Iri Hati Ala Monkey To Millionaire

Oct 16, 2018

Monkey To Millionaire rasanya tak mau menunggu terlalu lama untuk merilis karya terbaru mereka. Setelah tahun lalu mengeluarkan album Tanpa Koma, trio rock alternative asal Jakarta ini kembali dengan karya terbaru mereka, berjudul “Envy”.

Monkey to Millionaire boleh dibilang cukup “tak sabaran” untuk mengabadikan inspirasi-inspirasi di kepala mereka ke dalam lagu. Ini artinya produktivitas Aghan Sudrajat (bass) dan Wisnu Aji (vokal, gitar) tetap terjaga dengan baik. Karena “Envy” sudah jadi jembatan untuk album keempat Monkey to Millionaire yang kini tengah jadi fokus utama mereka.

Kehidupan sosial menjadi topik yang diangkat Wisnu di single “Envy” ini. Fenomena yang terjadi sehari-hari di sekitar mereka menarik untuk ditulis.

“Lagu ini tentang gimana orang-orang mau ngelakuin apa aja untuk terkenal. Bahkan sampai ngejual kehidupan pribadi mereka cuma buat kebutuhan promosi dan naikin nama. Entah itu mengumbar atau diumbar, playing victim atau membuat orang lain jadi victim. Cuma buat membuat bagus nama sendiri,” tutur Wisnu.

Kritis namun penuh pertanyaan, inilah kemasan yang akhirnya ingin disampaikan Monkey To Millionaire di lagunya.

“Sebenarnya lagu ‘Envy’ bisa menjadi sindiran untuk mereka yang gila popularitas hingga rela melakukan apa saja. Lebih tepatnya sindiran yang cukup sarkastis,” tambah Wisnu kemudian.

Dari sisi musik, terlihat jelas bahwa musik Monkey to Millionaire kian sederhana ketimbang dua album mereka sebelumnya. Bukan artinya meniadakan perkembangan secara musikal, namun kali ini ‘easy listening’ adalah fase yang mungkin tengah dijalankan mereka berdua.

“Kita ngerasain banget berkembang dari segi aransemen untuk lagu-lagu baru Monkey to Millionaire. Karena ternyata untuk membuat lagu ini terdengar sederhana dan catchy itu susah ya. Rasanya sudah lama sekali nggak ngelakuin hal itu,” ujar Aghan.

Meski sederhana, namun mereka tetap menyediakan wadah untuk menampung segala eksplorasi yang muncul di luar dugaan.

Sampai berita ini ditulis, Monkey to Millionaire tetap merahasiakan judulnya album. Namun yang jelas mereka tak berdua, akan ada beberapa additional yang akan membantu mereka dalam penggarapan album ini. Kita tunggu saja nanti.

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.

Eksplor konten lain Pophariini

25 Tahun Pandawa Lima: Puncak Abadi Para Dewa

Pandawa Lima, album studio keempat Dewa 19 ini bahkan mengalahkan album Bintang Lima yang jauh lebih mengkilap angka penjualannya

Lanjutkan Euforia, WSATCC Rilis Film 2020

Bekerja sama dengan Plaingsong Live, di awal tahun ini album 2020 dihadirkan oleh WSATCC dalam sebuah format film berdurasi 42 menit.