Jejak Rock ‘n Roll Indonesia Dalam 2 Dekade Terakhir

• Aug 6, 2019

The Brandals

Rock n roll yang dipengaruhi kental oleh garage rock dan musik punk. Ugal-ugalan baik musiknya, aksi panggungnya maupun mulutnya. Eka Annash sang vokalis yang bertanggung jawab akan hal itu. Hal itu sepadan dengan tajamnya lirik yang ia tulis. Nama Brandals yang mereka pilih juga bukan sembarangan. Ribut dengan penonton, merusak instrumen dan sang vokalis menyampah sambil mabuk di atas panggung, semua itu adalah hal yang biasa dijumpai dalam panggung the Brandals.

The Changcuters

Rock n roll dengan lirik dan aksi panggung humoris dan berbalut pernyataan fesyen yang necis dan dendy. Dengan sang vokalis Tria yang hadir bagaikan duplikat frontman Rolling Stones Mick Jagger lengkap dengan liiukannya, dan dengan balutan musik rock yang lebih kekinian yang catchy sangat dipengaruhi oleh band-band garage rock revival 2010an namun dengan lirik dan visual yang terselip nuansa humor. Yang menjadi ciri khas mereka adalah pernyataan fesyennya. Selalu kompak berseragam setema.

 

The Hydrant

Kuartet asal pulau Dewata ini menghadirkan rock n roll klasik yang dipengaruhi kultur rock n roll 50an yang dilabeli dengan nama rockabilly. Tentunya mengacu kepada sang raja Elvis Presley dan Johnny Cash, juga revival rockabilly 80an, Stray Cats. Selain The Hydrants, meskipun minoritas, rockabilly Indonesia bergerak cukup subur di bawah tanah. Banyak wakilnya dari berbagai kota di Indonesia. Dan bila bicara perwakilan, The Hydrant sendiri sudah beberapa kali tampil di luar negeri sebagai wakil rockabilly dari Indonesia.

 

Tambahan: Generasi surf rock 60an

Searah Jarum Jam: The Souther Beach Terror (RIP), The Panturas, The Mentawais & The Sundancers / dok. istimewa

The Southern Beach Terror (RIP), The Sundancer, The Panturas, The Mentawai

Sementara itu surf rock Indonesia muncul di awal milenium. Mengacu kepada musik rock n roll 60an ala the Beach Boys dan Dick Dale yang banyak berbicara soal kultur surfing dan pantai. Surf rock milenium Indonesia ini dipelopori pada tahun 2005 oleh trio asal Jogjakarta, The Southern Beach Terror yang kemudian menghilang. Generasi baru surf rock ini kembali bermunculan pertengahan 2010an. Musisi surf rock lokal seperti The Mentawais asal Bogor, The Panturas dari Bandung, hingga The Sundancer asal Mataram, NTT yang merupakan proyek terbaru gitaris The Southern Beach Terror.

 

_____

 

 

 

 

 

Penulis
Fari Etona
Pendenger musik pop dan rock, serta pecinta binatang dan pemakan buah-buahan.

Eksplor konten lain Pophariini

SIVIA Merilis Lagu Hening dalam “Serene”

Memasuki pertengahan bulan keenam, SIVIA kembali hadir dengan single terbarunya, “Serene”. Ini merupakan single kedua menuju peluncuran mini album yang akan datang, setelah dibuka nomor pertama “Are You My Valentine?” pada Februari 2021 lalu. …

Perjalanan Panjang Basboi dalam Album Debutnya

Setelah melalui rangkaian single-single yang dilepas secara eceran di beberapa waktu ke belakang, akhirnya Basboi resmi menutup rangkaian tersebut dengan album debutnya, Adulting For Dummies. Resmi dilepas pada hari Jumat (18/06) ini, Basboi menyuguhkan …