Logic Lost Ajak Tesla Manaf Berelektronik Ria

Jul 11, 2018

Musisi elektronik asal Jakarta, Dylan Amirio a.k.a. Logic Lost baru-baru ini merilis album terbarunya, Forgive Yourself, tepatnya 1 Juli kemarin di bawah naungan record label Bandung, Orange Cliff Records.

Ini adalah album kedua setelah debut album Runaway yang rilis 2015 silam. Menurut Dylan, Forgive Yourself dibuat atas dasar penyesalan dan obsesi dari kesalahan masa lalu, serta kesadaran bahwa semua kesalahan di masa lalu memang harus terjadi agar bisa berkembang sebagai manusia kedepan.

Ini adalah album yang mencoba mendorong rasa penerimaan atas segala kesalahan di masa lalu, entah besar ataupun kecil. Segala sesuatu sudah terjadi sebagaimana mestinya, agar manusia bisa memetik hikmahnya.

“Untuk waktu yang lama, saya tidak pernah merasa cukup untuk orang lain. Akan selalu ada serangan refleksi diri di mana saya terobsesi dengan hal-hal seperti; saya bisa menjadi ini, saya bisa melakukannya, saya seharusnya melakukan lebih banyak, saya berharap dapat mengulangi ini, dan lain-lain. Yang saya sadari adalah jika saya terus kembali ke hal
tersebut, saya tidak akan pernah menjadi manusia di masa kini. Semua kesalahan yang Anda buat di masa lalu seharusnya hanya berfungsi sebagai refleksi untuk memperbaiki diri Anda saat ini,” katanya.

Sampul album Forgive Yourself dari Logic Lost.

“Hal terbaik yang dapat saya lakukan adalah keluar dari pengalaman ini menjadi orang yang lebih baik. Semua perasaan itu sekarang disimpan dalam sebuah catatan,” pungkasnya.

Uniknya, dalam album barunya tersebut, Dylan menggaet gitaris jazz sekaligus musisi eksperimental asal Bandung, Tesla Manaf untuk berkolaborasi di satu track berjudul “Urn”. Kolaborasi kedua musisi ini menghadirkan komposisi yang sungguh menarik.

Tesla Manaf / dok. twitter.com/teslamanaf

Adapun album ini digarap sudah amat lama, sejak Desember 2015  baru rampung pada awal 2018. Dylan Amirio memproduseri sendiri album ini dibantu Wing Narada Putra untuk mixing dan John Van Der Mijl untuk mastering.

Dan bila kamu melihat sampul dari album ini, terasa sekali sampul yang dirancang oleh Dylan Amirio dan direktur visual Emirpasha Bhaskara Kisyanto yang mengambil dari foto dari sebuah toko buku di San Francisco sangat melambangkan kesepian dan isolasi.

Forgive Yourself bisa didengar di beberapa layanan streaming musik seperti Spotify, Apple Music, serta Deezer. Forgive Yourself akan segera dirilis dalam format CD serta kaset di waktu kedepan oleh Orange Cliff Records, yang berkolaborasi bersama Kollektiv Store Bandung.

Penulis
Wahyu Acum Nugroho
Wahyu “Acum” Nugroho Musisi; penulis buku #Gilavinyl. Menempuh studi bidang Ornitologi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, menjadi kontributor beberapa media seperti Maximum RocknRoll, Matabaca, dan sempat menjabat redaktur pelaksana di Trax Magazine. Waktu luang dihabiskannya bersama bangkutaman, band yang 'mengutuknya' sampai membuat dua album.

Eksplor konten lain Pophariini

Album Ningrat, Jamrud: Kontrasepsi dan Duka Surti

21 Tahun album Ningrat milik Jamrud , gitaris dan penulis lagu Azis M.Siagian sempat bikin geger tahun 2000 lewat “Surti-Tejo”.

Sinergi Sri Hanuraga dan UPH CoM

Adalah musisi jazz Sri Hanuraga bersama dengan UPH Conservatory Of Music yang mengambil sinar panggung kolaborasi kali ini.