2262

Jejak Rock ‘n Roll Indonesia Dalam 2 Dekade Terakhir

Sejak era 50an musik rock ‘n roll adalah hal yang seksi dalam musik Indonesia. Bagaimana mitos seputar The Tielman Brothers yang konon menginspirasi the Beatles, Koes Plus yang masuk penjara karena musik ngak ngik ngok, God Bless yang perkasa di 80an, dan Slank yang menjadi lokomotif rock n roll Indonesia era 90an hingga saat ini.

Rock ‘n roll bergema akibat pengaruh kental musik blues dengan R&B yang dipadu dengan sentuhan boogie woogie. Menggunakan instrumen yang mengedepankan suara gitar elektrik. Lalu genre ini pun berkembang menjadi gaya hidup dan gaya berpakaian sekaligus simbol pemberontakan kaum muda. Pemberontakan kaum muda ini yang kemudian menggila hingga muncul jargon sex, drugs and rock n roll.

Kini rock and roll bukan saja memengaruhi gaya bermusik, tetapi sekaligus gaya hidup, gaya berpakaian, dan bahasa. Dan bila melihat genre musik sekarang yang begitu tipis batasannya, tidak heran bila saat ini tidak mudah mencari aksi rock n roll lokal murni seperti yang banyak bermunculan di 2 dekade ke belakang. Rock n roll bukan lagi sekedar genre tapi menjadi gaya hidup dan hadir di semua musik.

Baca juga:  Pangalo! Dan Katalog Funk Indonesia Yang Malu-Malu

Bagaimana rock n roll Indonesia saat ini? Yang menyajikan musik rock dengan sentuhan tempo dulu lengkap dengan sound dan attitude nya, tetap menggunakan instrumen gitar elektrik sebagai senjata utama, vokal parau/melengking/menggeram, dengan ketukan menghentak yang memancing tubuh bergoyang. Inilah jejak rock ‘n roll Indonesia dalam 2 dekade terakhir musik kita.

 

Slank

Bawah: Slank Era 90an. Atas: Slank Era Sekarang / dok. istimewa

Haruskah dijelaskan? Sejak 2 dekade ini tahta band rock n roll terbesar Indonesia didapuk oleh grup asal gang Potlot, Pasar Minggu ini. Jadwal panggung padat, fans fanatik yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Dan meski kini tidak sekritis/nakal seperti di awal karirinya, legenda hidup musik Indonesia ini telah sukses menyentuh dan mampu mewakili semua lapisan kelas masyarakat di Indonesia dengan mengusung lagu-lagu yang berbicara tentang kehidupan, politik, sosial budaya hingga drugs dan juga upaya sembuh darinya. Kurang apa lagi?

Baca juga:  Feast, Para Pembawa Pesan

 

Flowers (Kini: The Flowers)

Masih dari gang Potlot namun dengan kiblat rock n roll berbeda. Pengaruh blues dan musik rock n roll 70an yang kental, dengan solo gitar panjang ugal-ugalan yang saling bersahut-sahutan membalut lirik berbahasa Indonesia yang “teler“ secara harfiah. Semua itu dikemas dengan sound vintage 70an. Dan mereka meramu itu 20 tahun lalu di album perdana mereka 17 Th Keatas yang dirilis pada 1996. Di album perdana itu yang membedakan Flowers dengan Slank adalah kadar vintage-nya. Saat Slank masih terpapar musik hardrock 80an dengan gaya berpakaiannya, Flowers memutuskan untuk mundur jauh ke belakang menggali sound vintage 70an, lengkap dengan dandandan, dan visual album serta video musik mereka.

Baca juga:  Kacamata Gaya Musisi Indonesia

The SIGIT

Garda terdepan rock n roll milennium asal Bandung yang dipengaruhi oleh rock vintage Led Zeppelin. Datang dari anak-anak subkultur skateboard yang jatuh cinta pada musik rock n roll 70an, serta musik garage rock 2000an yang menjamur pada saat itu. Dengan vokalis kharismatik bersuara parau tinggi, dengan balutan musik rock yang lebih niche The SIGIT meledak di skena indie dan menjadi salah satu nama terbesar dari arus samping bila berbicara musik rock n roll di Indonesia saat ini yang total. Dari musiknya, rambut gondrong personilnya, pernyataan fesyennya, aksi panggung hingga pesona Rekti sang frontmannya