Hak Cipta Dalam Musik: Sebuah Perkenalan

884

Pembajakan adalah penggunaan, pembuatan ulang, atau pendistribusian ciptaan yang dilindungi oleh hak cipta tanpa izin. Sulit untuk kita mengakui ini, namun pembajakan masih menjadi hal yang lazim kita maklumi hingga saat ini.

Tidak asing melihat nama LK21 atau IndoXXI, apalagi menggunakannya untuk menonton film terbaru tanpa perlu mengeluarkan modal untuk tiket bioskop. Rasanya hal tersebut terasa sangat wajar.

Sama juga dengan musik. Sebelum streaming platform menjadi aplikasi terwajib untuk dimiliki semua ponsel, kita pernah mengenal istilah pinjam-meminjam flashdisk. Ingatkah kamu pada masa-masa dimana mengunduh musik dari 4sharedatau stafaband dan mengumpulkannya ke dalam folder-folder di dalam flashdisk adalah hal yang paling normal dilakukan oleh para pecinta musik? Terlihat “sepele” bukan? Namun hal “sepele” tersebut berhasil mengakibatkan kerugian sebesar Rp. 4 Triliun untuk industri musik setiap tahunnya sejak tahun 2007.

Coba, bayangkan perasaan musisi atau sineas favorit kamu. Rasanya tidak jauh berbeda dengan mencuri dari mereka bukan?

Kemudian, Plagiarisme adalah penggunaan ide atau ciptaan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang layak terhadap pencipta aslinya. Bahasa kasarnya, orang yang melakukan plagiarisme adalah orang yang “ngaku-ngaku”.

Di zaman dimana teknologi sudah canggih dan membuat ciptaan menjadi lebih mudah, ada satu hal yang tidak semua orang miliki. Ide dan kreativitas. Jago main gitar belum tentu jago buat lagu. Punya kamera mahal belum tentu bisa membuat video viral. Seluruh kemajuan teknologi ini tidak akan berarti banyak tanpa ide dan kreativitas.

Mengambil inspirasi dari ciptaan orang lain itu boleh-boleh saja. Asalkan memberikan pengakuan yang selayaknya. Misal, A ingin mengambil sebagian lagu B untuk dijadikan lagu baru. Maka, A harus meminta izin dari B dan memberitahu seluruh pendengarnya bahwa ia menggunakan sebagian lagu B dalam pembuatan lagu tersebut. Mudah bukan?

Seluruh kemajuan teknologi ini tidak akan berarti banyak tanpa ide dan kreativitas

Namun kenyataannya masih ada orang-orang yang menggunakan bagian dari sebuah ciptaan yang sudah ada dan menjadikannya bagian dari ciptaanya sendiri tanpa memberikan pengakuan yang sepatutnya.

Nah setelah membaca penjelasan-penjelasan di atas, mari kita bahas kembali kasus artwork album Solipsism 2.0 milik Pamungkas. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

Pertama, Hak moral dari Baptiste Virot sebagai pencipta gambar tersebut terabaikan. Jika bukan karena teman-teman netizen yang teliti mendeteksi karya tersebut, mungkin ada sebagian dari kita yang tidak akan menyadari pencipta aslinya. Pemberian credits adalah langkah kecil untuk memberikan apresiasi yang layak bagi para penciptanya. Ibarat kata, kita memberikan alamat untuk memastikan bahwa pujian dan kritik tersampaikan ke tujuan yang tepat.

Kedua, Baptiste Virot tidak mendapatkan kesempatan untuk menggunakan hak ekonominya. Seperti yang kita bahas, sebagai pencipta kita berhak untuk mendapatkan uang dari karya yang kita ciptakan. Apalagi, jika karya tersebut akan digunakan untuk maksud komersil. Bayangkan kamu sudah susah payah membuat sebuah karya, namun orang lain yang mengeruk hasilnya dan kamu tidak mendapatkan apa-apa. Pembicaraan tentang imbalan selalu menjadi hal yang sungkan untuk dimulai. Mungkin kita takut jika ternyata modal yang dikeluarkan akan melambung di atas budget. Percayalah, semuanya bisa didiskusikan agar sama-sama untung. Bahkan, lebih baik dibicarakan baik-baik di awal daripada dibicarakan netizen di akhir. Bukan begitu?

Ketiga, hal yang terpenting adalah mendapatkan izin. Banyak perdebatan yang timbul akibat pernyataan “tapi kan itu hasil modifikasi? harusnya bisa dong?”. Modifikasi maupun utuh, yang paling penting tetap satu: harus mendapatkan izin. Asalkan mendapatkan restu dari penciptanya, kalian masih bisa kok menggunakan karya orang lain ke dalam karya kalian sendiri. Biasanya, izin diberikan dalam bentuk lisensi. Lisensi ini akan memuat segala hak yang dialihkan dari pencipta kepada pengguna beserta ketentuan yang mengikutinya, termasuk apakah karya boleh dimodifikasi atau digunakan secara utuh. Jadi percuma kalau terus berdebat, kalau tidak ada izin ya karya ciptaan tidak boleh digunakan baik secara utuh maupun sebagian.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments