M.A.t.S, Electro Rockers Bumi Sriwijaya

Jun 19, 2019

Konsep rock elektronik bukanlah hal yang umum di ranah musik keras. Belum banyak pemain yang mengusung genre ini, dan Meet After The Storm (M.A.t.S) adalah salah satu yang berani.

Nama band yang digawangi Erlangga (vokal), Opan Arian (gitar), Dedek Kamajaya (gitar), Andrean (bass), dan Andra (drum) ini mencuat lewat kompetisi band Supermusic Rockin Battle pada 2017. Berbekal sesuatu yang fresh serta kegigihan, akhirnya mereka bisa keluar sebagai juara ke-2.

“Kompetisi ini menjadi salah satu jembatan bagi kami untuk bisa memperkenalkan karya-karya musik kami ke khalayak yang lebih luas,” ungkap mereka soal kompetisi bergengsi tersebut.

https://www.youtube.com/watch?v=R36gtIn35K4

Berbekal festival ini, nama M.A.t.S makin melambung, band ini kerap tampil di berbagai perhelatan musik bergengsi, salah satunya adalah Hodgepodge Superfest 2018 bersama band-band keren dalam dan luar negri.

Di tahun ini, M.A.t.S menyuguhkan single ketiga mereka, “Nalar” yang berusaha menegaskan kembali konsep electro rock yang dianut anak-anak electro rockers asal Palembang ini.

Proses pembuatan video klip “Nalar” / dok. Supermusic.

Single “Nalar” bercerita tentang keresahan karena kerap kali dituntut sesuatu di luar nalar oleh orang lain. Erlangga mengaku cerita yang dimanifestasikan pada single ini berdasarkan pengalaman pribadinya dengan mantan kekasih. Meski begitu, pemaknaannya bisa general, baik itu kepada pasangan, sahabat, maupun kolega di lingkungan kerja.

“Bisa dibilang lirik ‘Nalar’ ini merupakan luapan keresahan karena dituntut selalu ada untuk seseorang. Dan personel M.A.t.S juga ternyata pernah merasakan hal yang sama, begitu pula pasti dengan orang lain. Ini pengalaman yang hampir semua orang pasti pernah merasakan,” ujar lelaki yang disapa Er.

Lampu-lampu keren selama proses pembuatan video klip “Nalar” / dok. Supermusic.

Hari ini, Rabu (19/06) videoklip dari “Nalar” resmi dirilis di akun Youtube Supermusic. Di video ini, M.A.t.s memperlihatkan aksi keren mereka di bawah instalasi penuh cahaya. Pergerakannya dinamis, mengikuti karakter ‘Nalar’ yang punya intro bertabur distorsi!

Instalasi-instalasi tersebut bukan tanpa makna, Erlangga mengatakan, permainan cahaya dalam klip ‘Nalar’ juga terpengaruh dari warna musik mereka yang bernuansa elektro.

“Dari awal kami pengen konsep yang fresh dan harus keren. Harus ada visual yang punya kesan canggih dan berbeda. Karena basic-nya kami suka performance, maka konsepnya pun tetap aksi panggung. Tapi dengan sentuhan lighting, hingga akhirnya jadi seperti ini,” kata Er, sapaan akrab Erlangga.

Single”Nalar” adalah awal eksistensi mereka di scene musik keras tanah air / dok. Supermusic.

“Nalar” adalah satu dari awal eksistensi M.A.t.S di blantika musik Indonesia. Sebelumnya, beragam apresiasi datang dari berbagai kalangan terhadap beberapa karya musik mereka yang diriis sebelumnya, seperti “After The Storm” dan “Mendekat Padaku”. Lagu-lagu ini menjadi jembatan bagi band M.A.t.S yang siap merilis album debut dalam waktu dekat.

Sembari penasaran menunggu album barunya, mari kita simak dulu video klip “Nalar” dari M.A.t.S dan yes, mereka bakal tampil lagi untuk kedua kalinya di Hodgepodge Superfest 2019. Sebuah prestasi yang patut diacungkan jempol untuk band asal Palembang ini.

_____

Penulis
David Silvianus
Mahasiswa tehnik nuklir; fans berat Big Star, Sayur Oyong dan Liem Swie King. Bercita-cita menulis buku tentang budi daya suplir

Eksplor konten lain Pophariini

Virdania Melepas Video Musik “Door of Changes”

Virdania kembali dengan karya terbaru melalui peluncuran video musik single “Door of Changes” yang sudah bisa disaksikan melalui kanal YouTube Virdania.

16 Pertanyaan: Mezzaluna

Mezzaluna tak main-main berkarier di musik. Bukan sekadar untuk menjadi terkenal. Kami mencoba untuk mengenal Mezzaluna lewat rubrik 16 Pertanyaan.