KaleidosPOP 2020: Wawancara Romantic Echoes

• Jan 7, 2021
KaleidosPOP 2020: Wawancara Romantic Echoes

Kenapa pakai nama Romantic Echoes bukan J. Alfredo?

Gue tuh sebenarnya orang yang sangat terpengaruh dengan idola gue. Bisa dibilang sampai sekarang dengan umur segini, masih kayak anak bocah yang ketika ngeliat idola gue ngapain, gue akan juga melakukannya. Gue tipe orang kayak gitu. Awalnya sih liat Damon Albarn (Blur) bikin proyek namanya Gorillaz, band virtual dengan temannya. Trus dia nggak pakai nama dia. Gue langsung mikir, seru juga sih.

Gue agak malas kalau kesannya terlalu solois banget. Misalnya kayak Michael Jackson. Dengar namanya aja bebannya benar-benar jatuh ke dia banget. Gue mau Romantic Echoes orang bisa ngeliat, sama lah kayak halnya kayak Gorillaz. Gue nggak cuma liat Damon di situ tapi gue ngeliat yang lain-lainnya juga. Satu kelompok band utuh. Bukan perorangan. Keren kan kalau kaya gitu.

Nah akhirnya tercetuslah Romantic Echoes. Meskipun awalnya penginnya pake nama Gema Romantis. Tapi kok perasaan, aduh namanya jelek banget nih. Ya udah deh Romantic Echoes. Selesai. Meskipun kemudian ternyata belakangan baru sadar kalau nama Gaung Romantis lebih keren. Kenapa ngga itu aja ya? Tapi ya udah telat deh (tertawa)

J. Alfredo / dok. pribadi

Sebelumnya Pijar rajin merilis EP, sebagai Romantic Echoes sempat bikin mini album dengan Oslo Ibrahim, elo memang seproduktif itu menulis dan bikin lagu?

Gue termasuk menggebu-gebu kalau mengerjakan hal yang disuka. Mood gue tuh gampang terbangun gara-gara nonton film. Jadi kalau abis nonton gue bisa cerita-cerita banyak apa aja ketika abis nonton fllm. Ngga tau ya gue ngerasa kehidupan cinta gue baik-baik aja. Nggak ada sesuatu yang bisa diumbar, nggak ada sesuatu yang ‘wah lo harus dengar kehidupan cerita cinta nih’. Gak sekeren itu sih kehidupan cinta gue. Drama juga nggak ada. Gue orangnya realistis aja.

Tapi yang bisa buat gue bercerita itu adalah film. Gue bisa bercerita mungkin tentang kehidupan-kehidupan rumah tangga atau tentang seorang anak yang sayang dengan orangtuanya. Pemicunya adalah film dan bisa semudah itu. Dan kalau untuk mini album bareng Oslo, waktu diajakin kolab gue langsung mau tapi syaratnya bukan bikin lagu bareng. Tapi lagu sendiri-sendiri. Makanya dua lagu dia, dua lagu gue (tertawa).

Apa tiga film kesukaan elo ?

Gue tuh suka nonton film berulang-ulang. Bisa berulang-ulang banget. Sampe memicu ide. Pertama, Big Fish. Kedua, The Godfather tentang drama keluarganya. Ketiga, gue suka banget sama film Yes Man, Jim Carey sama Zooey Deschanel.

Di Romantic Echoes ada yang dari film juga?

Di Romantic Echoes tuh gue banyak terinspirasi dari tulisan-tulisan kayak WS Rendra. Puisi tuh menurut gue bisa banyak banget artinya, ya kayak lagu. Mungkin gue baca puisinya si ini, gue bisa dalam banget padahal sebenarnya nggak sedalam itu. Kalau baca buku ya so so. Gue lebih suka novel, buku-buku fantasi. Kalau yang berhubungan sama hati, kayaknya lebih puisi gue. Puisi sama ya filsafat-filsafat tapi nggak into banget juga. Cuma di luarnya doang bisa jadi. Tapi gue mungkin yang ngegali terus.

Contohnya, bait lirik “dibunuh sepi”. Gue bisa panjang banget tuh. Kenapa sih sampai dibunuh sepi? Dibunuh sepi sebenarnya gue dapat gue sendiri tapi gue ngeliat dari Chairil Anwar. Kalau Chairil Anwar itu kan kata-katanya udah begitu kan. Gue juga bisa dibilang, banyak terinspirasilah dengan puisi-puisi mereka yang di zaman itu dengan kata-kata yang menurut gue gokil sih. Di setiap katanya gue selalu nyari arti dan persamaannya dan lawannya. Menurut gue gila banget bisa sampai kayak gitu. Kebanyakan sih gue obrak-abrik lagi dengan gaya gue, dengan mood gue. Akhirnya gue kebanyakan pakai istilah-istilah itu di Romantic Echoes.

Gue ngasih denger Ahmad Dhani lagu “Menutup Mata Untuk Melihat Dunia” yang durasinya 9 menit. Selama itu dia diem aja menyimak, nggak ada ngomong sama sekali

Siapa di keluarga besar yang berjasa buat perkembangan musik lo?

1
2
3
4
5
6
7
Penulis
Anto Arief
Suka membaca tentang musik, subkultur anak muda dan gemar menonton film. Pernah bermain gitar untuk Tulus nyaris sewindu, lalu bernyanyi dan bermain gitar untuk 70sOC.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

SIVIA Merilis Lagu Hening dalam “Serene”

Memasuki pertengahan bulan keenam, SIVIA kembali hadir dengan single terbarunya, “Serene”. Ini merupakan single kedua menuju peluncuran mini album yang akan datang, setelah dibuka nomor pertama “Are You My Valentine?” pada Februari 2021 lalu. …

Perjalanan Panjang Basboi dalam Album Debutnya

Setelah melalui rangkaian single-single yang dilepas secara eceran di beberapa waktu ke belakang, akhirnya Basboi resmi menutup rangkaian tersebut dengan album debutnya, Adulting For Dummies. Resmi dilepas pada hari Jumat (18/06) ini, Basboi menyuguhkan …