Karya Kreatif Tak Terbatas di Go Ahead Challenge 2018

Jan 26, 2019

Go Ahead Challenge atau disingkat GAC hadir dengan tema berbeda setiap tahunnya sejak 2014. Di tahun kelima ini dengan slogan Karya Gak Tau Batas, ajang kreatif tahunan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 18 finalis. Mereka mendapatkan kesempatan emas untuk menggali langsung potensi masing-masing bersama 8 kurator ahli dalam bidang musik, visual art, fotografi, dan kuliner.

Sebanyak 18 finalis GAC tahun ini berasal dari kota-kota di luar Jawa, dari Pontianak sampai Maluku. Mereka datang mewakili berbagai passion dari kuliner, visual art, fotografi, dan musik. Di sesi bootcamp atau Creative Academy yang berlangsung selama lebih kurang satu minggu (dari tanggal 21-25 Januari) ini, para sosok kreatif ini dikembangkan skill-nya oleh sederet kurator.

Dalam kesempatan Exclusive Reporting Go Ahead Challenge 2018 yang sekaligus menandakan hari pertama Creative Academy pada Senin (21/1) di Panhead, Jakarta Selatan, Anton Ismael perwakilan kurator dan juri mengatakan, “Saya di sini memilih bukan hanya berdasarkan tampilan luarnya. Tapi kayak sebuah cerita-cerita apa, alasan-alasan apa yang menggerakkan mereka untuk berkarya.” ungkapnya.

Anton Ismael (kiri), sebagai kurator GAC 2018 bidang fotografi bersama Naufal Abshar kurator di bidang Visual Art / foto: Pohan.

“Kita melihat sebuah karya foto atau musik. Saya lebih tertarik mendengarkan cerita di balik itu karena cerita yang menarik akan menghasilkan karya yang menarik pula,” tambah Anton.

Sesi konsultasi one on one finalis GAC 2018 dengan Anton Ismael salah satu kurator di bidang fotografi / dok. GAC

Naufal Abshar selaku kurator di bidang visual art menambahkan, “Banyak karya dan ide yang bagus. Di sini keterlibatan kita mengartikulasikan karya-karya mereka untuk lebih presentable.”

Sesi konsultasi one on one finalis GAC 2018 dengan Naufal Abshar salah satu kurator di bidang Visual Art / dok. GAC

Para finalis Go Ahead Challenge memiliki potensi-potensi yang luar biasa. Muhammad Fahaad Dininubun misalnya, finalis Visual Art mengikuti Go Ahead Challenge ingin menceritakan apa yang ia rasakan terhadap objek. Fahaad membuat alat yang dapat berfungsi ganda. Alat tersebut mengeluarkan bebunyian sekaligus memberikan pola warna diberi nama ‘The Big Rabbit Troya’.

Agung Prasetya Nugraha, salah satu finalis GAC 2018 bidang fotografi / dok. goaheadpeople.id

Finalis lainnya dari bidang Photography, Agung Prasetya Nugraha merupakan lulusan Program Sarjana (S1) Ilmu Perpustakaan. Ia menggabungkan dua subkultur, pertama fotografi dan kedua visual art. Agung mempersembahkan karya berupa arsip yang ditunjang visual art.

sesi mentoring finalis GAC bersama Kendra Ahisa, salah satu kuarator bidang visual art / dok. GAC.

Anton sendiri menganggap, para finalis selain memamerkan karya yang mereka anggap keren. Mereka juga harus bisa mengemukakan ide gilanya, “A good leader is a good storyteller. A good photographer is a good storyteller. A good artist is a good storyteller. Orang-orang yang bisa mempengaruhi, they are a good storyteller.

Sesi pembuatan karya rekaman musik salah satu finalis Go Ahead Challenge 2018 bersama kurator bidang musik, Widi Puradiredja / dok. GAC.

Selama satu minggu para finalis dan kurator mereka bertemu secara intensif di Creative Academy. Proses demi proses dalam mewujudkan karya yang akan dilakukan di Creative Academy dengan adanya pertukaran ilmu dari para figur ahli kepada para finalis yang intens akan memberikan pengalaman tak terlupakan. Para finalis pun dituntut untuk berani berekspresi sehingga dapat mendobrak batas mereka dengan meleburkan berbagai passion yang dimiliki.

Sesi pembuatan karya video musik salah satu finalis Go Ahead Challenge 2018 bersama kurator bidang musik, Widi Puradiredja dan kurator bidang fotografi, Bill Satya / dok. GAC.

Finalis bidang musik berkesempatan mendapat sesi rekaman musik bersama Widi Puradiredja di Studio Panhead. Finalis lainnya mendapat arahan langsung sampai ke luar area, berdiskusi tentang pembuatan video musik bersama Bill Satya selaku kurator bidang fotografi.

Sesi pembuatan karya di bidang kuliner oleh salah satu finalis Go Ahead Challenge 2018 / dok. GAC.

Dalam sesi pembuatan karya musik, kurator musik Jason Ranti dan kurator visual art Kendra Ahimsa turut memberikan arahan kepada finalis tentang bagaimana penajaman konsep sebuah karya.

Sesi one on one salah satu finalis GAC 2018 dengan William Gozali salah satu kurator di bidang Kuliner / dok. GAC.

Sementara di bidang kuliner, kurator William Gozali tak segan duduk bareng finalis untuk membagi ilmu dan pengalamannya di sesi one on one mentoring.

Sesi pembuatan karya bersama kurator bidang visual art dan musik, Kendra Ahimsa dan Jason Ranti, dan salah satu finalis Go Ahead Challenge 2018 untuk penajaman konsep karya / dok. GAC.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan selama seminggu. Semua yang dilakukan finalis maupun kurator tentu memiliki tujuan yang sama, berkarya dengan cara terbaik mereka. Hingga tiba puncak acara GAC 2018 Artwarding Night pada Sabtu, 26 Januari 2018 di Queenshead Kemang. Siapa yang akan ke luar sebagai pemenang?

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.

Eksplor konten lain Pophariini

Dzee Rilis Video Musik “Epik”, Simak Langsung di PHI Eksklusif

Di PHI Eksklusif kali ini, saksikan lebih dulu video musik “Epik”, salah satu single dari album debut Dzee sebelum tayang di berbagai platform.

Maut dan Rayuan: 10 Tahun Dunia Batas Payung Teduh

Dunia Batas Payung Teduh menginisiasi subgenre, membangun generasi fans yang melekatkan diri dengan satu identitas, memiliki lagu yang dikenali dari intro.