83

Nuansa City-Pop ala Spring Summer

Dengan membawakan isu tentang hiruk pikuk kota, band asal Bandung, Spring Summer merilis album perdana mereka yang berjudul Departure. Berjeda cukup lama dari mini album A Part Of The Part (2011) karena persoalan internal band, kini Spring Summer muncul dengan musik yang berbeda. Meninggalkan musik indie pop dan mendekatkan diri pada musik city-pop yang berkembang di Jepang pada era 80an seperti Tatsuro Yamashita dan Casiopea. Arahan baru ini serta kembalinya mereka bermusik juga yang menjadi alasan mereka memilih judul Departure.

“Terkait isu kota, nama Departure ini selalu ada di setiap stasiun, bandara, dermaga, dan terminal. Departure yang berarti sebuah keberangkatan, dirasa cukup mewakili arti karya-karya di album ini. Kami berangkat kembali dalam menjalani kehidupan bermusik,” begitu dikutip dari rilis pers tentang konsep albumnya.

Baca juga:  Glaskaca Memperkenalkan Ulang Banda
Spring Summer. Foto: dok. Spring Summer

Proses pembuatan album perdana ini memakan waktu hampir 5 tahun karena problem bongkar pasang personil. Meski akhirnya seiring perjalanan waktu mereka menemukan cara untuk mencoba merekam album ini secara terpisah. Ada yang dikerjakan di rumah dengan instrument seadanya dan sisanya dikerjakan di Studio Aru, Bandung. Total terdapat 9lagu dalam album Departure yaitu “Petang”, “Come Back As Rain”, “Late Night Rider”, “Sail Away”, “In Silence”, “Concrete Flower”, “Run”, “Temaram”, dan “Coming Home”. Beberapa lagu di album ini sendiri pernah dilepas kepada publik sebelumnya.

Album Departure ini kini sudah tersedia di seluruh layanan musik digital streaming.

 

____