Kejutan The Upstairs di Sweet Seventeen

• Oct 5, 2018
The Upstairs

Tak terasa The Upstairs, band new wave synth rock asal ibukota yang dulu pernah dijuluki ‘raja pensi’ ini telah berusia 17 tahun alias sweet seventeen. Dan untuk merayakannya, mereka telah merilis single teranyarnya pada 27 September lalu.

Digarap oleh John Fisma dengan lirik khas ala Jimi Multhazam, “Semburat Silang Warna”, tajuk single terebut menjadi obat rindu bagi penggemar setelah kelahiran Katalika, 6 tahun yang lalu. Tak hanya itu, single ini juga sekaligus mengukuhkan The Upstairs era baru, yang kali ini diperkuat oleh Jimi Multhazam (vokal), Kubil Idris (gitar), John Fisma (bass, synth, electro sequencer), dan Ryan Ajhi (drum). Bisa dibilang formasi ini adalah formasi The Upstairs paling atraktif.

Tentu kalian bertanya-tanya apa makna di balik lagu dengan judul yang menarik khas The Upstairs ini. Tema lirik “Semburat Silang Warna” adalah menerjemahkan imajinasi anak kecil ketika menggambarkan sesuatu di atas kertas ke dalam bahasa orang dewasa.

CD terbaru The Upstairs.

Imajinasi anak kecil yang maha luas tersebut kadang tak terjangkau oleh bahasa dewasa. Akhirnya, imajinasi itu menimbulkan sebuah barisan puisi yang multitafsir. Suatu gaya penulisan lirik di luar kebiasaan Jimi sebelumnya.

Selain lagu, videoklip terbaru The Upstairs pun juga mengundang perhatian. Mungkin ini kali pertama video mereka yang tak menampilkan personil mereka dalam bentuk fisik, melainkan dalam bentuk videogame.

Soal videonya, The Upstairs menggandeng penggarap video muda yang menyandang nama Toma & Kako, yaitu Dhiwangkara Seta dan Dian Tamara. Mereka lah yang menerjemahkan “Semburat Silang Warna” dengan bentuk visual Arcade Game!. Videoklip “Semburat Silang Warna” menampilkan karakter games yang memberontak terhadap kemauan kreator dan pemainnya hingga mereka menjadi sebuah band bernama The Upstairs.

“Semburat Silang Warna” dirilis dalam bentuk CD oleh Langen Srawa Records. Selain “Semburat Silang Warna”, ada juga 4 track lama yang tercantum dalam CD ini.

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.

Eksplor konten lain Pophariini

PHI Tips: Menjadi Manajer Musik

Tips menjadi manajer musik ini disusun lewat kompilasi obrolan dengan beberapa pelaku. Biarkan ini jadi pernyataan sepihak, namun sudah seharusnya semua setuju : Sosok penting di dalam sebuah band adalah manajer dari band tersebut. …

Derby Days, Kompilasi Indie Rock Indonesia Terkini

Satu lagi album kompilasi yang semestinya tidak kalian lewatkan dalam waktu dekat ini. Hari Minggu (13/06) lalu, baru saja diumumkan bahwa Anoa Records dan Leeds Records berkolaborasi dengan menghadirkan sebuah album kompilasi bertajuk Derby …