Rekomendasi PHI: 5 Buku Musik Indonesia Teranyar

2157

Sudah rahasia umum bila berkunjung ke toko buku besar lokal dan mendatangi bagian musiknya kita hanya akan menemukan buku-buku panduan cepat bermain alat musik atau kord-kord lagu populer. Bukannya buku-buku yang bisa memuaskan dahaga akan pengetahuan tentang musik. Jangan coba bandingkan dengan bagian musik di toko buku impor. Dari sejarah musik, pembahasan mendalam sebuah album/band, ataupun membahas sejarah dan tipe gitar, biografi musisi dan masih banyak lagi bisa ditemukan di sana.

Namun beberapa tahun belakangan ini buku musik lokal menunjukan geliatnya. Buku musik lokal mulai diterbitkan, baik itu dari penerbit independen maupun penerbit besar. Topik yang dibahas pun cukup beragam. Kebanyakan penulis musik ini adalah penulis di webzine/blog sehingga kebanyakan buku musik ini berisi kumpulan tulisan yang pernah diterbitkan secara online. Ini menggembirakan, karena berbanding terbalik dengan rilisan fisik (majalah, cd dll) yang meredup tergantikan digital, justru para penulis/penerbit ini merasa perlu untuk menerbitkan tulisan dalam bentuk fisik. Silakan simak beberapa buku musik lokal pilihan PHI di bawah ini.

 

Lokasi Tidak Ditemukan: Mencari Rock And Roll Sampai 15.000 Kilometer – Taufiq Rahman (Elevation books)

Ini adalah buku pertama Taufiq yang berisi kumpulan tulisan-tulisan provokatif yang dijamin akan membuat penasaran untuk mencari dan mendengarkan semua musisi-musisi yang ia bahas. Dari band legendaris terkenal, hingga nama-nama yang sama sekali belum pernah terdengar namanya, namun (ternyata) menyandang status cult. Walaupun nama-nama itu sebenarnya sudah wara-wiri di berbagai daftar album terbaik sepanjang masa versi berbagai macam media. Yang menarik adalah di sela-sela name dropping album atau musisi yang belum pernah terdengar, dan beberapa kali Taufiq menulis dengan penuh kesombongan, ia juga bisa membahas soal Indonesia dengan menarik. Dari Gen X dan Orde Baru, lagu protes Iwan Fals, Rhoma Irama dan Slank, hingga keajaiban grup hard rock legendaris  Indonesia, AKA.

 

#GilaVinyl – Wahyu Acum (Gramedia)

Ringan, ringkas dan seru. Buku ini jauh dari kata membosankan terutama jika ingin tahu tentang seluk beluk kultur piringan hitam (PH). Cara pembahasan buku ini juga sangat mengalir dan ringan, seolah kita sedang turut mengalami cerita-cerita yang diceritakan Acum. Buku ini terdiri dari 3 bab. Bab 1 bercerita tentang hal-hal mendasar seputar PH, bab 2 tentang cerita seru dan lokasi-lokasi berburu PH, bab 3 berisi cerita seru wawancara dari para tokoh muda penggemar piringan hitam yang terdiri musisi, penyiar radio, pembawa acara televisi, seniman hingga pemilik toko piringan hitam itu sendiri. Sangat direkomendasikan buat yang baru mulai ingin membaca tentang musik dan bisa jadi pegangan praktis untuk mendalami hobi mengumpulkan PH.

 

Pias: Kumpulan Tulisan Seni dan Budaya  – Aris Setyawan (Warning Books)

Meskipun fokusnya tidak hanya membahas soal musik, tapi itu yang membuatnya menarik. Sesuai judulnya Pias: Kumpulan Tulisan Seni dan Budaya banyak membahas soal seni dan budaya. Maka itu selalu menarik mengetahui bagaimana lokalisme bereaksi dalam merespon musik, dan gaya hidup dari luar. Aris bercerita melalui kumpulan-kumpulan tulisan pendeknya soal musik independen, gaya hidup media sosial, seni rupa dari ajang bergengsi hingga para mahasiswanya, kebisingan kota, eksotika dangdut, politik, film, soal ide dan kreativitas, seksualitas hingga pojok-pojok di kampus dan warung kopi dan warung nasi. Yang seru juga adalah buku ini banyak menyelipkan referensi-referensi pribadi Aris. Sehingga membuat penasaran untuk mencari sumber-sumber referensi yang ia sebutkan.