Morad – About A Woman

Apr 11, 2022
Morad About A Woman

Saya pernah berkelakar di Twitter: Pada pria berambut gondrong ada tanggung jawab besar. Wajib suka musik rock, atau minimal bisa main (instrumen) musik.

Kelakar ini mengingat sejarah rambut gondrong dengan kaum hippie dan musik rock yang tidak terpisahkan. Yang sayangnya di awalan dekade baru 2020 ini perlahan seperti berjalan pelan tapi pasti ke pemakamannya sendiri.

Kabar baiknya ada sosok penyanyi muda yang melanggar hal itu. Gondrong dan bertanggung jawab, terpengaruh musik rock, bisa bermain gitar dengan baik bahkan punya suara yang begitu soulful.

Dibuka oleh “No One’s Gonna Love You” yang liar dan bertempo cepat, kita segera tahu bahwa yang ditawarkan adalah sesuatu yang nyaris belum ada di kurun waktu 10 tahun terakhir dalam lanskap solois pria di Indonesia

Adalah Mohammad Radityo, alias Morad yang baru saja merilis album penuh berjudul About A Woman yang diproduseri oleh Viki Vikranta (drummer Kelompok Penerbang Roket). Sembilan lagu bernuansa blues rock & soul hadir dengan mayoritas bertempo medium dan lambat dihadirkan dalam album perdananya.

Dibuka oleh “No One’s Gonna Love You” yang liar dan bertempo cepat. Kita segera tahu bahwa yang ditawarkan adalah sesuatu yang nyaris belum ada di kurun waktu 10 tahun terakhir dalam lanskap solois pria di Indonesia. Dengan karakter vokal yang soulful seperti penyanyi kulit hitam di era 60an, ia bernyanyi meliuk asik ditingkahi musik berat yang seperti terdengar dari whiskey bar yang kelam dengan asap rokok, dan bau alkohol yang menyengat.

Kabar baiknya adalah vokal soulful Morad sebagai menu utama album ini adalah sajian yang mumpuni. Dan ia melakukan tugasnya dengan sangat baik menjajal vokal di lagu-lagu balada blues rock

Namun jangan mudah tertipu, karena lagu pembuka itu adalah satu-satunya yang bertempo cepat. Berturut-turut disajikan “Good Lovin’”, “Red & Black” yang lambat namun masih joget-able. Lalu menukik tajam di “How” yang lebih lambat, dan “In Case You Need Someone”, kembali lebih goyang di “About A Woman”, terjun bebas lagi di “If Tomorrow I’m Losing You, Again” dan “Empty”.

Tunggu, saya pikir kita akan lebih banyak berdansa seperti di lagu pembuka?

Kabar baiknya adalah vokal soulful Morad sebagai menu utama album ini adalah sajian yang mumpuni. Dan ia melakukan tugasnya dengan sangat baik menjajal vokal di lagu-lagu balada blues rock dan soul. Sebuah keputusan yang baik, mengingat perlu kemampuan khhusus untuk bisa bernyanyi dalam irama balada. Musiknya pun membalut vokalnya dengan bebunyian dan cara bermain para musisinya yang sangat vintage. Klop saling melengkapi.

Kenikmatan perkusi, seksi tiup yang hangat, sound bass, gitar dan drum vintage dimainkan di tangan para musisi dengan hati yang ‘tua’ adalah nyawa album ini.

Meskipun perihal musisi pengiring yang bisa bermain style vintage dengan bebunyiannya adalah PR besar untuk dibawa ke dalam bentuk live. Kenikmatan perkusi, seksi tiup yang hangat, sound bass, gitar dan drum vintage dimainkan di tangan para musisi dengan hati yang ‘tua’ adalah nyawa album ini.

Ini tidak mengherankan bila melihat daftar musisi yang mengisi di albumnya. Dari Rey Marshall (gitaris KPR), Nabil Favian (bass), Otta Tarrega (keyboard), Damez Nababan (saksofon), Eggy Pratama (trompet), Felix “Bulix” Tri Kurnia (gitar), Rey Marshall, (gitar), dan Viki Vikranta (drum/produser) dan Kamga dan Chev (Dekat/Hondo).

Tidak sabar melihat Morad secara utuh di atas panggung membawakan seluruh materi “About A Woman” dan mempertanggungjawabkan dashyatnya materi dan kualitas rekaman album perdanannya ini.

Semoga ekspektasi saya tidak ketinggian.

 


 

Penulis
Anto Arief
Suka membaca tentang musik dan subkultur anak muda. Pernah bermain gitar untuk Tulus nyaris sewindu, pernah juga bernyanyi/bermain gitar untuk 70sOC.
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Eksplor konten lain Pophariini

Menggemparkan! Ini 8 Line Up Terbaru Soundrenaline 2022

Festival musik terbesar di Tanah Air, Soundrenaline 2022 baru saja mengumumkan lagi delapan line up terbarunya

Earhouse Songwriting Club Bernyanyi Bersama di “Karya-Karya”

Earhouse Songwriting Club akan merayakan hadirnya mini album ini di gelaran Synchronize Festival, tepatnya pada hari terakhir penyelenggaraan (09/10).