Jazz Buzz di Salihara, Pesona Musisi-musisi Jazz

80

Program tahunan milik Komunitas Salihara, Jazz Buzz akhirnya selesai terlaksana pada 15, 16, 22, dan 23 Februari 2020 di Teater Salihara, Jakarta. Dua pemenang Undangan Terbuka Mainkan Musikmu!, Railroad Theraphy asal Yogyakarta dan Intuition Jazz Chamber asal Tangerang Selatan bergantian tampil di minggu pertama.

Menurut Sri Hanuraga selaku kurator tamu, komposisi yang dimiliki Adi Wijaya meskipun kompleks tetap well written, efektif dan tidak terdengar pretensius. Hingga musik Railroad Therapy sangat fresh untuk skena musik jazz. Hal itu diungkapkan via Instagram @komunitas_salihara.

Intuition Jazz Chamber juga dianggap sukses menyuguhkan musik chamber yang manis tanpa terjebak klise. Hanuraga mengaku, Wishnu Dewanta sebagai Komposer sekaligus Konduktor IJC mampu mengeksplorasi unsur nada melayu sehingga pementasan bertambah menarik.

Di minggu kedua, para jawara yang beraksi. Sabtunya ada Monita Tahalea, Lie Indra Perkasa, dan Adra Karim. Dalam kesempatan ini, Monita membawakan lagu “Sesaat yang Abadi” dari album berjudul sama yang dirilis 2018. Secara spontan, Ananda Badudu yang hadir turut ambil bagian.

Dwiki Dharmawan menutup hari terakhir Jazz Buzz 2020. Penampilannya dikawal Rudy Zulkarnaen dan Rega Dauna. Lagu pembuka “Grozny Part 1” yang cukup mengundang kantuk dan pentas ditutup tembang lama “Bubuy Bulan”. Ia pun mengabarkan album terbarunya, Hari Ketiga akan dirilis tahun ini.