Jangar Bawakan Ulang Lagu Iwan Fals di Album Mini Terbaru

Feb 25, 2024

Jangar merilis album mini terbaru berjudul Malam hari Jumat (23/02) dengan memasukkan dua single “Artileri” dan “Adiksi” yang rilis 2023 lalu ke dalam daftarnya.

Album berisi total enam lagu ini juga menghadirkan satu lagu cover “Ada Lagi Yang Mati” milik Iwan Fals.

 

Dalam siaran pers, Jangar mengaku bahwa Malam memiliki irisan dengan album perdana mereka Jelang Malam (2019). Jika diibaratkan, album Jelang Malam adalah jembatan, Malam adalah tujuan yang kosong dan gelap. 

“Kita bergegas, bersikeras sedari pagi, menyusuri jalanan macet di bawah panas matahari, lalu kembali di senja hari. Di malam hari, semua berakhir sendiri. Kita akan memikirkan esok hari, yang sama lagi. Berputar-putar hingga esok pagi lagi, sampai mati,” ungkap anggota Jangar, Pasek sekaligus penulis lirik lima lagu di album.

Pasek menegaskan, Jangar tidak berbicara tentang kematian maupun kehidupan. Tetapi mengungkapkan perjuangan, bagaimana menjalaninya, sampai kapan berdiri, sampai mana harus berhenti, dan apakah harus menunggu mati.

Berbicara soal menggubah dan merekam ulang lagu Iwan Fals “Ada Lagi Yang Mati” dari album Tragedi. Dewa selaku gitaris Jangar mengungkapkan, awalnya manajer mereka Natha yang mencetuskan ide untuk memainkan lagu musisi lain dengan aransemen ala Jangar.

“Waktu itu Pasek lagi sering memutar playlist lagu-lagu Iwan Fals dan salah satu album yang paling menarik adalah Tragedi, album kompilasi yang dirilis tahun 1995 oleh bang Iwan,” jelas Dewa.

Bagi Dewa, pola-pola aransemen dan gaya penulisan lirik Iwan mirip dengan Jangar. Band pun mulai workshop beberapa lagu di album sampai akhirnya terpilih yang paling merepresentasikan album Malam yaitu “Ada Lagi Yang Mati”.

Album Malam yang menandai kerja sama band dengan Silver Records ini memilih lagu “Tanah” sebagai focus track. Lagu bercerita tentang setiap orang memiliki titik di mana ia tidak ingin bangkit, setelah mengalami kegagalan atau kehilangan yang tidak dapat disembuhkan.

Menurut Jangar situasi tersebut tidak ada yang bisa menyelamatkan kecuali diri sendiri agar bisa berdiri melampaui rasa sakit yang memaksa untuk menyerah karena yang bisa dilakukan yaitu bertahan sendirian.

“Melalui Malam, kami ingin menghargai setiap nyawa yang berusaha mencari makna eksistensi, bertarung melawan pikiran sendiri, tetap menjalani walau tubuh telah terkoyak mental dan fisik. Hingga akhirnya kita mati, akankah ada hal-hal yang kita sesali? Adakah niat untuk kembali? Membenahi pilihan-pilihan hidup yang membawa kita pada hari ini,” tutup Pasek.

 

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

5 Kuliner Pilihan Nadhif Basalamah

Penyanyi solo Nadhif Basalamah yang makin dikenal lewat “penjaga hati” mengunjungi Mad Haus untuk mempromosikan single “tiba-tiba jum’at lagi” bulan Februari lalu yang tayang dalam video Bertemuhariini.    Berbicara soal menyanyikan lagu bernuansa pop …

Eksplorasi Genre Tiderays di Single Heal or Mend

Tiderays asal Semarang resmi merilis single anyar mereka dalam tajuk “Heal or Mend” hari Jumat (29/03) dengan menggaet Vajra Aoki dari Femm Chem sebagai kolaborator. Sebelumnya band sudah pernah merilis album bertajuk 401 tahun …