Kunto Aji – Pengantar Purifikasi Pikir

Nov 6, 2023

Saya awali tulisan ini dengan sebuah fakta di laman Spotify Kunto Aji: Dari lima slot lagu di popular, sebanyak empat single Kunto Aji bertengger di, kalau boleh disebut chart, populer, satu lagu lain dari single lepasan di 2020 bersama Nadin Amizah bertajuk “Selaras”. Empat lainnya berasal dari albumnya di 2018, Mantra-Mantra.

“Rehat” menduduki jumlah streams paling banyak, disusul “Pilu Membiru”, “Sulung” dan “Saudade”. Album barunya, Pengantar Purifikasi Pikir sudah dirilis sejak 14 September lalu, namun tak satupun lagu di album ini yang melesat menduduki chart lagu populer.

Apa sebab?

Anggapan bisa saja salah. Mungkin mas Aji belum membawakan lagu-lagu di album ini sesering mungkin, atau mungkin karena belum adanya konser tunggal atau alasan lain yang mungkin karena lagu ini belum lah familiar di TikTok?

Dari sisi penggemar, mungkin penggemar Mas Aji belum siap dengan lagu-lagu baru di album ini dan masih mengultuskan Mantra Mantra sebagai album paling nancep yang mengubah hidup mereka. Namun sekali lagi, anggapan saya bisa saja salah.

Saya rasa, jika ada ketakutan tertentu dari Kunto Aji bahwa apakah album barunya kelak bisa mengalahkan Mantra Mantra, saya rasa Pengantar Purifikasi Pikir punya kans besar. Percayalah bahwa setiap album musik lahir keresahan sang penulis, maka tentunya setiap album punya ledakan magisnya sendiri-sendiri. Bahwa nantinya apakah album ini bakal viral atau tidak bagi saya itu tidaklah penting karena good album speaks itself!

Layaknya Mantra Mantra, Pengantar Purifikasi Pikir pun punya ‘mantra’-nya sendiri. Sembilan lagu yang saya dengar punya tekstur sound yang luar biasa. Layer demi layer dibangun dalam arsitektur lagu, mood pun dibangun pelan-pelan dalam lanskap mengawang dan sinematik.

Bicara soal sinematik, itu kesan pertama saya ketika dua kali memasang album ini secara utuh. Ia seperti membangun fragmen yang disusun dari awal hingga akhir. Saya salut bagaimana dari tema dan lirik, ia membangun altruisme “Urip iku Urup” yang dipikulnya dari budaya nenek moyangnya, Jawa diurai satu persatu dengan baik.

Saatnya melepas egoisme, bagaimana kita harus hidup lebih berarti untuk orang lain, mencari makna “hidup yang menyala”. Coba cermati nomor pertama dan terakhir di album ini yang justru menjadi pengantar yang bagus untuk mengenali album ini secara dalam.

Lirik-lirik dalam digurat Aji dan ditulis dalam tulisan yang baik. “Orang Asing Dalam Cermin” adalah favorit saya.

“Selama yang kau cari masih saja berputar-putar / Selama itu aku kan datang sebagai ingatan, sebagai tamparan / Selama itu terang cahaya”

Saya memaknainya bahwa selama ini kita melihat diri kita sebagai orang lain. Kita yang terasa sempurna, namun di balik cermin hanyalah mahluk biasa yang tak berdaya.

“Perjalanan Menawar Racun” juga menjadi nomor favorit saya, hadir dengan aransemen dengan beat yang cepat, sesuatu yang jarang terdengar dari rekaman-rekaman yang pernah dibuat Kunto Aji.

Lirik berupa rapalan berkumandang:

“Ragamu masih, Jiwamu masih / Nafasmu masih, langkahmu masih/Hidupmu masih, mimpimu, harapmu.”   

Sebuah rapalan menggaungkan harapan, bahwa selama jiwa raga kita masih ada, kita masih berdaya dan bisa menjadi ‘urup’ untuk orang lain.

Pengantar Purifikasi Pikir, Good job, Kunto Aji!


 

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; redaktur pelaksana di Pophariini, penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat beberapa album.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

5 Musisi Indonesia Favorit Bambang Pamungkas

Pophariini berkesempatan untuk melakukan peliputan Prambanan Jazz tanggal 5-7 Juli lalu di Candi Prambanan, Jawa Tengah. Salah satu yang menarik perhatian kami saat itu melihat legenda penyerang Timnas Indonesia Bambang Pamungkas (Bepe) bersama keluarganya …

5 Pertunjukan yang Wajib Ditonton di We The Fest 2024

We The Fest akan berlangsung beberapa jam lagi. Festival garapan Ismaya Live ini menghadirkan sejumlah musisi lokal maupun internasional selama tanggal 19-21 Juli 2024 di GBK – Sports Complex, Jakarta Pusat.    View this …