Jadi Vokalis DeadSquad, Vicky Mono: Jalani Saja Dulu

Aug 19, 2022

Pergantian formasi lumrah dialami band mana pun untuk tetap meneruskan perjalanan bermusik. Tahun ini yang cukup menggemparkan adalah pengumuman yang datang dari DeadSquad.

Setelah mengantongi album penuh Catharsis di Februari 2022, DeadSquad kembali merilis single terbaru “Enigmatic Pandemonium” dengan vokalis yang baru, Vicky Mono.

 

Beberapa bulan lalu, DeadSquad sempat melakukan pencarian vokalis untuk menggantikan Agustinus Widi yang sudah mengundurkan diri terhitung sejak 8 Februari 2022.

Manajer DeadSquad, Jeff menemukan unggahan video Vicky sedang mengisi vokal di sebuah proyek dengan tone vokal yang berbeda dari gaya vokalnya selama di Burgerkill.

Akhirnya, ia mengajak Vicky bertemu untuk membicarakan DeadSquad. Seminggu dari pertemuan itu, Stevi Item berkunjung ke Bandung dan mereka sepakat menjalani proses kreatif bersama.

“Kalau bisa saling mengisi kenapa enggak. Saya punya lirik, mereka punya ide. Kita satukan. Terus rekaman. Jalani saja dulu sampai waktu yang enggak bisa ditentukan,” ungkap Vicky kepada Pophariini (10/08).

Lirik lagu “Enigmatic Pandemonium” ditulis oleh Vicky dengan mengangkat topik utama era Kaliyuga, era besi dan era kegelapan. Lagu ini berbicara tentang kondisi dunia yang penuh dengan tipu daya, konflik, korupsi, disebabkan oleh hilangnya kesadaran spiritual dan kejernihan mental.

Saat ini Vicky masih dalam tahap penyesuaian bersama DeadSquad. Ia menganggap, lagu-lagu dari album Catharsis tidak mudah untuk dibawakan karena memiliki teknik dasar vokal false chord growl dan scream. Namun, Vicky dulu pernah mengulik teknik bernyanyi false chord. Kini tinggal mengingatnya kembali.

DeadSquad mengaku Vicky sosok vokalis yang mereka cari. Selain berkualitas, ia dianggap memiliki kemampuan untuk menguasai panggung sebagai stage performer.

Semenjak Vicky bergabung ke DeadSquad banyak komentar baik maupun yang miring bermunculan. Namun, Vicky tetap berhubungan baik dengan vokalis-vokalis lama mereka.

“Aman banget WhatsApp-an sama Daniel dan Widi. Asumsi milik mereka semua. Wajar kok. Maksudnya Metallica kalau enggak nendang Dave Mustaine. Kalian enggak akan dengar Megadeth sekarang. Pada akhirnya tumbuh-tumbuh sendiri kok. Itu sudah harfiah hidup. Kita enggak tau ke depannya gimana,” jelasnya.

Vicky Mono bersama DeadSquad. / Dok: @warprocks.

Meskipun mulai sibuk dengan DeadSquad, Vicky tetap menjalani proyek solonya. Ia sedang mengerjakan kembali yang perlu diselesaikan sambil terus menghafal lagu-lagu album Catharsis.

“Hafalin satu-satu dulu. Notasi dulu, terus didengarkan baru masuk ke liriknya. Sekarang lagi proses terus diputar saja lagu-lagunya biar terbiasa telinga dan tenggorokan. Merubah kebiasaan ‘kan enggak mudah.”

Bagi Vicky, Catharsis merupakan album dengan produksi yang luar biasa. Walaupun banyak orang yang beranggapan, album ini sangat berbeda. Orang-orang menginginkan yang seperti album-album terdahulu yang menjadi ciri khas DeadSquad.

“Kalau menurut saya secara, sudut pandang ya. Bisa benar, bisa salah. Menurut saya, keren banget karena akan butuh perubahan, butuh ada yang berbeda. Dengan masuknya Widi kemarin tuh menjadi sesuatu yang lebih monster dengan kedinamisannya. Lumayan enggak mudah untuk mencoba karakternya. Tapi ‘kan enggak harus sama dengan Widi. Tapi memang cukup kesulitan sih. Menurut saya Widi, dia berhasil. Secara produksian, secara lirik ternyata Tepi (panggilan akrab Stevi Item) yang bikin dan itu keren secara komposisi maupun notasinya, mereka tuh musisi menurut saya,” tutup Vicky.

 

Foto DeadSquad oleh @warprocks.


 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Satine Zaneta – Tentang Waktu (EP)

Sebagai sebuah EP debut, Satine Zaneta menyanyikan lima nomor di dalamnya dengan sederhana dan juga tampak puas dengan mencurahkan ragam perasaannya.

Samo Bangkit Lagi dengan Maxi Single Circles

Di rilisan ini, Samo mengemasnya ke sebuah format maxi single berjudul Circles yang bernaung di bawah label rekaman Darlin’ Records.