Kalimantan: Peta Musik yang Menjanjikan

• Sep 13, 2019

Murphy Radio, penyembah skill dari Samarinda.

Pelan tapi pasti, skena musik di Samarinda mulai naik ke permukaan, setidaknya banyak acara musik lokal di sana yang kerap memasang line up dari band lokal di sana.

Meski demikian, untuk ukuran band memang belum banyak band Samarinda yang bisa seberuntung Murphy Radio. Jam terbang mereka boleh dibilang bagus. Manggung sampai ke kota-kota di luar kandang, bermain di festival musik besar bergengsi.

Jenggala Community Hub adalah satu dari sekian banyak venue yang perlu dihighlight. Venue kecil yang sudah eksis sejak 2017 ini punya soundsystem dan set backline yang memadai untuk setiap acara skena yang dibuat di sana. Venue lainnya adalah You Kaltim, sebuah venue yang cukup besar namun pernah digunakan untuk perhelatan Record Store Day di Samarinda.

Untuk musisi, Davy Jones, singer-songwriter Irene Sugiarto, energi rock alternatif dari Visual of Illusion Dream (VOID) adalah nama-nama yang menurut kami menjanjikan.

_____

Dari Samarinda, kami mengajak kalian untuk sedikit menilik Kutai Kartanegara, sebuah kabupaten di Kalimantan Timur yang sebagian daerahnya akan menjadi lokasi ibukota ibukota baru bagi Indonesia. Kukar sendiri populer dengan musik kerasnya. Meskipun saya belum pernah ke sana langsung, namun pamor daerah ini naik setelah Kukar Rock Fest beberapa kali digelar.

Digelar sejak enam tahun lalu, Kukar Rock Fest sendiri menjadi destinasi bagi para pecinta musik keras di Kalimantan Timur. Setiap tahunnya, festival ini telah menampilkan musisi-musisi rock/metal internasonal, dari Sepultura, Helloween, Testament dan masih banyak lagi. Tak kalah meriahnya, Kukar juga ternyata menyimpan nama-nama lokal yang keren di skena rock mereka.

Saya berbicara dengan Akbar Haka, vokalis band Kapital. Terbentuk tahun 2004, Kapital termasuk band asal Kukar yang produktif. Membuat 7 album, kiprah band ini terdengar sampai ke luar pulau. Berbagai perhelatan bergengsi musik rock, dari Rock in Celebes sampai Bandung Berisik sampai Heart Town Rock Festival di Taiwan pernah dilakoninya. Tahun ini, mereka tengah mempersiapkan tur Asia mereka.

Sebelumnya terima kasih sudah meluangan waktu untuk menjawab pertanyaan saya, mengapa Kapital memilih musik metal sebagai wadah pengekspesian diri?

Kapital sendiri terbentuk 2004 dengan nama awal The Pistol sepulang-nya saya dari studi di Bandung, memilih genre musik metal karena dianggap tepat menjadi representasi dari corong teriakan kegelisahan anak anak Kalimantan dan Kapital menuangkannya kedalam lirik lagu.

Bagaimana suasana skena musik di Kukar ketika Kapital berdiri?

Pasca rilis album pertama Kapital Metalmorphosis (2009), skena musik keras di Kukar semakin bergerak, dengan banyaknya band lain yang merasa terpacu menggunakan media kata kata sebagai senjata dalam menyuarakan kritik sosial kerusakan alam Kalimantan lewat karya.

Kapital, salah satu yang bersinar di Kukar.

Bagaimana dengan gigs?

Intimate gigs semakin deras dan tentu saja skena tempat kami berteduh yaitu Distorsi, semakin gencar melakukan pergerakan, hingga akhirnya 6 tahun berturut turut kami membuat Rock in Borneo dengan nama awal KUTAI Kartanegara Rockin’Fest. Dengan menghadirkan Sepultura (Brazil), Helloween (german), Testament (US), Firehouse (US), Michael Learns to Rock (Denmark) dan Skidrow (US).

Sejauh ini, ada berapa album telah Kapital rilis? 

Sejauh ini kami sudah membuat 7 album, Metalmorphosis (2009), Reinkarnasi (2011), Symphoni Kegelapan (2012), Teror dari Belantara (2014), Anonymous (2015), Semesta Rawa (2017), Dan Mantra (2019).

Akbar Haka, vokalis dan scenester Kukar / dok. instagram Kapitalborneo

Sejauh mana Kapital membawa panggung kalian? 

Titik awal kami meneriakkan perlawanan adalah: Bandung Berisik (2012 dan 2013), Hammersonic (2013), Rock in Celebes (2012,2013,2015,2017) Rock in Solo (2013), Radio show (2012) , Heart town Rock Festival (Taiwan,2018) dan sedang mempersiapkan Asian tour kami di 2019 dan hampir setiap daerah di Kalimantan Timur dan Utara telah kami kunjungi.

Apa komentar kalian terhadap skena musik di Kalimantan Timur?

Bergerak deras! Lalu kami menyebutnya Kalimantan Timur adalah Rumah untuk Musik keras Indonesia.

Apa saja band selain kalian yang perlu kalian highlight yang punya potensi yang keren dan layak untuk disimak?

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.

Eksplor konten lain Pophariini

Eksistensi Sebuah Band oleh Ramadhista Akbar (Nidji)

Ada begitu banyak faktor yang menyebabkan sebuah band untuk berhenti berkarya ataupun bubar. Gitaris Nidji, Ramadhista Akbar mengulasnya.

Mau Tau Banget?: Mentor Interview – Sarah Deshita

Selamat datang kembali di edisi kedua dari Mentor Interview! Sekilas mengenai Mentor Interview, kami berkeliling menemui nama-nama yang sudah tidak asing lagi di industri musik Indonesia saat ini. Nama-nama yang kami temui, mempunyai keahliannya …