Kolaborasi Tahun ini: Sepatu Compass x Kelompok Penerbang Roket

1599
Ilustrasi: @reinadli

Beberapa saat lalu, jagat media sosial ramai dengan kolaborasi terbaru antara sepatu Compass dan Kelompok Penerbang Roket (KPR) yang secara khusus mengeluarkan tiga versi sneakers Kelompok Penerbang Roket. Setiap versinya didesain dan menggambarkan kepribadian masing-masing personil KPR yaitu Coki, Rey, dan juga Vikri. 

Pop Hari Ini berkesempatan untuk mewawancarai Aji Handoko Purbo selaku Creative Director sepatu Compass dan juga manajer KPR, Rizma Arizky yang bercerita banyak tentang kolaborasi ini. Yang merupakan lanjutan dari kampanye “Meroket Bersama Compass” pada perayaan Sumpah Pemuda Oktober 2019 lalu.

Gitaris Rey Marshall merupakan salah satu orang yang membawa sepatu Compass ke dalam band KPR. Setelah membeli Compass pada awal 2019 lalu, Rey mengajak semua personel lain dan crew dari band yang berdiri sejak 2011 ini untuk membeli sepatu Compass yang kemudian bisa dibilang menjadi seragam panggung mereka. 

Dari situ terjadilah kolaborasi pertama Compass dengan KPR. Dengan membuat seri KPR yang tidak diperjualbelikan, hanya dikhususkan bagi para crew dari KPR. Walaupun begitu, mereka sempat melelang sepatu kolaborasi tersebut untuk kemudian disumbangkan kepada para veteran perang pada peringatan Sumpah Pemuda lalu.

Sepatu Compass Rey Marshall / Instagram: @penerbangroket

Untuk kali ini kolaborasinya dibuat lebih spesial berdasarkan kepribadian masing-masing personil KPR. Ornamen petir menghiasi sepatu Compass yang desain oleh Rey yang diambil dari logo di pick gitar yang menjadi identitas panggungnya. Compass versi Viki sang drummer cukup sederhana. Berwarna abu-abu muda dan dengan detail material kulit bercorak ular. Serta untuk Coki dihadirkan dengan material korduroy berwarna biru dengan penggunaan fur sintetis pada logo Gazelle serta penggunaan warna pink feminin pada tali untuk memberikan kesan 70an yang “funky”. 

Sepatu Compass JP Paton / Instagram: @penerbangroket

Lebih lanjut, sepatu Compass yang berkolaborasi dengan Kelompok Penerbang Roket ini dijual terbatas sebanyak 900 pasang saja yang penjualannya dilakukan berbarengan dengan tur di 5 kota yang diumumkan di H-1. 

Ornamen petir menghiasi sepatu yang desain oleh Rey. versi Viki Berwarna abu dengan detail material kulit bercorak ular. untuk Coki korduroy biru dengan fur sintetis pada logo Gazelle serta penggunaan warna pink

“Ini semacam bentuk terima kasih Compass ke KPR yang udah support banget. Dari Rey yang ngomporin semua personel sampai crew KPR pada beli semua.” Aji menambahkan. Ditambahkan Rizma bahwa meski saat ini sedang berkolaborasi KPR bukan brand ambassador Compass. “Nah, kerennya itu, kita gak diiket kontrak sama sekali sama Compass, jadi kita masih bebas mau pake Vans, atau Converse. Konsep mereka udah global banget. Kayak misalnya Levi’s mau disandingkan pakai baju apapun, sepatu apapun ya bebas. Soalnya ada beberapa brand yang gak membolehkan pakai brand tertentu.”

Sepatu Compass Vikranta / Instagram: @penerbangroket

 

Kesan Eksklusif dan Limited

Sepatu Compass sendiri sejatinya sudah ada di Indonesia semenjak tahun 1998. Namun pada saat itu minat masyarakat terhadap brand lokal belum ada, karena sneakers impor yang masih mendominasi. Saat itu pun bisa dibilang Compass hampir mengalami keterpurukan pada tahun 2000an.

Sepatu Compass pada akhirnya mulai bangkit lagi sekitar tahun 2018 setelah melakukan pemugaran merek (rebranding) dan hadir dengan membawa tema Local Pride Indonesia yang tentunya juga diimbangi dengan kualitas sepatu yang tidaklah main-main.

Yang kemudian membuat nama Compass semakin meledak adalah ketika pertama kalinya  berkolaborasi dengan Brian Notodihardjo

“Kami pernah diundang ke pabriknya Compass. Itu sepatu quality controlnya gila banget. Bahkan, kalo ada tinggi sepatu yang beda 1 cm aja ga bakalan lolos. Jadi Compass tuh seketat itu menjaga kualitas sepatunya.” Ujar Rizma, sang manajer KPR.