Kaleidospop Musik Indonesia 2020 versi Pop Hari Ini

958

Pandemi adalah satu kata yang menjadi tajuk utama ketika membicarakan tahun 2020. Fenomena ini menampar semua sendi kehidupan, termasuk industri musik.

Pandemi karena virus Covid-19 membuat semua musisi harus restart. Semua rencana-rencana yang sudah disusun di tahun sebelumnya, harus batal. Rilis album, launching, tur, konser, festival semua hancur lebur. Saat itu, industri musik seakan mati suri.

Namun ternyata pandemi punya cerita menariknya. Banyak musisi yang akhirnya putar otak dan menjalankan strategi baru yaitu: goin‘ digital. Meski kehilangan proses tukar energi, konser-konser musik tetap berjalan dan bisa dinikmati langsung beberapa inci dari layar smartphone kita. Goin‘ digital juga menyusup ke sendi-sendi konten yang lain, salah satunya adalah podcast/videocast.

Lewat Kaleidospop Musik Indonesia dalam tema besar PHI Kaleidospop 2020, Pop Hari Ini mencoba merangkum semua cerita seru, sedih dan senang seputar pandemi kepada pembaca setia sekalian. Inilah wajah Musik Indonesia 2020 dalam kenangan. Selamat menikmati.


 

Januari

kika: Akbar, Cholil, Poppie Efek Rumah Kaca di konser Jalan Enam Tiga, M Bloc Space, Selasa (21/1) / foto: Sheila

Pandemi belum muncul, berita tentang ditemukannya virus Covid-19 di Wuhan belumlah sampai ke telinga masyarakat Indonesia. Industri musik masih normal, konser-konser berjalan dengan baik. Beberapa konser seperti launching mini album Jalan Enam Tiga dari Efek Rumah Kaca di M Bloc, juga pertunjukan eksklusif Senyawa di Gudskul. Di Jogja, ada Jogja Noise Bombing yang keren abis. Endah N Rhesa rayakan perjalanan mereka dengan launching buku biografi mereka, semua masih aman dan normal. Beberapa festival besar seperti We The Fest dan Synchronize Fest bahkan telah mengumumkan penjualan tiketnya.

 

Februari

Oding Nasution Foto: Instagram.com/dion_momongan

Di bulan ini, tiga nama legendaris musik meninggalkan kita. Naniel, sang pencipta lagu Bento, Odink Nasution dari Guruh Gypsy dan Yanti Noor, personil Noor Bersaudara yang juga istri dari Chrisye. Di kancah sidestream, drummer Polyester Embassy, Givari Mustika Putra juga pergi meninggalkan kita karena sakit. Kabar gembiranya, Marion Jola diganjar 8 Kali platinum berkat debut albumnya, Marion. Sementara Stars and Rabbit yang baru saja merilis album barunya, Rainbow Aisle tur keliling Asia.

 

Maret

Grrrl Gang
Grrl Gang gemparkan M Bloc / foto: @grrrlgang (instagram)

Sejak Pemerintah menetapkan Wabah Corona Virus atau Covid-19 sebagai Bencana Nasional per 14 Maret silam, semua rencana ditunda, dari konser, tur dan agenda permusikan yang lainnya. Festival debut seperti Heads in the Clouds, agenda tahunan Record Store Day harus diundur. Grrrl Gang terpaksa batal ke festival bergengsi SxSW di Austin, meskipun mereka sempat menggelar ‘gig penyesalan’ nya di Oeang, M-Bloc satu hari sebelum tanggal 14 Maret. Selain Grrrl Gang, Kelompok Penerbang Roket adalah band yang beruntung masih mencicipi gig di M Bloc sebagai puncak tur mereka bersama sepatu Compass. The Adams ketiban malangnya, tur Agterplaas mereka terpaksa ditunda.

Akhir Maret, musisi praktis ‘dirumahkan’. Beberapa aktivitas mengisi waktu pun dilakukan, Indra Lesmana dengan jam session nya, Iwa K dan Ipank membuat konten video seru, tantangan Until Tomorrow yang seru.

 

April

Glenn Fredly
Almarhum Glenn Fredly dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada Kamis (9/4) sore tadi / foto: dok @glennfredly309 (instagram)

Meninggalnya musisi legendaris Glenn Fredly adalah wajah kelabu yang bisa diingat di bulan April 2020 ini. Kabar ini menyesakkan semua musisi, teman dan fans. Glenn pun menjadi satu dari musisi tanah air yang meninggal di masa pandemi. Tak banyak sahabat juga fans yang mengiringi kepergiaannya akibat kebijakan pemerintah.

Baca juga:  Penyeimbang Itu Bernama Erwin Prasetya

Di lain pihak, musisi mulai menggarap konser online (baca: virtual) sebagai strategi dari masa pandemi ini. Mocca dengan Stay Home Stay Happy-nya, Tulus dan Erwin Gutawa salah satu yang spektakuler, tak ketinggalan LEXICON+ Virtual home concert yang digarap Isyana Sarasvati.

 

Mei

sang Godfather: Didi Kempot di Synchronize Fest 2019 / foto: Pohan

Bulan Mei, duka tak henti-hentinya menimpa dunia musik tanah air. Untuk sobat ambyar, mereka harus rela kehilangan sang maestro campur sari kelahian Solo, Didi Kempot yang dipanggil yang mahakuasa.

Tak berselang lama, baladewa se-tanah air juga kehilangan sosok bassist handal, Erwin Prasetya. Eks personil Dewa 19 ini melengkapi daftar musisi yang wafat di tengah pandemi.

Kabar baiknya, pandemi tak menghilangkan semangat musisi untuk tetap merilis rekaman, baik single dan albumnya di tahun ini. Iga Massardi dengan “Krisis Hiburan”, Tulus dengan adaptasi yang ditulis dalam waktu 4 hari. Laleilmannino yang menggandeng Reza Chandika dan Rendha Rais, Romantic Echoes, Heruwa dan masih banyak lagi.

Dan ya, Mei ini mencatat album debut Nadin Amizah, Selamat Ulang Tahun yang menjadi salah satu album terbaik 2020 versi kami. Yang menarik lagi adalah Mardial, album barunya dengan moniker Mamang Kesbor, Album Terbaik di Tata Surya dirilis lewat situs ‘ehem-ehem’ alias Pornhub.

 

Juni

Irama Nusantara
Irama Nusantara tengah di ujung tanduk / dok. Irama Nusantara

Pandemi berujung kepada finansial yang morat marit. Musisi kehilangan sumber penghasilan karena beberapa acara musik yang resmi dibatalkan, begitu pun tempat pertunjukan, vendor soundsystem yang harus mengencangkan ikat pinggang karena kosongnya jadwal pertunjukan.

Yayasan non-profit seperti Irama Nusantara yang punya misi mulia pun harus bertemu keadaan pahit. Funding yang terhenti menyebabkan mereka menunda kegiatan mulianya.

Kenyataan pahit pun juga terasa di skena musik jazz tanah air ketika harus kehilangan maestronya, Benny Likumahuwa. Ia menambah daftar musisi yang tutup usia di kala pandemi, menyedihkan.

Sementara itu beberapa musisi mulai berstrategi, baik dalam mencari finansial maupun demi menjaga awareness-nya. Beberapa ramai bikin masker, ada yang membuat kopi demi membantu sesama musisi, tak sedikit yang membuat produk makanan.

Di lain pihak, rekaman-rekaman tetap dirilis. Pamungkas melahirkan Solipsism-nya, Romantic Echoes dengan Persembahan dari Masa Lalu, Laze dengan Puncak Janggal, album terbaru FSTVLST, dan masih banyak lagi.

 

Juli 2020

Sal Priadi
Di Soundstream nanti, Sal Priadi hadir dengan penampilan berbeda

Juli, titik cerah makin nampak dan bergulir. Beberapa konser festival yang bergeser virtual dibuat di bulan ini sebagai hasil kompromi musisi yang tetap manggung dengan mengesampingkan pertukaran energi dengan fans, namun setidaknya menjaga agar dapur tetap ngebul.  Konsep virtual ini juga dianut oleh band-band emerging, yang dengan kemampuan mereka dengan tujuan tetap menjaga hubungan dengan fans.

 

Agustus 

Jason Ranti
laman depan jasontanti.com

Makin kesini, musisi seakan sudah bisa beradaptasi dengan keadaan pandemi yang menyedihkan ini. Langkah merilis rekaman tetap dilakukan, strategi virtual diambil dari  konser besar, showcase kecil, tips & tricks, termasuk di dalamnya membuat acara podcast mereka. Semua musisi mendadak menjadi interviewer, presenter dalam ruang kecil acaranya.

Baca juga:  "Cyberbullying, Monster Bagi Generasi Z". Oleh Che Cupumanik

Yang menarik perlu dicatat adalah, Jason Ranti meluncurkan situs resmi untuk para fans woyo nya. Website ini akan berisi konten-konten spesial yang mungkin saja belum pernah dilihat sebelumnya oleh para fans.

 

September

Unit ska Waiting Room merilis debut albumnya secara digital dan fisik. Meski sudah tak aktif lagi, namun ini nampaknya langkah bagus dari label yang mencoba mengeruk awareness fans akan album-album klasik era 90-an. Di bulan-bulan selanjutnya, beberapa album klasik seperti Rumahsakit, Klarinet kembali dirilis ulang dalam format digital.

Bulan Oktober ini, .Feast membuka lembaran baru musik mereka dengan Uang Muka. Akhirnya para fans mereka bisa mendengarkan karya-karya baru dari .Feast seperti “Komodifikasi” dan “Belalang Sembah”.

Sementara unit rock progresif dari Bali, Rollfast melepas Garatuba, debut album yang nantinya akan menjadi album terbaik pilihan Pop Hari Ini.

 

Oktober

RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang mencuat pada Oktober ini menjadi tajuk utama. Sejumlah musisi dalam negri bereaksi keras terhadap keputusan Pemerintah dan wakil rakyat yang tergesa-gesa ini. Reaksi ini juga menjadi viral setelah KPop-er turut menyuarakannya.

Sampai bulan Oktober ini, musisi-musisi kian gencar merilis karyanya: “Roda Gila”-nya KPR, Isyana dan “Unlock The Key”-nya, Kolaborasi Mocca dan Rekti, Dua single Maliq & D’Essentials dan masih banyak lagi. Pandemi boleh membatas ruang fisik, tapi ruang kreatif tetap bisa bebas.

Oiya, Oktober ini kami juga membuat program sip, namanya Irama Kotak Suara. Sebuah program apresiasi karya (kami gak mau bilang kompetisi) yang dikhususnya untuk band-band baru dan emerging sebagai sarana promosi dan pemicu mereka agar lebih produktif di masa pandemi.

 

November

Synchronize
Synchronize Festival 2020 eksklusif di SCTV / dok. Synchronize Festival (Instagram).

Di tengah maraknya festival yang berjalan virtual, Synchronize Festival melakukan gebrakan unik dengan mengajak stasiun televisi untuk menjadi festival musik pertama yang tayang secara eksklusif di layar kaca. Yang menarik, di tahun ini, Synchronize menghadirkan kolaborasi keren antara raja dangdut Rhoma Irama dan DJ Dipha Barus.

“Irama Cita” single terbaru White Shoes and The Couples Company, adalah hal terbaik yang hadir di November ini. Single ini tayang serentak di radio-radio seluruh tanah air. Seperti biasa, bukan White Shoes namanya jika tak pandai mengemas kejutan, salah satunya adalah dengan menyiapkan piringan hitam dan merchandise spesial untuk single ini.

 

Desember

Tony Setiaji undur diri dari Brandals

Hengkangnya Tony Setiaji menjadi kabar sedih di tahun pandemi ini. Gitaris ini mengumumkan pengunduran dirinya dari The Brandals, band yang membesarkan namanya. Tony menjadi nama kedua personil yang undur diri di tahun ini, setelah sebelumnya Billy Saleh harus hengkang dari Polka Wars.

Beberapa festival penghujung tahun seperti WTF serta Brightspot menjadi penutup festival berkonsep virtual yang digelar di tahun ini. Tak ketinggalan, Pop Hari Ini pun membuat IDGAF, festival keren yang menampilkan kolaborasi keren.

______

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments