‘Nusantara Forever!’: Kehidupan Generasi Muda Setelah Pandemi Covid-19

3832
Ilustrasi: Rio Adiwaluyo

Secara samar kita bisa masih bisa ingat, betapa optimisnya narasi terhadap laju teknologi sebelum Covid-19 tiba di Indonesia. ‘Revolusi Industri 4.0’ merupakan sebuah mantra yang dilontarkan di hampir setiap kampus dan forum generasi muda. Narasi dunia digital yang dicetuskan oleh Klaus Schwab pada World Economic Forum itu dengan cepat merembas di setiap ranah kehidupan anak muda. Generasi muda pun mulai berani membayangkan masa depan dengan visi imajiner; hoverboard terbang seperti yang digunakan Marty Mcfly dalam film Back to the Future, hingga mobil listrik seperti yang diproduksi Tesla, tanpa kemudi dan tidak akan tersesat ketika mencari sebuah alamat.

 

Narasi Teknologi Sebelum Covid-19

Kata kunci lain yang sering sekali kita dengar sebelum pandemi Covid-19 adalah Artificial Intelligence (AI) dan Singularity. Dua kata tersebut pada tahun 90-an masih merupakan bagian dari film fiksi The Terminator yang disutradarai oleh James Cameron. Sedangkan kini, artificial intelligence merupakan konsumsi sehari-hari generasi muda. Mesin pencari web Google memiliki kemampuan AI untuk mengetahui apa saja yang hendak dicari oleh seorang anak muda bahkan sebelum ia selesai mengetik apa yang hendak ia cari.

Singularity adalah kondisi dimana artificial superintelligence akan mengubah berbagai tatanan kehidupan di masa depan, bahkan melampaui kecerdasan manusia itu sendiri. Salah satu contoh yang diberikan oleh futuris ternama Ray Kruzweil tentang singularity adalah kemampuan AI untuk menciptakan mahakarya seni. Sebuah software di masa yang akan datang akan sanggup untuk melampaui kemampuan manusia dalam menulis puisi maupun menciptakan bait lagu.

episode kehidupan seperti apa yang akan dialami oleh generasi muda Indonesia setelah masa pandemi?

 

Sebelum pandemi Covid-19 melanda, Ray Kruzweil juga bertutur melalui buku ‘The Singularity is Near’ bahwa dunia tengah mengalami percepatan teknologi yang eksponensial. Apa yang dimaksud oleh Kruzweil dengan ‘eksponensial’, adalah jarak waktu antara inovasi teknologi yang satu dengan yang lainnya akan semakin dekat. Sebagai contoh, terdapat rentang 13 tahun dan 60 lebih iOS antara iPhone generasi pertama dengan iPhone 11 Pro. Di masa percepatan teknologi yang eksponensial hanya butuh beberapa bulan saja untuk mencapai kecanggihan iPhone terkini.

 

Puncak Kreativitas

Sebelum pandemi Covid-19 tiba, ekonomi kreatif tengah menjadi visi karir bagi mayoritas anak muda. Generasi muda menjadi saksi sejarah akan akhir episode karya-karya yang padat kreativitas di ranah kultur populer. Diantaranya, akhir dari fase pertama jagad Marvel Cinematic Universe, Saga Star Wars, hingga seri kolosal Game of Thrones. Ekonomi kreatif sedang cerah-cerahnya, festival musik berhamburan di berbagai belahan dunia. Aspirasi para remaja dunia juga bahkan Indonesia adalah untuk bisa berziarah ke Padang Colorado menyaksikan pagelaran musik Coachella.

Para kreator muda bermunculan dengan cepat dan masif. Pada ranah musik, seorang musisi muda dapat secara instan melejit menjadi seorang idola dengan bermodalkan kreasi satu lagu yang viral. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi di dekade 80 maupun 90an. Berdasarkan penuturan seorang penulis musik/musisi, Harlan Boer, dahulu dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menjadi seorang bintang. Sebab, dulu ada tahap-tahap yang harus dilalui, mulai dari ‘mengulik’ lagu genre tertentu, menjadi cover band yang diakui, bermain di beberapa festival, hingga pada akhirnya merekam album.

John Hawkins penulis buku ‘The Creative Economy: How People Create Money From Ideas’ menuturkan bahwa kreativitas merupakan komoditas utama di abad ke 21. Sebab, pada abad ke 21 semua kebutuhan hidup manusia di berbagai lini sudah terpenuhi. Kreativitas merupakan kebutuhan baru yang akan diburu serta dinilai dengan harga tinggi oleh manusia. Senada dengan tulisan Hawkins, kini lahir jutaan konten kreator di Indonesia yang tengah berlomba untuk mengkreasikan posting paling menghibur dan viral. Profit ekonomi adalah salah satu motivasi utamanya.

1 Comment
Inline Feedbacks
View all comments
trackback

[…] Referensi Artikel : Pophariini.com […]