Liputan Road to Soundrenaline: Catatan Kota ke-8, Jogjakarta

Aug 22, 2019

Menuju puncak acara, Road to Soundrenaline atau The All Time Tour yang berkolaborasi dengan Siasat Partikelir sukses berlangsung pada tanggal 17 dan 18 Agustus di Jogja Expo Center.

Panggung di kota kedelapan ini dimeriahkan nama-nama seperti Dialog Senja, Tora, FSTVLST, Elephant Kind, The SIGIT, Prontaxan, Rubah di Selatan, Lizzie, MALIQ & D’Essentials, dan lainnya. FSTVLST mengajak penonton ikut bernyanyi, termasuk lagu “Indonesia Pusaka” sebagai bentuk perayaan Hari Kemerdekaan yang jatuh pada hari Sabtu. Tak ada pemandangan crowd surfing begitu Elephant Kind mendapat giliran menghibur. Sebut saja “I Believe in You”, nomor dari album terbaru yang sekedar membuat kaki bergoyang.

Malam itu juga, aksi The SIGIT sempat membawakan “Did I Ask Your Opinion” yang mengisi album soundtrack Catatan Akhir Sekolah. Lagu yang terbilang
cukup jarang mereka bawakan. Saat ditemui sebelum manggung, Rekti cs kompak mengatakan kepada rekan-rekan media di Soundrenaline nanti jika waktu manggung tidak bentrok, mereka akan menonton Suede yang diibaratkan umroh bagi The SIGIT.

Di hari pertama ini, Prontaxan berhasil menjadi penutup kemeriahan All Time Tour Jogja. Beberapa lagu hit diputar kembali oleh mereka. Ruangan bebas asap rokok, dan penonton mematuhinya.

Masuk hari kedua, panggung menyuguhkan musik yang tetap beragam. Seperti Rubah di Selatan yang memukau dengan salah satu lagu bertajuk “Lil Fox”.

Sementara band rock Bandung, Lizzie membuat hati yang tadinya adem jadi bergejolak. Hingga tiba di ujung acara, MALIQ & D’Essentials dan Red Fang. Road to Soundrenaline berikutnya digelar di Surabaya dan Jakarta.

____

Penulis
Pohan
Suka kamu, ngopi, motret, ngetik, dan hari semakin tua bagi jiwa yang sepi.

Eksplor konten lain Pophariini

Dead Bachelors ‘Reuni’ di Single Terbarunya

Yang satu ini, bisa dibilang sebagai sebuah kejutan yang menyenangkan bagi duo Narendra Pawaka dan Mario Pratama yang tergabung dalam unit Dead Bachelors.

20 Tahun Album Padi, “Sesuatu Yang Tertunda”

Di umurnya yang sudah dua dekade, Sesuatu Yang Tertunda milik Padi masih tetap menjadi sesuatu yang indah.