79

Menyimak Evolusi Musik Kaveh Kanes

Kaveh Kanes, 2018 / dok. Kaveh Kanes.

Dari kali pertama melihat penampilan mereka di Jogja, saya tahu bawah Kaveh Kanes bakal jadi sesuatu. Satu album mereka buat dan kini album kedua yang teranyar, Loanwords, masih hangat dirilis, musik mereka mulai menemukan warnanya.

Tumbuh dari kampus di Jogja, Menjadi band pop underground yang banyak bermain di klab kecil sampai ke pentas seni di kampus tidak mudah sampai akhirnya mereka ditemukan oleh Kolibri, label dari Jakarta yang tertarik dengan musik jangly-pop yang mereka buat. Bersama Kolibri, Kaveh Kanes merilis debut album Capital.

Bersama Kolibri, band yang digawangi vokalis Asad Gibran, gitaris Za’immuddin Mukarrom pada dan bassist Hafid Alattas ini seakan menemukan taman bermain, bermain dengan band-band ‘sepermainan’ di sirkuit-sirkuit bawah tanah di seputaran pulau Jawa. Kuliah sambil ngeband. Sebuah hal yang tentunya menyenangkan, namun mereka sadar bahwa kerja ‘labour of Love’ di musik ini tak bisa selamanya.

Baca juga:  Kisah Pahit Neonomora dalam Single "Lies"
Kaveh Kanes / dok. Kaveh Kanes.

Akhirnya realita berbicara, karena pekerjaan dan keluarga, ketiganya harus berpisah: Jogjakarta, Cirebon dan Jakarta. Meski pedih tapi hubungan LDR ini tak menyurutkan semangat mereka bermusik. Di tengah rutinitas kerja, para ‘sepupu musik’ ini masih sempat meneruskan semangat dan ide bermusik mereka. Hasilnya tak sia-sia, label Anoa Records menangkap mereka dan langsung menumpahkannya di album berjudul Loanwords.