Keberadaan NOAH di Usia Sewindu

182
NOAH / dok. Noah

NOAH baru saja menggelar hajatan 8 Jam NOAH yang bertajuk “Menemaniku” (16/9) sebagai keriaan ulang tahun perjalanan band yang akan genap sewindu di bulan September 2020. Hajatan ini bukan cuma mensyukuri karier bermusik mereka, namun juga sebagai bukti eksistensi, serta misi kemanusiaan.

Sejak menjadi NOAH, dan hadirnya kabar terakhir yang terbilang mengejutkan, ketika Uki memutuskan hengkang, menyisakan Ariel, Lukman, dan David. Mereka mengaku masih terus membicarakan tentang masa depan band untuk mengatasi kejenuhan karena ingin terus berkembang. 

Dalam virtual media gathering kemarin, Adib Hidayat sebagai moderator sempat menanyakan apa makna dari respon para Sahabat (Sahabat NOAH – RED) bagi NOAH dari masa ke masa. Ariel mengatakan, “Seperti kita tahu, musik itu kan nggak memilih siapa yang dia hinggapi.”

Lanjutnya, Ariel menambahkan, “Dengan siapa gitu dia hinggapnya. Selalu ada yang baru, selalu berganti. Mungkin Sahabat-Sahabat NOAH yang lama, yang juga udah punya gebetan juga. Tapi tetap support walaupun nggak ikut langsung kayak yang single baru.”

“Untungnya sih dari awal kita udah bilang bahwa kalau misalnya kita sebagai band coba bikin bangga kalian dengan karya-karya. Kita minta Sahabat NOAH untuk coba bikin bangga kita dengan kegiatan-kegiatan yang positif,” ungkap Ariel yang melabeli Sahabat NOAH bukan sekadar penggemar namun partner. 

Indrawati Widjaja selaku Direktur Musica Studios turut memberikan komentar dan masukan untuk NOAH di usia barunya, “Saya rasa dari waktu kenal 20 tahun yang lalu sampai sekarang NOAH tetap rendah hati, baik hati, menghargai, dan juga setia.”

“Jangan lama-lama buat produksinya karena tentunya kita juga bertanggung jawab kepada Sahabat NOAH. Jangan mundur-mundur waktunya, bisa lebih tepat,” tutup wanita yang akrab disapa Bu Acin ini.

Noah, Adib Hidayat dan Bu Acin / dok. istimewa

Selain Bu Acin, hadir pula Beny Bharata selaku General Manager Musica Studios yang ikut membeberkan bagaimana kinerja NOAH, “Kalau uniknya NOAH ini yang membedakan dari yang lain, menurut saya sih soal kesempurnaan dalam pembuatan materi, atau pembuatan album, atau pembuatan single.”

“Yang mungkin saya rasa juga dimiliki oleh band yang lain, tapi ini menurut saya yang paling intens. Ini bisa dibilang kelebihan dan kekurangan sebenarnya. Tapi ini ada uniknya justru. Karena pengin banget sempurna jadi sangat butuh waktu yang panjang banget. Tapi hasilnya bagus, maksudnya bukan menjadi suatu materi yang cuma lewat begitu saja. Tapi jadi suatu materi yang spesial,” tutup Pak Benyo.

Dalam momen perayaan HUT 8 Tahun, NOAH juga mengeluarkan vinyl album Keterkaitan Keterikatan. Pelelangan vinyl edisi spesialnya (berwarna emas) ditutup dengan nominal Rp 260.000.000,- yang dimenangkan oleh Raffi Ahmad and Nagita Slavina. Hasil dari pelelangan ini akan NOAH berikan untuk kru musik Indonesia yang terdampak COVID-19. 

Lukman menjelaskan, “Kita memang belum pernah ngeluarin vinyl. Seperti kita tahu, kualitas terbaik audio itu yang terbaik tuh memang di piringan hitam. Walaupun ada format WAV, MP3. Yang kita tau finish-nya itu yang terbaik quality- nya ada di piringan hitam.”

Noah / dok. istimewa

“Kayak penggambaran sesuatu yang ultimate untuk musik. Jadi suatu yang sangat berharga itu lah yang patutnya dilelangkan,” tambah Ariel.

Simak video musik “Menemaniku” yang diluncurkan kemarin tepat jam 5 sore melalui kanal YouTube NOAH OFFICIAL.