-pakem yang kami anut dan menjadi ‘manual book’ Gho$$. Di mana mood-nya harus dark, gloomy, mysterious, black and white, dan artsy. Jadi melankolik cuma enggak menye-menye,” urai Diegoshefa.

Baca juga:  Lagu Terbaru Oscar Lolang untuk Greenpeace Indonesia

Triphop dan monokrom

Selain menjadi ciri khas, ia percaya warna-warna monokrom dapat mewakili jiwa dan esensi dari musik band ini yang kelam namun tetap punya unsur pop. Trip hop adalah genre yang mencampurkan unsur hip hop dan jazz dengan rock atau dream pop. Bagi Diego, musik trip hop yang mereka usung, tidak bisa divisualisasikan dengan sembarangan.

Suasana video klip Gho$$ yang diambil di alam terbuka Sumba / dok. Supermusic.

Tema monokrom sebelumnya sempat dianut Gho$$ di video klip single ‘N’. Namun bagi frontman Gho$$ ini, proses syuting klip “Carele$$” memiliki tingkat kesulitan yang tinggi, baik itu dari segi medan maupun penghayatan.

“Di Sawarna ada satu scene gue harus take gambar di atas tebing yang dikelilingi ombak. Kalau salah melangkah sedikit aja itu gue bisa jatuh dan hilang. Terus juga harus shooting underwater berjam-jam. Sebelum selesai aja gue sudah nelan banyak air banyak banget sampai hampir pingsan. Tapi beruntungnya semua bisa selesai dengan lancar,” ungkapnya.

Baca juga:  Album Kompilasi 100 Musisi Mengawal Pembatalan RUU Permusikan
Suasana senja menambah warna menarik di video klip “Carele$$” milik Gho$$ / dok. Supermusic.

Dalam cuplikan videonya, Carele$$ mampu memperlihatkan sebuah lanskap dari perspektif yang sangat berbeda. Bentang alam pantai dan tebing terjal di Sawarna dan Sumba divisualisasikan dalam nuansa monokrom menjadi begitu muram dan sepi. Diegoshefa yang menjadi sosok sentral terlihat depresi sepanjang alur cerita yang mengalir lambat. Semua menjadi satu kesatuan visual yang punya konsep dan karakter kuat serta dieksekusi dengan apik.