Jogja Noise Bombing Festival Kembali Digelar

74
Penampilan Anxiety di Jogja Noise Bombing-2017. Foto Dea Karina.

Jogja Noise Bombing Festival akan kembali digelar tanggal 25 dan 26 Januari 2020. Selama berjalan dari tahun ke tahun, festival ini membuktikan bahwa sesuatu yang bising tak selalu ‘menganggu’ pendengaran.

Kebisingan bukan pertunjukan musik saja. Festival ini juga memiliki kegiatan lainnya seperti workshop, residensi, pameran, screening film, serta diskusi yang berhubungan dengan ranah noise.

Di hari pertama menyuguhkan pertunjukan noise bombing jalanan di area seputar Malioboro dan screening film dokumenter di Loops Station. Di hari kedua fokus pada pertunjukan musik noise di Pendhapa Art Space.

Jogja Noise Bombing family 2018 / foto: Sanne Krogh Groth.

Untuk pertunjukan musik mereka yang bakal tampil datang dari berbagai daerah dan negara. Sebut saja Tzii (Belgia), Catatonia (Singapore), Aldo Achmad (Solo), SitBQ (Korea Selatan), Dea Karina (Yogyakarta), Furchick (Australia), Thorn The Beauty (Gresik), LanSanese (USA/Yogyakarta), Wei Wang (Taiwan), Classism (USA/Thailand), SAJJRA (Peru), Cheng Yi Chong (Taiwan), Makassar Noise Terror (Makassar), PGR (Italia), GRAEA (Yogyakarta), dan Handoyo Purwowijoyo (Yogyakarta).

Jadwal Jogja Noise Bombing Festival 2020

Menariknya, kali ini pergelaran hadir dengan tema utama film dokumenter lewat screening 4 film dokumenter bertemakan Jogja Noise Bombing. Film dibuat dua sutradara asal Yogyakarta, satu asal London, dan satu lagi asal Australia.

Bagi yang tertarik datang, acara ini gratis dan terbuka untuk umum. Kabarnya, sebelum festival berlangsung ada beberapa penampil yang melaksanakan rangkaian pre tour event. Cek saja @jogjanoiseclub.

_____